Jumat, 14 Oktober 2016

Ketika Jiwa Kita Terhubung [Kimi no Nawa Movie]



Pinochin on Devianart

Kimi no namae wa?

 
Pernahkah kita merasa sedih tak dapat mengingat kembali nama seseorang yang telah membekas dalam kenangan?  Ia yang memberi sebuah perasaan. Namun seberapa kuat kita mengingat ia tak pernah muncul dari ingatan? Anata ga dare? Who are you? 

Siapakah engkau yang selalu saja mengganggu pikiranku. Menyela kesibukan dengan pikiran akan kenangan. Tak tahu kapan itu terjadi, aku merasa ada sesuatu. Kimi no namae wa?

Kau merasa amat mengenalnya, tapi tak tahu siapa dia.

Kimi no nawa, kisah yang tragis, mengaduk-aduk perasaan. Jalan cerita yang rumit. Plot cerita yang loncat-loncat. Berbagai kejadian yang membangkitkan kembali harapan. 

Ah, setidaknya kita mencoba semua usaha sekuat tenaga, bukan? Hasil akhir biarlah, Ia Yang Kuasa menentukan. Bukankah Ia Maha Pengasih lagi Penyayang. Tak mungkin usaha hambaNya Ia sia-siakan.

Adalah Mitsuha, remaja SMA yang tinggal di bersama nenek dan adik semata wayang di sebuah kuil tua. Di Itomori, kota kecil yang dikelilingi lebih dari empat distrik. Daerah yang jauh dari kota. Tak ada mall bahkan kafe. Dunia yang membosankan menurut Mitsuha. Rasanya ia ingin dipertemukan dengan lelaki tampan dari Tokyo, kota ternama di Jepang.
 
Kenangan dari Zerochan.net
Agaknya impiannya menjadi kenyataan. Mitsuha bertemu dengan Taki-kun. Waktu yang membuat mereka bertemu. Seperti kata nenek Mitsuha, musubi, jiwa yang terhubung dikarenakan waktu. Bisa juga seperti makanan yang kita konsumsi, itu juga musubi.

Si nenek filosofis banget-lah. Beliau mengajarkan arti kata-kata. Nyastra. Jadi inget nenek di Pamekasan sana. Aku juga menanyakan pelbagai makna. Bercengkrama dengan Nenek jadi semacam menabung kata-kata.

You know, anak jaman sudah mulai luntur sisi budayanya. Memperbincangkan banyak hal dengan beliau membuatku lebih mengerti. Akan sejarah, budaya dan tradisi Madura, khususnya Pamekasan. 

Kebalikannya si Taki kehidupannya 180 derajat berbeda dengan Mitsuha. Ia tinggal di Tokyo. Penampilannya necis. Gaya berpakaiannya suka deh. Rapih. Taki ini juga kerja selain sekolah. Arubaito gitu. Kerja di sebuah restoran Itali.

Jadi bagaimana mereka bisa bertemu? 

Dalam mimpi. Mereka bertemunya dalam mimpi. Di sanalah mereka terhubung satu sama lain. Anehnya saat mereka terbangun, masing-masing dari mereka berwujud berbeda. 

Taki yang necis berubah feminim. Pun sebaliknya dengan Mitsuha. Mereka bertukar tubuh!

Maka tak heran jika kemudian keahlian yang dimiliki masing-masing tokoh ini juga beralih. Tessie dan Sayachin juga kaget ketika Mitsuha tiba-tiba pandai melukis.ya, itu karena Taki yang ahli.

Di kehidupannya di Tokyo, Okudera juga meilhat sisi kefeminitas Taki. Okudera ini senpai di tempat kerjanya. Sewaktu roknya sobek karena kejahilan pengunjung, Taki, yang sebenarnya di dalam tubuhnya adalah jiwanya Mitsuha, yang menjahit dan menyulam gambar bebungaan.
Pinochin on Devianart
Terbalik. Semuanya merasa aneh dan keduanya pun sadar setelah beberapa kali berganti raga. Dan mereka pun membuat peraturan. Taki yang paling sebal karena setiap dia kembali ke tubuh aslinya, he found that he lost much much money.

Mitsuha keranjingan dong punya banyak uang. Makanya ketika ia berada di dalam tubuh Taki ia jalan-jalan dan mengunjungi berbagai kafe. Habis enak banget sih*iklan modeon* gitu kali ya pikirnya. Dan peraturan penting dari Taki adalah, jangan abisin duit gue!

Masih banyak sebenarnya peraturan lainnya yang mereka sepakati, tapi lebih detailnya, nonton sendiri aja ya. Haha.

Ending nggak keduga. Alurnya maju-mundur, maju-mundur cantik. Campuran gitu. Tiba-tiba pergi ke masa lalu, tiba-tiba 5 tahun kemudian. Tiba-tiba masa sekarang. Gitu deh, tapi overall seru!

Kudu siap main perasaan. Genrenya aja romance, namun tetep nggak pake aneh-aneh ala hentai. Kalo ada begituan, temenku pasti nggak rekomen :D nyastra banget kata-kata. Jadi kudu putar otak buat cari makna sebenarnya. Eh jadi keinget nyekrip.

Katanya kalo dalam bacaan kita kudu jadi implied reader. Harfiahnya, kudu benar-benar menyatu sama bacaan. Ini akan membuatmu menjadi the real reader, pembaca yang membaca betul akan tulisan yang ia baca. Dan kemudian the perfect. Orang yang kemudian menulis gegara membaca.

Eh kok jadi curhat tentang teorinya tentang Wolfgang Iser ya? Pasti gegara mendung siang tadi. Eh.

Yawda, pokonya aku juga ikutan rekom ini film, karena keren pastinya. Sampai jumpa pada senja yang memisahkan siang dengan malam. Yang menjadikan kisah utuh sempurna. Tasokare doki, karetaso doki, kawatare doki, begitu istilahnya kata bu guru, yang ngajar di kelas Mitsuha. Ja ne!

Kimi no namae, dare?

27 komentar:

  1. Wah film animasi, menariik. Pingin nonton :*

    BalasHapus
  2. Udah lama ga nonton film animasi Jepang. Terakhir cuma ikutin Conan

    BalasHapus
  3. Langsunf nyari film ini. tq rekomendasinya. aku emang suka genre macam ini. :D

    BalasHapus
  4. waah belum pernah nonton animasi kec cerita anak2. pasti menarik nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi kalo yang ini meski animasi genre-nya bukan anak-anak, lebih ke remaja ^^

      Hapus
  5. Jadi inget conan :D cuma conan yg bikin sy agak tertarik nonton animasi jepang. Tp klo ad yg ngasi ini film, mau deh nonton *loh, hehe

    BalasHapus
  6. Kalau Jdorama sebelnya suka sad ending yak. Kalau dari judulnya kyk y menarik. Kimi no namae wa? Kesannya misterius banget...

    BalasHapus
  7. Saya kangen juga nonton animasi Jepang. Udah lama gak nonton :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo, Bunda Keke & Naima, nonton lagi tapi yang ini romance genre-nya ^^

      Hapus
  8. wah udah lama saya ga nntn anime, bagus jg buat referensi tontonan malam minggu

    Regards
    Budy | Travelling Addict
    www.travellingaddict.com

    BalasHapus
  9. Bukan penggemar anime film , tapi anehnya suka pake kaos tema anime hihihi

    BalasHapus
  10. Kim no namaewa? kim no namanya ya artinya...
    susah bener sih,...

    BalasHapus
  11. Huwaaaaa aku suka bingit sama OST-nya, masuk billboard japan mulu sih kalo gak salah hehehe
    tapi masih maju mundur mau download nih, banyak anime yang asik musim ini.
    Kunjungan perdana, salam kenal :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Download aja, Mbak pakai wifi kampus biar nggak ngabisin kuota :D

      Salam kenal ^^

      Hapus
  12. Sepertinya seru.. ^^
    Aisyah suka animasi Jepang, apalagi Studio Ghibli..

    BalasHapus