Sabtu, 20 September 2014

KETIPU DEDI PADIKU



Membaca akhir kisah Dedi yang ditulisnya sendiri membuatku mengharu biru. Asli kocak banget. Kalau dulu ngaku buku ini nggak ada kocaknya sama sekali, pasti salah. Karena makin ke belakang, novelnya makin seru. 

Novel “Mengejar-ngejar Mimpi” adalah kisah Dedi Padiku di masa dulu. Ya, bisa dibilang tentang biografi Dedi Padiku. Biografi yang disajikan dalam bentuk narasi (novel). Bisa nih dikaji dan dianalisis dengan teoris Mimesis. Kisah nyata yang difiksikan. Yang mau skripsi, yang mau skripsi...

Mengejar-ngejar Mimpi: Diary Kocak Pemuda Nekat
Sayangnya jika itu aku, harus mengambil objek skripsi novel yang berbahasa Inggris. Andai Dedi Padiku adalah keturunan Ratu Elizabeth. Eh?

Oia, ini adalah kumpulan dari dua buku, lho. Buku yang pertama judulnya "Dikejar-kejar Mimpi" dan yang kedua "Mengejar-ngejar Mimpi." Pantas saja bukunya setebal 300-an lebih.

Sebenarnya ini buku aku baca untuk mengisi waktu luang saja, tapi selanjutnya akan aku jadikan bahan perbandingan di mata kuliah Sastra Banding. Kerennya, “Comparative Literature.”

Novel ini akan aku bandingkan dengan “Our Mutual Friend”-nya Charles Dicken. Siap-siap, Bang Ded!
Yang paling ngeselin pas disindir Dedi Padiku di akhir naskahnya

Bukunya beli, kan bukan minjem? Hehe

Kalau minjam, saya doakan lancar rezekinya jadi bisa mengahdiahkan buku ini ke orang lain. Jadi saya kebagian royalti, he he he... Becanda kok, kalau diseriusin, alhamdulillah.

Karena bukunya memang pinjam salah senior. Nggak apa-apa Bang Ded, kan lumayan bisa buat bahan saya di kelas “Comparative Literature,” gimana? :p

Konyol deh bukunya. Bener-bener tentang pemuda yang amat sangat nekat-kat-kat! Buat kamu yang merasa loyo dan sudah K.O ngejar mimpi,baca deh buku ini! Dijamin  bisa langsung sukses kayak Bang Dedi.

Dedi Padiku-nya marah-marah, emang lo siapa gue manggil-manggil Abang! :D
*just on imagination

Kamis, 11 September 2014

ABIKU DAN TANAMAN BARU


Ada tanaman baru. Abiku yang menanamnya. Abiku? Sebenarnya abii saja artinya sudah ayahku. Sebagai orang Madura banyak yang menyaiku soal panggilan ini. Abi artinya ayah dalam bahasa arab. Nah kebanyakan orang Madura yang sudah berhaji, maka otomatis anak-anak mereka akan memanggil beliau-beliau dengan sebutamn umi-abi. Dan pertanyaan yang serinkali terlontar kepadaku, 


“Umi sama Abi kamu sudah naik haji ya?”

Kira-kira begitulah yang sering ditanyakan rekan-rekan perihal panggilanku terhadapa mereka. Tentu saja aku jawab belum. Belum tapi segera, insya Allah. Doakan ya. Semoga.

Ini tanamannya

Nah kembali lagi tentang ceritan tanaman abiku. Aku belum menanyakan, tepatnya apa nama tanaman baru itu. Yang jelas kemarin abiku mengambil beberapa batangnya untuk dijadikan obat. Bercerita tentang obat. Abiku adalah orang yang sangat peduli terhadap kesehatan anak-anaknya. Coba deh ada yang batuk dikit, beliau segera memberi titah.

“Ambil itu bunga-bunga belimbing kecil di depan rumah.”

Atau ketika si dedek kena sesuatu pada kulitnya. Langsung saja abi membuat ramuan obat untuk bisul si dedek. Seperti kemarin. 

Kemarin umi tangannya luka. Abi juga memotong sebuah tanaman yang ditanam di belakang rumah. Untuk jari umi yang tak sengaja tergores pisau tajam. FYI, aku juga membantu dengan mengambil penisilin yang tertanam di depan rumah.

Begitulah di rumahku ada berbagai macam tanaman yang bermanfaat.

Oia, baru saja aku menanyakan. Nama tanaman itu Geliso kata abi. Bahsa apa ya. Mungkin bahasa jawa. Umm, ada yang bisa mencarinya di Mbah Gugel? Hehe..

Tentang tanaman yang bernama Geliso. Baruuu saja Abi berujar.

“Seharusnya kamu juga menggunakannya sebagai obat. Tapi makenya pas pagi (mungkin lebih tepatnya pas sahur, puasa bro) takutnya pas malem tak bisa tidur.”

Mungkin efek memakai obat itu bisa menimbulkan insomnia. Alias tak bisa tidur. Hoho..

Itulah abiku yang sangat perhatian terhadapku dan semua keluargaku.

SEBUAH TENDA DI ANTARA JEMURAN

Nah sekarang aku sudah selesai mencuci baju. Bersantai di bawah tendaku. Hmm, melihat anak-anak menonton tivi rasanya gimana gitu. Dalam kausu ini adik-adikku. Adik-adikku suka sekali menonton TV.

Hanger-hanger yang tergantung lesu

Ceritanya tadi aku disuruh umi untuk menjemur pakaian yang baru dicuci beliau. Sebagai anak yang patuh tentu saja aku bangkit dari dudukku. Semua orang juga sudah tahu bukan. Telapak kaki ada di bawah surga. Ups! Kebalik. Maksudnya surga ad di bawah te;apak kaki ibu. Aku menyebut ibu dengan umi. Umi berasal dari bahasa arab yang artinya ibu. Untuk itu aku bersegera untuk menjemur mereka. Pakaian basah yang sudah melolong minta dijemur. Yosh, hajimemashouka!

Mengambil hanger dan bersiap. Tara! Aku menemukan ide briliant tatkala akan menjemur seprei berwarna orange. Do uou know what? Oshiete kudasai, kata rumput yang bergoyang.
Jadi begini. Aku akan membuat tenda dari seprei itu. Seprei? Tenda? Maksudnya?

Iya membuat tenda dari seprei di antara sampaian yang berjejer. Nah, tahu kan sebenarnya anak-anak suka sekali bermain. Bukan duduk anteng di depan TV. Jadi aku akan membuat seprei untuk mengalihkan perhatian mereka. Treng-teng! Karena taraa terlalu mainstream :D

Summer time!
Gimana, gimana? Oke punya tak :-B

Langsung saja adik-adikku berlarian. Mereka malah membantuku mendirikan tenda. Menyiapkan alas dan menyapunya dengan bersih. Hoho, dedek-dedek imut nan lucu malah membawa kaca mata.

Cute-Ball..
“Kaya, liburan di pantai aja ya, Mbak,”

Ada-ada saja. Tuh kan mereka pada senang. Si Mbak juga mengambil alas lainnya. Yuhu! Semuanya pada ramai-ramai main tenda-tendaan. Lalu diriku yang asyik mengambil gambar mereka.

Cekrek,  cekrek!

Ups! Masih ada cuciaN yang tersisa. Lanjutkan...

*ini ceritanya flashback ya...ditulis di bawah tenda dan juga para pakaian yang sedang berjuang mengeringkan diri :D

JEJAK LANGKAH-NYA PRAMOEDYA

BENARKAH  BAHASA BELANDA ADALAH BAHASA PENGETAHUAN YANG DIAKUI DUNIA?

Semua pasti sudah mahfum tentang English atau bahasa Inggris adalah bahasa internasional. Anak Indonesia bahkan diajarkan bahasa internasional sejak bersekolalh di tingkat dasar. Bahkan kini dalam pendidikan anak usia hal itu juga diajarkan.

Lalu kenapa Belanda tidak? Bahasa dari negeri Kincir Angin tersebut 'kan adalah bahasa pengetahuan, jadi kenapa tidak diajarkan? Siapa yang bilang? Jejak  Langkah! Novel teralogi karya Pramoedya Ananta Toer.

Buku sangat menarik perhatian saya saat memasuki perpustakaan kampus di minggu pertama aktif kuliah. Seperti ada wajah baru. Pula, buku ini buku tertebal di deretan buku sastra. Sebuah novel roman karya orang terkenal.

MY FIRST ROMAN
Jejak Langkah nove tetralogi Pramoedya
Roman. Apa sih  roman. Yang pasti ini berbeda dengan ‘romance’. Karena kalau yang itu artinya tentang percintaan. Sambil menunggu dosen datang aku dan teman-teman mahasiswa lainnya berusaha menafsirkan arti kata tersebut.

Seorang temanku mengartikan roman itu adalah karya sastra yang rumit. Sulit. Tak gampang bahasanya. Tak mengalir.  Tak semudah membaca karya sasta yang terbit di jaman sekarang. Dan menurutku roman adalah karya sastra jaman dulu. Klasik. It’s kind of canon literature.

Let’s check on wikipedia.

 “Roman adalah sejenis karya sastra dalam bentuk prosa atau ganjaran yang isinya melukiskan perbuatan pelakunya menurut watak dan isi jiwa masing-masing. Bisa juga roman artinya adalah ‘kisah percintaan’


Ngomong-ngomong sola wikipedia, jadi inget kemarin. Seorang mahasiswa yang mempermasalahkan web tersebut. Let me tell you later.

Keren! Di dalam novel tersebut Minke, si tokoh utama dapat berbicara dalam berbagai bahasa. Bahasa asing, melayu dan beberapa bahasa daerah. Shugoi, na!

Coba deh baca. Jejak Langkah, novel setebal 700 halaman lebih.
Fuih! *ngelap dahi :p

Top markotop. Apalagi 4 buku yang dijilid jadi satu ini sudah pernah diterjemahkan ke dalan 40 bahasa lebih. So is my work soon, Amiin!
 


QUOTED: PRINCESS CHARM SCHOOL


I wont let you down!



Let me say, I believe every one of you has a princess potential.

Work hard, stay dedicated and you will achieve it.



Proud of caring.

Did you know what thing makes you a princess? Not a crown, but character.

Confident without character it’s danger.

Keep in your mind that we will apart again, someday.

It is an owner to be your princess. Princess Sophia!



There is a princess in everyone.

Because I’m perfectly comfortable with my self.