Rabu, 22 November 2023

ALASAN KITA MEMBELA A-AQSHA



I'm alive. I'm still alive. Aku masih hidup.

Kata yang terdengar dari para jurnalis dan warga Gaza ketika memulai pagi mereka. 

Sehari, ialah waktu yang sangat berharga. 

Sehari, ialah kesempatan yang tak akan dilewatkan begitu saja.

Sehari, ialah karunia Allah yang datang dengan sangat ajaib.

Sebab di atas kepala mereka rudal dan bom bisa jatuh kapan saja. Sebab maut bisa sangat dekat. Sebab para tentara dan moncong senjatanya bisa menembak sesuka mereka. Para malaikat pun bahagia sibuk menjemput.

Saban hari, banyak orang tak henti bersuara. Menyampaikan kebenaran, belajar sejarah dan tekun membagikan berita.

Menurutmu apa yang membuat mereka—dan kita semua harus terus menerus gencar menyuarakan?

THE BIG WHY WE HAVE TO STAND WITH PALESTINE

1. HUMANITY

Cukup menjadi manusia. Meski sangat jauh jarak kita, ribuan media telah banyak mengabarkan. Jutaan orang gencar membagikan laporan. Apa kau tak melihat, seorang ayah berjalan dengan cucuran air mata dan tas plastik di tangan berisi anaknya yang telah menjadi potongan? Apakah belum tiba berita seorang ayah yang tak tahu hendak ke mana membawa anaknya yang lunglai kehabisan darah dan nafas? Sedang rumahnya hancur.

Rumah sakit pun telah dihujani bom dan rudal. Dokternya ditembaki. Kemah pengungsian sudah tak ada lagi.

Jika kita punya teman satu kelas 20 orang. Jika kita punya teman satu angkatan 100 orang. Jika teman kita satu sekolah ribuan orang. Kini semuanya telah wafat. Semuanya telah mangkat. 

22 November 2023. Angka kematian di Palestina telah lebih dari 14.000 orang warga yang syahid. Belum lagi para tentara Zionazi bukan sekadar membunuh atau membantai, mereka juga menjual organ-organ yang diambil dari para korban. Itu bisa jadi menjadi alasan mengapa mereka mentargetkan rumah sakit.

Hei, di jauh relung sanubari apakah tidak sedikitpun empati? Wahai para pendukung penjajah apakah engkau bukan manusia lagi? Tidakkah kau dengar suara dari seluruh penjuru bumi?

2. HOLIEST CITY

Al-Aqsha ialah kota suci bagi tiga agama. Namun zionazi ingin memilikinya sendiri. Tak mau berbagi. Bahkan tiga ratus terowongan telah digali. Al-Aqsha bisa hilang dalam sekejap. Kita harus cepat bergerak.

3. BEST REWARD

As moslem, pahala berlipat dengan mudah dipanen di Al-Aqsha. Beberapa hadist menyebutkan, jika kita shalat di Baitul Maqdis kita bisa meraih pahala 250, 500, hingga 1000 kali lipat. 

4. MARKAS ORANG-ORANG HEBAT

Perang di Palestina mengabarkan banyak hal. Termasuk fakta bahwa di sana, tingkat literasi adalah yang terbaik ketiga di dunia; 99,37%.

Pantas saja anak-anak di bawah umur 10 tahun bisa lugas menjawab pertanyaan wartawan. Public speaking-nya mantap. Seusia itu mereka bahkan sanggup menulis surat wasiat.

Orang-orang hebat yang bisa mengubah dunia menjadi lebih baik dan bijaksana. One day, I want to discuss and be friend with them.

5. SAFETY

Zionazi selalu menebarkan teror bahkan sejak kedatangan mereka paska Nazi Jerman di 1917. Mereka merampas rumah, tanah dan segala isinya padahal mereka pendatang. 

Palestina harus dikembalikan ke penduduk lokal. Sejarah mengatakan jika muslim yang memimpin di Palestina maka tidak akan ada huru-hara. Terbukti Umar bin Khattab, Shalahuddin Al-Ayyubi berhasil membebaskan. Ratusan tahun mereka hidup damai.

6. ISRA' MI'RAJ

Allah subhanallah wa ta'ala bisa saja menaikkan Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam ke langit. Namun tidak. Beliau masih transit dulu ke Al-Aqsha dan menambatkan buraq di sana. It means alot. Ada sesuatu yang istimewa dari Al-Aqsha.

8. KIBLAT PERTAMA 

Setelah Nabi Adam alaihis salam turun ke bumi beliau membangun masjidil haram, 40 tahun berikutnya Al-Aqsha. Memang bukan dalam bentuk kubah mewah seperti yang terlihat sekarang. Melainkan hanya dalam bentuk pondasi.

Dan ketika Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam diangkat menjadi Rasul, umat Islam shalat menghadap Baitul Maqdis. 16 bulan setelah beliau hijrah, barulah kemudian Allah pindahkan kiblat shalat ke arah kakbah. 

10. BERBICARANYA BATU

Well kenapa batu bisa memberikan kabar, bahwa di belakangnya ada Zionis? Karena kebanyakan manusia diam. Setidaknya para penguasa dengan sifat wahn-nya. Ia tidak memakai kekuasaannya untuk membantu warga Palestina.

Jika Amerika, Inggris dan Jerman telah mengirimkan bantuan untuk menolong Zionis maka pasukan muslim baru Houthi dan Hizbullah.

Dan apa yang bisa kita lakukan untuk membela Al-Aqsha?

11. TANAH PARA NABI


Kelak, jika kita Allah takdirkan untuk bertandang ke Palestina, akan kita temui makam para Nabi, Insya Allah. Yuk kita perjuangkan dari sekarang.

12. TANAH HIJRAH PENUH BERKAH


Setelah Allah selamatkan Nabi Ibrahim alaihissalam dari kobaran api, Allah perintahkan beliau bersama Nabi Lut alaihissalam untuk berhijrah ke Syam. Kemudian keluarga beliau bergenerasi di sana; lahirlah Nabi Ishak dan Ya'kub alaihimssalam.

_________

Kita harus terus belajar. Agar kita tidak menulis dengan pena yang tumpul. Kita harus mengkaji ilmu dari segala sisi agar suara kita bukanlah radio rusak tanpa makna.

Kita mungkin sebaris semut kecil. Kita mungkin burung pipit tanpa kepak saya sebesar elang. Namun suara kita ialah gigitan panas yang akan terus menyerang. Suara kita adalah kicau yang akan memekakkan telinga para penjajah.

Minggu, 19 November 2023

10 CARA BEBASKAN PALESTINA

Sudah sebulan lebih kita tertampar banyak fakta. Lautan informasi tak pernah surut. Kapal-kapalnya terus berlayar saban hari di kepala. Gelombangnya mengetuk-ngetuk daratan seraya berkata, "Apa yang sudah kau lakukan untuk saudara kita di Palestina?"

Kita tak hanya diam membaca, menonton layar yang sudah lama terendam darah, bukan?


Kadang sesak tiba-tiba saja datang.

Terkadang pening di kepala ialah serangan yang tak kunjung usai.


Ini 10 cara kita bela Palestina.


1. PRAY

Muslim ialah ibarat satu tubuh. Apabila satu anggota badan merasakan sakit, bagian badan yang lain merasakannya juga. 


All your actions to support Palestine are matters. Dan waktu terbaik adalah ketika Tahajjud. Waktu yang tepat untuk Allah akan jawab doa kita. Panah akan melesat tepat pada sasaran.



Kalau kita sungguh-sungguh sedih dengan pembantaian di Palestina bangunlah sebelum Subuh. Angkat tangan dan panjatkan doa-doa panjang agar Palestina segera merdeka. Buat permohonan terbaik. Minta sama Allah. That's our prime time. 


Jika tidak bisa bangun malam, setidaknya ketika sujud. Waktu mustajab, agar doa-doa yang kita panjatkan Allah jadikan nyata. Juga panjatkan doa ketika adzan selesai berkumandang, saat safar dsb.


2. SHARE

Speak up, make the world aware through the right situation on your own social media. Bikin orang-orang pada ngeh dengan apa yang terjadi di sana. Bagikan kebenaran tentang berita Palestina di 

Instagram, WhatsApp semampu kita. 


Jika khawatir terkena banned, kita bisa pakai bahasa sandi yang biasa kita gunakan waktu kecil. Meverdevekava Pavalevestivinava! I think, sistem algoritma dan robot AI sekalipun takkan mendeteksi bahasa sandi kita. Apalagi misal bahasa Madura yang di-convert. Mavajuvuhkavah pavas mavangkavat!


3. LIBERATION OF MIND

Belajar. Belajar. Belajar. Belajar dari banyak sumber. Dengarkan podcast dan kajian dari para ahli. Baca buku-buku terkait. Lantas kita bikin ke flyer, brosur atau bahkan e-book agar semua orang bukan hanya paham 'what happens there' tapi juga bisa mengerti 'the BIG why' kita dukung Palestina. Mari belajar sambil terus memperdalam lagi ilmu dan keterampilan yang sudah ada pada diri.


4. BACK TO AL-QUR'AN

Perbanyak interaksi dengan Al-Qur'an. Pahami ayat dan pelajari tafsirnya. Lihat bagaimana Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda. Kita telusuri sebanyak mungkin sejarah-shirah di masa lampau. Semakin sering kita berinteraksi dengan Al-Qur'an, semakin tangguh keimanan dan kekuatan kita. Karena sesungguhnya para pejuang Palestina adalah ahlullah, yang selalu dekat Al-Qur'an. Bahkan taktik di medan perang semuanya diambil dari kalamullah.


6. BOYCOTT ALL ISRAELI PRODUCTS

Kalian suka terbayang-bayang tidak? Uang yang kita bayar itu menjadi peluru, bom, bahkan rudal untuk menghancurkan rumah, sekolah dan rumah sakit mereka? Terbayang tidak, uang kita membuat ribuan anak-anak meregang nyawa, ribuan anak-anak kehilangan orang tua dan saudaranya?


Inginnya sih colekin negara-negara Arab untuk stop kirim pasokan minyak ke Israel.. tapi 'kau tahu bagaimana'. Boikot! Ini cara efektif untuk bantu Palestina tanpa menumpahkan darah.




Kalau sudah terlanjur punya, habiskan produknya dan jangan lanjutkan beli lagi.


Then, not make any deal! Jangan bikin kerjasama produk dalam bentuk apapun. Para influencer dapat stop kerjasama. Kita tidak bisa bekerjasama sama dengan para pembunuh, bukan?


7. DONATE

Anggarkan dana untuk berbagi hadiah spesial anak-anak Palestina. Bisa nanti membangun kembali sekolah, rumah sakit dan rumah mereka yang telah hancur..




Tidak hanya uang. Bisa dalam bentuk mainan, pakaian layak pakai atau bahkan selimut karena mereka mulai memasuki musim dingin.


8. CONNECTING THE DOTS

Kita yang punya banyak links, contacts dengan superpower, mainstream media, ambassador negara-negara terkait, atau mereka yang punya banyak follower, bisikin dan ajak mereka untuk dukung Palestina.


9. COME AND VISIT

Datang dan kunjungi. Jika Al-Aqsha semarak dan gemerlap seperti Madinah dan Mekkah. Zionazi akan takut menguasai Al-Aqsha karena jutaan muslim datang mengunjungi tanah suci kedua.



Semoga selanjutnya banyak travelers yang aware. Umroh plus Al-Aqsha, bisa!


10. TOGETHER AS ONE


وَٱعۡتَصِمُوا۟ بِحَبۡلِ ٱللَّهِ جَمِیعࣰا وَلَا تَفَرَّقُوا۟ۚ وَٱذۡكُرُوا۟ نِعۡمَتَ ٱللَّهِ عَلَیۡكُمۡ إِذۡ كُنتُمۡ أَعۡدَاۤءࣰ فَأَلَّفَ بَیۡنَ قُلُوبِكُمۡ فَأَصۡبَحۡتُم بِنِعۡمَتِهِۦۤ إِخۡوَ ٰ⁠نࣰا وَكُنتُمۡ عَلَىٰ شَفَا حُفۡرَةࣲ مِّنَ ٱلنَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنۡهَاۗ كَذَ ٰ⁠لِكَ یُبَیِّنُ ٱللَّهُ لَكُمۡ ءَایَـٰتِهِۦ لَعَلَّكُمۡ تَهۡتَدُونَ


[Surah Āli-ʿImrān: 103]


_________

We can do much more. Tidak hanya menangis di atas kasur sambil memandang layar dan air mata terus-menerus berjatuhan.


These ways are important for all muslims in any countries. Kalau Dr. Zakir Naik Naik bilang, "They are doing fardhu kifayah for protecting one of the holiest site in Islam." Harusnya ini tugas semua umat muslim 'kan untuk menjaga Al-Aqsha?


Kita bisa beraksi nyata semampu kita dengan tetap mengandalkan Allah Al-Aziz.


Palestina, merdeka!

Minggu, 12 November 2023

DI SEBUAH KALA



Sore itu aku melewati jalan, di tepian pantai. Di langitnya, beberapa layang-layang sedang terbang. Bunyi ngiang-ngiung tampak berkejaran di ekornya yang tertiup angin. Khas layang-layang goang.
 
Percikan saga seketika berubah di benakku menjadi langit Palestina. Tak serupa layang-layang goang lagi. Ia adalah deru berisik drone bercampur jet-jet tak mengenal waktu tempur. Dentuman rudal dan bom bisa kapan saja jatuh mengenai rumah, sekolah atau kepala manusia.
 
Pun di malam yang biasa terhias kilau cantik planet-planet yang terlihat di kejauhan. Mana ada!
 
Asap-asap merebak di langitnya diiringi darah segar yang tak henti mengucur. Lalu satu-satu bangunan itu roboh, runtuh dengan ribuan tubuh tertimbun. Penjajah telah merebut segala hak hidup Al-Quds. 
 
__
Di jalan sebuah desa, aku melihat anak-anak bermain dengan girangnya. Tampilan visual di hadapanku berubah menjadi jajaran anak-anak surga. 
 
Keberanian tanpa ada rasa takut. Lengannya tertulis indah nama mereka. Agar saat syahid datang semua orang mudah mengidentifikasi diri. Permainan mereka adalah tandu yang mengangkut saudaranya syahid. Tasnya berisikan, potong anggota badannya yang sudah lebih dahulu pamit.
 
Jika dunia mengalami mental health gegara kerumitan hidup yang porak-poranda hingga tak mampu berbuat apa-apa dan meratapi nasib yang tampak sia-sia. Lihatlah anak itu sekuat apa jiwanya hingga begitu tegar mencari, mengambil, memeluk saudaranya yang telah berpuing-puing?
 
___
Makan malam sebelumnya mereka tampak bersama. Di meja itu, ia masih bersama ayah, ibu dan anggota keluarga lainnya. Besoknya anak kecil itu sendiri. Menghadapi dunia dengan dua kaki. Matanya membulat. Rasanya hitam pekat hingga tak mampu membuat reaksi. Habis sudah semua narasim Tangan dan lututnya bergetar. Tak bisa menerka apa yang akan terjadi nanti.
 
Allah. Allah. Allah. 
Kita milik-Mu. Anak-anak, para pejuang di Al-Aqsha juga dalam genggaman-Mu.
 
Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji'un. 
Kita dan mereka semua milik Allah dan kepada-Nya kita kembali.
 
Dengan izin-Nya, takkan habis kata-kata tersemat untuk Palestina, karena ia kiblat umat yang pertama. Tak pernah kering rasanya air mata; mendengar, menyaksikan pembantaian di negeri Al-Aqsha tercinta.
 
Kita, sebagai manusia yang memiliki hati nurani, takkan diam saja, 'kan? 
 
Ada yang bisa kita perjuangkan, bukan?
Ada, kan?
Ada yang sedang..

______________ 

#kitabersuara #westandwithpalestine #freepalestine

#flppamekasanpedulipalestine @flppamekasan #flppamekasan #WritingChallege2023

Rabu, 19 Desember 2018

Cheetah Palestina

Setelah bersiap dengan kuda-kuda, ia berlari melesat jauh. Di jalan yang sepi. Di bawah rimbun pohon jati.

Seperti boomerang, beberapa menit kemudian si pelari kembali dengan kecepatan yang melambat.

"Lho, sudah balik, Dek?"

"Iya di sana banyak orang," sahutnya terengah-engah.

Lebih dari 10 meter dari tempat kami berdiri terlihat gerombolan memblokade jalan. Mungkin sedang lari pagi juga.

"Oke berarti larinya sampai ujung jalan situ."

Oke. Si pelari memulai posisi kuda-kuda lagi.

~

Malamnya aku mendapat jatah tulisan dengan tema binatang. Fix. Tak gambaran sama sekali dalam pikiranku. Temanya terlalu unik.


Sebelum jam beralih ke pukul sembilan aku menaiki tangga ranjang susun. Mendekati si pelari cepat yang bersiap tidur.

Kubilang mau wawancara. Dia mengerjap. Membuka matanya sedikit. Persis Nussa yang setengah mengantuk membimbing Rara berdo'a.

Pertanyaan pertama tentang hewan favoritnya.

"Cheetah!" jawabnya cepat.

"Kenapa?"

"Soalnya larinya cepat." Tangkas dia merespon.

"Oh, berarti waktu latian tadi pagi pengen lari cepat seperti  cheetah?" Dia mengangguk lalu menguap yang cepat ditutupinya dengan guling. Soalnya itu teh pintu masuknya setan.

"Dari mana tahu cheetah?" Aku masih stand by wawancara.

"Dari film Tupi Pingping."

Ia kemudian menceritakan kisah cheetah yang berlari kencang menuju gerombolan rusa yang akan menjadi santapannya.

"Kalo jadi cheetah Adek mau ngapain?" Ditanya begitu si pelari diam sejenak. Oke sepertinya aku harus meralat pertanyaan untuk anak SD.

"Kalo Adek punya kemampuan seperti cheetah. Bisa lari cepat. Adek mau lari ke mana?"

"Lari menuju pintu," katanya.

"Pintu apa?"

"Pintu akhirat!" Lagi-lagi dia menjawab dengan tangkas.

Masya Allah.

"Tapi larinya harus ada rusanya. Biar terpacu mengejar akhirat. Terus kalo jadi cheetah, enak! Ikut lomba lari. Balapan. Dan menang."

"Memang pernah lihat lomba lari?"

"Pernah."

"Di mana?"

"Di SGO, Bugih. Lapangannya luas. Lari keliling lapangan sejauh 400 meter."

"Siapa yang ikut lomba?"

"Ada. Temen-temen. Namanya Dwi. Dwi itu perempuan, Mbak," jelasnya menegaskan dan menyebut tiga orang lainnya. Satu laki-laki dan dua orang perempuan. Teman kelasnya.

"Yang menang lomba jarak 80 meter, Mbak."

"Lho yang lari 400 meter?"

"Yang 400 meter tak nyongngo'." Dia keburu pulang karena hari sudah siang katanya.

"Ada temen yang pingsan, Mbak. Kalengnger. Capek mungkin. Ada juga yang disiram air dingin ke mukanya."

"Mungkin itu kurang kuda-kuda, Dek. Belum sarapan kali. Eh, besok mau lari pagi atau nggak?"

"Nggak tahu," respon dengan mendidikkan bahu. Dia sudah lemes dan mengantuk.

Beberapa menit kemudian dia sudah berpindah alam. Tertidur.

~

Keesokan harinya ia menagih. Ketika hari sudah agak siangan.

"Mbak tadi kok nggak lari pagi lagi?"

"Eh iya, Insya Allah besok ya. Semoga nggak lupa."

~

Demi kuda perang yang berlari kencang terengah-engah, dan kuda yang memercikkan bunga api dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba pada waktu pagi, sehingga menerbangkan debu, lalu menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh..

[Surat Al 'Adiyat: 1-5].


Ali RA, menafsirkan bahwa yang dimaksudkan adalah unta. Karena di waktu perang Badar tidak ada kuda.
Hmm, cheetah kan juga bisa berlari kencang. Mungkin si pelari cepat bisa membebaskan Palestina dengan berlari kencang seperti cheetah. Dengan latian rutin pagi-pagi.

Cita-citanya sedari umur tiga tahun adalah pembuat robot. Robot yang bisa bertempur dengan anak-anak Palestina melawan tentara Israel yang pasti kalah dengan izin Allah.

Masya Allah. Semoga Allah ijabah.

Yuk lari pagi! Latihan jadi Cheetah Palestina!

Cheetah Palestina

Senin, 17 Desember 2018

MAKAN

Kenapa manusia harus makan? Inilah pertanyaan yang selalu terngiang di kepalaku.

Aktifitas makan menurutku seringkali mengganggu.

Bayangkan saja kita asyik menulis. Khusyuk masygul mendesain. Atau sedang dalam kegiatan yang membutuhkan konsenterasi penuh dan tiba-tiba lapar datang mengacaukan suasana.

I mean she was the trouble maker :D

Eating takes time. Kita harus bangkit ambil makan. Meninggalkan proyek yang melambai-lambai
Belum lagi mengunyahnya. Duh lama. Idealnya itu dikunyah hingga 33 kali.

Kenapa tidak cukup saja satu suap agar kita bisa kembali fokus.

Apalagi kalau makan masakan Ummu. Satu centong mana cukup wkwkwk.

Ya kan Rasulullah saja makan kurma tiga buah itu sudah. Bahkan Rasulullah seringkali tak makan. Di perutnya terganjal batu-batu untuk menahan rasa lapar.

Aku makan tiga buah kurma, perut kok masih keroncongan yah.

Iyalah, apalagi kalau kamunya sedari pagi nggak makan. Ya nggak cukup.

Kalau kita mah males makan bukan karena tak ada makanan, tapi keburu tanggung proyek yang sedang dikerjakan.

Iyaaa aku sii.

Berbeda di zaman Rasulullah. Beliau menahan lapar karena memang tidak ada kesediaan makanan.

Nah kita (aku) makanan banyak dibuang-buang.

Maafkan aku yaa foodies.

Da atuh, kumaha geuningan..

Aku setuju dengan Vincent. Karakter rekaan-nya Bunda Asma Nadia di serial Aisyah Putri. Dia lebih suka ber-Ramadhan ria tiap bulan.

Hihi, jadi inget kata si Eceu.

"Kamu mah mau puasa tiap hari juga pasti kuat. Lha wong sehari-harinya jarang makan."

Hiks.

Aku pernah mendengar bahwa para astraunat luar angkasa itu tidak pernah makan. Hanya dengan menelan satu kapsul saja sudah kuat bertahan.

Nah, aku mau tuh yang kayak gitu. Tinggal hap. Sudah kenyang. Bisa langsung be right back ke proyek lagi tanpa harus bermenit-menit nge-date sama makanan.

Faktanya kita tidak memiliki kapsul tersebut. Jadi we have to eat. Hihi.

Karena perut hak punya untuk makan. Karena kita butuh energi untuk bergerak.

Sabda Rasulullah, makanlah sekadar menegakkan tulang punggung.

Gian nanti proyeknya tambah keteter tho kalau kita nggak makan, in case nggak makan bisa bikin sakit. Tul nggak?

*berdiskusi tentang hal ini ternyata banyak sependapat denganku, hihi.

Minggu, 11 November 2018

November Rain: Sakura di Sepanjang Jalan UTM

Halo November dan jalan raya UTM yang penuh sakura di musim penghujan! Iya, momen-momen yang gloomy karena langit sering kelabu.

Keadaan yang enaknya duduk di ruang perpustakaan privadi. Di samping kaca jendela berembun. Dilatarbelakangi rintik gerimis dan murattal Syaikh Misyari Rasyid. Dengan secangkir coklat panas mengepul di meja dan buku bacaan favorit di tangan.

Dan tiba-tiba kulihat bunga-bunga sakura telah bermekaran di sepanjang jalan yang selalu kulewati saban hari.

Tsaaaah.

Sakura yang sering kulihat berlokasi di sepanjang di jalan kenangan.


Jalan raya Universitas Trunojoyo Madura. Ia tumbuh sejak engkau turun di pertigaan halte bus. Hingga gerbang kecil tempat engkau dari kampus.

Honestly itu bukan sakura. Cuma pohon besar yang berbunga semua seperti sakura.

Bungur; Pohon Berbunga Sakura di UTM
Tulisan ini terinspirasi dari postingan Alfi yang bercita-cita mengabadikan momen bersama Tatebuya sp. Bunga sakura ala Alfi. Bedanya bunga ini berwarna kuning.

Nah, kalau bunga yang kumaksud adalah bunga bungur!

Aku baru menyadari adanya bunga ini ketika Divisi Pers IT mengadakan pertemuan rutin SABAN HARI. Kerjaannya, membedah karya!



Sesi Bedah Karya Pers IT

Kami kumpulin karya, kami bedah bareng-bareng. Apa yang kurang.  SPOKnya sudah cocok atau belum. Itu hikmah tulisannya apa and so on. Semuanya weh dianalisis. Atau mungkin lebih tepatnya dikeroyok, haha.

Intinya kami ngebahas bagaimana supaya karya kami sempurna. Perfecto. Supaya yang salah dibenerin. Yang kurang ditambahin. Layak dibaca. Biar nggak bikin sakit mata pembaca wkwkwk.

Itu jaman ketika negara api belum menyerang. Eh nggak ding itu mah jaman pas dinosaurus yak. Kita mah belum ada. Belum lahir :D

Itulah jaman Mbak Alin sudah nggak di Yasmin. Terus saat Dek Anggun gabung di Pers IT dan memberi tahu tentang bunga kesukaannya; trifolia.

Ketika itulah aku menyadari bahwa sepanjang jalan UTM banyak tumbuh SAKURA!

Sakura Pink (Google)

Hihi iya, karena kami berangkat bedah karya pagi-pagi. Jam enam sudah harus di lokasi. Jadilah jam lima kami sudah berangkat. Saling jemput. Bersepeda atau jalan kaki.

Kos Mbak Alin dan Dek Anggun yang paling membuat aku SADAR itu bunga SAKURA banget!

Sakura Kuning (Google)

"Itu namanya bunga bungur, Mbak," jelas Dek Anggun menunjuk pohon berbunga lebat di depan indekosnya.

Apapun nama aslinya bagiku tetap sakura, wkwkwk. Efek belum pernah menyentuk sakura secara langsung.

Tentu saja pagi-pagi jalanan masih sepi. Berkabut dan dingin. Apalagi sisa hujan semalam.

Membuat kami melangkah santai. Sambil memandangi bunga sakura penuh kenangan.

Aku menghitung ada sekitar 8 atau 9 lebih pohon bungur di sepanjang jalan UTM.

Sakura Putih (Google)

Di antara halte bus sampai daerah gang Yasmin tumbuh bungur berwarna putih. Tumbuh dan berbunga satu-dua.

Di depan kos Mbak Alin ada warna pink. Bunganya rimbun. Sampai reranting yang tingginya selutut pun berbunga. Bikin betah kalau main.


Di seberang jalan warnet Safa, tepat di tukang pentol langanan sepulang kuliah ada warna pink keunguan. Pohonnya agak tinggi. Besar. Lebar. Jadi bunganya banyak.
Di pertigaan BTN ada warna ungu. Pohonnya mungil tapi tinggi banget. Kalau mau dijepret harus dizoom. Dan mungkin inilah satu-satunya pohon sakura yang tersisa sekarang.

Banyak indekos yang dibangun sepanjang jalan. Warung-warung baru. Toko-toko yang direnovasi. Jalan kampus yang diperlebar. Membuat bunga-bunga sakura harus tumbang.

Bungur Merah Muda di dekat Bakso Metropolis

Pernah suatu kali aku sedang bersepeda menikmati pagi. Berburu udara sehat sebelum tercemar klakson dan knalpot di jalanan kampus.

Kami menemukan batang bunga bungur yang sudah ditebang. Dibuang di rawa-rawa. Malang melintang di antara ilalang yang kian meninggi.

Namun pohon tersebut hidup menghasilkan banyak bunga!
Masya Allah! Sakuraku! 

Jadilah si bunga jadi props foto-foto.

Bungur dan Buku

Hihi. Memang pertemuanku dengan sakura, sukanya ketika matahari belum meninggi. Apalagi rapat-rapat kampus seringnya pagi-pagi.

Waktu itu juga pernah. November yang gerimis. Ketika jalan-jalan pagi dengan anak Yasmin. Hanya sakura di pertigaan BTN yang berbunga.

Entah sekarang. Live cherry blossoms! 

Semoga masih ada. Meski hanya tersisa satu dua pohon. Setelah beberapa hari tanah kenangan menjadi tuan rumah bagi gerimis di bulan November.

♡

November Rain ala Dek Ani bisa dibaca di sini.

Jumat, 09 November 2018

Mati

Tentang hati, tentang mati.
Tentang istiqamah yang harus dinyalakan berkali-kali.

---

Suasana riuh. Nasyid menjadi latar yang memenuhi ruangan. Satu-persatu tamu maju ke pelaminan untuk diabadikan sebagai sebuah kenangan.

Seorang teman mendekat kepadaku. Memilih tidak bergabung dengan keramaian.

"Mbak, bagaimana caranya agar bisa istiqamah?" sebuah pertanyaan yang sulit. Karena kita tahu, iman seringkali terbolak-balik.

Itulah mengapa Ummu Salamah memberi tahu bahwa do'a yang sering dibaca Rasulullah shallaahu wa 'alaihi wa sallam ketika sujud adalah,

Ya muqallibal quluub. Tsabbit qalbii 'ala diinik.

Aku meletakkan hidangan berusaha untuk fokus memberikan jawaban.

Padahal Rasulullah saja yang sudah jelas terjaga. Ada malaikat Jibril yang senantiasa membersamai masih meminta dalam sujud panjangnya.

Then me. Who am I? I am just a dirty dust girl.

Pun dengan ribuan basuhan air hujan. Mungkin tak dapat luntur debu-debu dosa pada diri

Yet, bukankah adalah kewajiban kita ketika ada saudara yang meminta nasihat sudah selayaknya kita memberi?

Baiklah.

Alunan nasyid sudah berganti. Teman-teman sejawat masih mengantri menuju pelaminan. Sedangkan ia menarik kursi. Mencoba mendengarkan.

---

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah,” kemudian mereka tetap istiqomah tidak ada rasa khawatir pada mereka, dan mereka tidak pula bersedih hati.

[QS. Al-Ahqaf: 13]

Ibnu Katsir tidak menjelaskan secara rinci dalam kitab tafsir. Beliau hanya memberi pesan bahwasanya orang-orang yang beriman; yang mengakui bahwa Allah adalah satu-satu Tuhan yang harus disembahnya, tidak pantas baginya untuk bersedih hati. Tidak untuk masa lalu. Tidak pula untuk masa depan.

Tapi syarat selanjutnya adalah istiqamah.

How can it be?

---

Ajal,
Begitu cepat ia menjemput
Sedang amal belumlah cukup

Hari,
Adalah dentingan waktu
Menunggu mati

Haiku di atas aku tulis Jum'at, 19 Oktober 2018. Ketika Pak Wi meninggal. Tiba-tiba.

Beliau tidak punya penyakit. Biasanya kulihat duduk di depan Griya. Memperhatikan anak-anak pulang-pergi. Memperbaiki perkakas yang rusak serta menjaga dan membantu kebutuhan Griya.

Istrinya bercerita. Beliau waktu itu pulang ke rumah. Duduk-duduk. Lalu tak lama kemudian meninggal.

Teringat pula nenekku yang juga tak punya penyakit. Sedang asyik menggendong cucu, kemudian tetiba malaikat Izrail datang.

---

Ajal,
Begitu cepat ia menjemput
Sedang amal belumlah cukup

Hari,
Adalah dentingan waktu
Menunggu mati

Gempa di Lombok, Tsunami di Palu.
Musibah di darat, laut dan udara yang menelan nyawa manusia.

Bukankah semua adalah kehendak Allah? Peristiwa yang diingini-Nya.

Fa ana tadzhabuun?

Mau ke mana kita pergi? Tempat mana yang dapat kita jadikan lokasi tuk bersembunyi?

Daun yang gugur tertiup angin. Semut di bawah tanah. Burung-burung di balik pepohonan. Bahkan ikan yang berenang di kedalaman laut.

Tak ada yang luput dari penglihatan Allah.

---

"Tahu nggak apa yang ada di pikiranku?" Hening tak ada jawaban. Mungkin dia menggeleng. "Ya Allah bisa nggak yaa, aku masuk surga." Bening menghangat. Tanpa permisi menuruni pipi.

"Aku juga sering berpikir gitu. Banyak dosa dan belum ada bekal ke sana. Ya Allah..."

Dalam do'a kami berpelukan. Saling menguatkan dalam diam.

---

Kami tak tahu kapan kami memiliki pesta, pernikahan kami sendiri namun mati adalah hal yang harus dipersiapkan.

Sejak semula Allah telah menetapkan. Jodoh, rezeki, mati.  Namun banyak orang sibuk mencari dengan siapa ia akan dipasangkan. Sibuk mencari apa yang nanti akan dimakan. Sedang mati telah suri terlupakan untuk disiapkan.

Bukankan dalam Adz-Dzariyat ayat 56 Allah telah menerangkan. Musabab kita diciptakan; agar tunduk patuh kita beribadah kepada-Nya.

Beribadah. Berharap rida Allah. Adalah hal krusial yang harus diprioritaskan.

Karena dunia ini adalah permainan. Tempat kita menabung amal. Persinggahan sebelum  tiba kematian, yang bisa kapan saja datang.


Nasyid sudah lama tak terdengar.

---
يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ
ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً

Wahai jiwa yang tenang!
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya.

[QS. Al-Fajr: 28].

♡