Kamis, 20 November 2014

UJIAN TERAKHIR JEPANGKU

Aku menemukan tulisan ini di antara draft-draft lama. Tulisan yang tak pernah selesai. Nangkring di sana dan membutuhkkan tangan pencipta. Penulis yang tak pernah kunjung tiba. Mendekap diri, bersemedi. Hadoh, jadi berpuisi deh :D

Ujian terakhir Jepangku, kapan ya? Seingatku itu sebelum Ramadhan tiba. Kalau tidak salah tanggal 22 Juli kemarin. Jadi kangen kelas Jepang. Kelas itu hanya ada dua semester saja. Japanese-I dan Japanese-II.

Aku ingat. Sebelum ujian tiba aku belajar mati-matian dan tidak mati beneran. Aku harus menghafal semua kosakata dan seluruh rumus-rumus kata kerja. Kita diajari grammar juga di sana.

Itu ujian terakhir. Karena nggak akan ada Japanese-III. Hanya sampai di sini saja*nyanyi.

Malam sebelum ujian, apalagi. Belajarku makin jadi. Aku takut banget nggak bisa jawab pas ujian nanti. Belum lagi, nanti semua soal 'kan pake bahasa Inggris dan kita kudu jawab pake tulisan hiragana atau katakana. Jadilah, aku Mending Wall. Dinding kamarku penuh coretan rumus pake tulisan Jepang. Pokoknya mah study hard..

Besoknya, dosen Jepangku sudah di kelas. Ah, si bapak dosen tak pernah telat walau semenit. Bahkan beberapa menit sebelum kelas dimulai, selalu sudah berada di sana. Selalu on-time! Karena sudah kebiasaan budaya di Jepang 'kali ya?

Soal dibagikan. Jarak antar mahasiswa semeter lebih. Haha kapok loe. Temenku bahkan ada yang membawa kerpekan di dalam kotak pensilnya. Ya ampun. Gimana nasib Indonesia ke depan coba? Kalau anak negerinya, punya tabiat buruk kayak gitu. Padahal dia ngaku uda belajar, tapi masih takut pas ujian. Dia bahkan tidak mempercayai dirinya sendiri. Percaya bahwa dia bisa.

Tentang ujian, aku lebih suka duduk di bangku depan. Biar lebih nyaman saja mengerjakan soal. Tanpa takut ada cola-colek,"Nomor 6 jawabannya apa?" Bikin daku tak tenang saja.

Abis ujian kelar sih, lega sekaligus takut. Itu tampang nilai Jepangku gimana, ya? Pasalnya aku ketuker pas nulis Jepangnya panas sama dingin. Sampe sekarang pun suka ketuker*parah.

Dingin itu harusnya samui, dan panas atsui*yang ini masih ngecek wakan*tepok jidat. Tapi lupa, yang aku tulis di kertas ujian apa. Yang bener atau salah? Soalnya aku ganti berkali-kali :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar