Tampilkan postingan dengan label Kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Desember 2016

Thesis Proposal Seminar Preparation




Angkat tangan dong yang lagi atau mau seminar, raise your hand up.. Yang belum, semoga dimudahkan. Bismillah ya semoga semuanya dilancarkan. Hanya ingin berbagi saja, tentang perlengkapan, what you have to do in preparing thesis proposal seminar. Especially for you, English Department Student of  UTM. In case, beberapa bulan terakhir banyak banget yang mau seminar. Lumayan lha bisa buat investasi. Kalau ada yang nanya nanti, tinggal sodorin tulisan ini. 

Yuk ah langsung cekidot. Tentang apa saja yang perlu kamu persiapkan sebelum seminar diselenggarakan. Ikimashou..

Bimbingan!
Yap, ini yang paling penting. Rajin bimbingan, agar dosen pembimbing tahu isi skripsimu. Lanjut terus bimbingan. You should force your slef to do it. Meski, kadang pas bimbingan dapet bingkisan bunga krisan (baca: komentar nyelekit), ya lanjut aja. Itulah gunanya taman, terdapat berbagai macam jenis bunga *eh ><

Jujur, aku pun pernah berlinang air mata selepas skripsian sama dosen. Alasannya? Kalo ingin tahu lebih lanjut minta link videonya sama malaikat, haha. Tapi ya gitu, kita tak boleh patah semangat gegara itu. Kasus ini, banyak banget lho. Banyak, buanyaak! Ngilang berbulan-bulan dan nggak balik-balik. Yang kaya gini nih nggak boleh ditiru ya.

Rajin bikin jadwal sama dosen. Kalo minggu ini full, sibuk tak bisa ditemui, incar saja terus sampai beliaunya punya spare time for you

            Maaf Selasa ada rapat jurusan
            Maaf Rabu rapat dinas
            Maaf minggu depan full di luar kota

Aku suka gitu, incar meski sampai minggu depan, depannya lagi. Pokona mah, kan kita yang perlu, jadi urang dewe (code swicting euy bahasanya -_-‘) yang kudu usaha. Yuk, jangan patah semangat!

Tapi ada juga beberapa dosen yang punya jadwal tetap bimbingan. Nah, kalau sudah ditentuin begitu, jangan ngilang. Harus datang! Penuhi hak bimbingan kita, nanti dibilang korupsi waktu lho.

Selain rajin bimbingan pastinya memperbanyak wawasan dengan membaca. Baca thesis, journal that related to our topic. Koleksi dari berbagai uni, yang banyak kalau perlu. FYI aja, punyaku sampai 3 giga referensinya. Itu isisnya pdf semua. Temenku lebih keren sampai 4 giga. Itu dulu pas awal dia skripsian, sekarang mungkin sudah lebih.

Banyak baca nggak memihak apakah kita jurusanya literature atau linguistics. Yang namanya anak skripsian mah perlu itu. Kita menulis skrips, sama halnya dengan mengisi gelas kosong. Jadi perlu banyak baca untuk memenuhi teko pikiran. Tak ada yang bisa kita tuang kalau ilmunya kosong. Nanti malah jatohnya copas, atau gugel translet, aduh itu mah mahasiswa ala-ala. Jangan deh.. kamu kan mahasiswa sastra.

Perlengkapan
Kalau rajin bimbingan,  nanti akan mudah ACC proposalnya. Jangan sampai nanti dibilangin begini sama dosbingnya, baru bimbingan dua kali sudah mau ACC..*kasus seorang teman. 

Tapi kembali ke dosen dan kapabilitas kita ngerjainnya. Ada yang cuma bimbingan 3 kali terus sidang, itu sih orang keren macam Abi yang emang dari sono cakep pemikirannya. Kalo kaya kita mah, yang IQnya pas-pas emang kudu usaha lebiih, lebih berusaha.   
   
So, apa saja yang perlu dipersiapkan? 

Nah setelah proposal dinyatakan ACC, segeralah cari dosen pembahas. Di prodi kita, Sastra Inggris memang beda dengan Teknik Informasi yang dosen pembahasnya dicariin dan ditentuin prodi. Kudu usaha lebiih, lebih berusaha.

List dulu dosen-dosennya. Mana yang sastra, mana yang linguistik. Nah, cari yang memang incredible di bidangnya. Misalnya skripsinya pakai teori ekranisasi atau adaptasi, maka usahakan dosen pembahasnya Ms. Iin atau Ms.Zakiyah yang memang mengajar mata kuliah itu. Atau ambil tema fonetik bisa ke Sir Salim yang memang expert di bidang fonetik-fonologi.
 
Cari waktu kosongnya kapan. Cek di  jadwal mata kuliah jurusan. Jadwal sastra inggris semester ganjil 2016-2017 bisa di donlot di sini.

Temui dosennya, tanyakan bisa atau tidaknya beliau menjadi dosen pembahas kita. Datangi beliau, jangan dihubungi lewat BBM, WA ataupun sms. Asa teu sopan. Download undangan seminarnya di sini.

Jika sudah fix dosen dan waktunya juga. Saatnya pergi ke TU FISIB, ambil formulir untuk pinjam gedung buat sempronya. Di sana petugasnya ramah yang bisa membantu keperluan kita

Isi nama tempat, tanggal peminjaman dll dan minta tanda tangannya Pak Iqbal dan Ms.Erika. Selesai minta  tanda tangan, kembali lagi ke sana, menyerahkan form. Jangan lupa bawa KTM, biasanya diminta sama petugasnya untuk ditinggalkan di sana sebagai jaminan. Baru boleh diambil nanti setelah sempro selesai.

Waktu ke ruang TU, sekalian mampir ke Bu Yanti untuk mengurus transkip nilai. Biasanya memakan waktu 2-3 hari atau kadang seminggu. Jadi harus jauh-jauh hari. Kalau aku sejak awal semester ngurusnya :D Tapi tergantung lagi hectic atau enggak. Untuk mengurus ini kamu harus mengumpulkan KHS dari semester satu-akhir. Kalau KHSnya hilang bisa langsung print out dari portal akademik.

Udah kelar, difotokopi. Nanti transkipnya kumpulkan ke Ms. Rininta di prodi. Satukan di dalam  map kuning dengan berkas-berkas lainnya:

Satu bundel proposal yang telah disetujui. Ini approval sheetnya.

Formuir A dan B yang nantinya dibubuhi tanda tangan kita, dan dosbing. Download form.

Terakhir, fotokopi kartu bimbingan. Pastikan setiap kali bimbingan mengisi form. Download di sini.

Sekalian cek plagiarism proposalmu ke Ms.Rininta. Di jurusan kita nggak boleh lebih dari 25%. Keren ih kemaren ada anak linguistik yang dapetnya 0%. Shugoi! Biasanya dosbing yang minta untuk bukti keoriginalitasan tulisan kita.

Cetak skripsi sudah, pinjam gedung sudah, maka saatnya untuk bikin PPT. bikin yang simpel dan eye-catching biar para peserta mendengarkan penjelasan kita di depan. Siapa tahu bisa jadi inspiring PPT :D
 
Jangan lupa PPTnya di-print dan difotokopi untuk dibagi-bagiin ke para peserta seminar.

Oia, cari moderator yang bisa mengatur berjalannya acara. Terus ada lagi,  print berita acara, lembar penilaian, sama lembar revisi untuk masing-masing dosen pembahas dan ditaro di map kuning. Nah,sip mantap. Lengkap deh. Download di sini.

Umm, itu saja sepertinya yang wajib dilakukan. Selebihnya sunnah.
 
Rincinan Dana
Setelah mendengar pengakuan Kepala Prodi tentang ketidakwajiban membawa makanan untuk para dosen dan peserta sempro, maka aku tak ambil pusing akan hal ini. Soalnya ada kejadian, beberapa temen yang sempronya dua kali. Hmm, kalo buat sidang memang ada taklimat tentang pelarangan ini membawa konsumsi. Sempro mah nggak ada.

Faktanya, membawa makanan untuk semua yang hadir di sempro jadi semacam tradisi. Temenku ada yang maksain temen bawa makanan meski bulan puasa. Yang macam makanan ringan yang berbungkus itu. Katanya, dimakan nanti pas berbuka..

Ya, jadi bisa dibilang bawa konsumsi itu sunnah. Yang penting isi seminarnya.

Yup, because the content is the king. Yang setuju angkat tangan :D

Untuk dana, aku tak terlalu banyak mengeluarkan. Paling banter bengkak di ngeprint. Tapi biar hemat, kita beli kertas sendiri. Aku kemaren itu ngeprint-nya kena 150-200 per halamannya. Kalo biasa 300-500. Itu kalo ngeprint di Madani, Perum. Telang Indang Barat No, 42 H Kamal Bangkalan.

Konsumsinya aku kemaren beli snack keju dan coklat, umm kena berapa ya. Pokonya sama air kardusannya dan buat konsumsi para dosen itu, totalan semuanya sama cetak berkas-berkas nggak nyampe seratus ribu.

Soalnya kita patungan. Aku sempronya bareng sama Teh Insan. Lumayan nggak terlalu menguras dana. Bulan ini malah yang sempro sukanya bareng empat-empat orang. Ya, itulah barakah bil jama’ah.

Minta padaNya
Minta terus dalam untaian do’a-do’a di sepertiga malam. Bangun, di kala yang lain tertidur lelap. Kita hidup membutuhkan DUIT; doa, usaha, ikhtiar dan tawakkal. 

Setelah semua perlengkapannya lengkap, jangan lupa do’a. Kan usahanya sudah tuh, yang belum kita tinggal tawakkal. Pasrah sama Allah. Minta, semoga diberikan yang terbaik. Minta dimudahkan dan dilancarkan.

Kisah Sempro
Jikalau kita mendekat ke Allah dengan berjalan, ia akan mendekati kita dengan berlari. Begitu sebuah hadits qudsi mengatakan. Kemarin itu alhamdulillah, aku merasakan begitu banyak pertolongan Allah yang datang ketika persiapan sempro.

Aku ACC sempronya Jum’at, Selasanya Sempro. Karena Sabtu-Minggu kampus libur, jadilah ngurus persiapannya baru bisa Senin. Asal kita mau, Allah pasti bantu. 

Pas Seninnya itu aku belum bisa memberi kepastian sempronya kapan, cuma ya itu minta didoakan aja kalo ada yang nanya-nanya. Anyway, ada yang suka sebel tak, kalau ditanya, kapan sempro, kapan sidang, sudah bab berapa? Tak usah manyun :D Yang sabar. Anggap aja bagian dari skripsi, haha.

Okay, kita balik lagi. Jadi aku Senin baru ngurus gedung, ngasi undangan ke dosen ngecek plagiarism dan sebagainya, dan sebagainya. Alhamdulillah dimudahkan banget hari itu. 

Butuh tanda tangan Pak Iqbal, kebetulan beliaunya baru aja masuk ruang TU FISIB. Mau ketemu Pak Eko, eh, langsung papasan di tangga dan ditanggapi dengan ramah. Janjian sama Ms. Desi siang, tapi karena ketemu adik kandungnya di depan kantor prodi, jadi langsung cus ketemu Mbaknya.

Tapi kalau bisa ngurus jauh-jauh hari ya itu lebih baik, but in that case aku kan sami’na wa atha’na  sama dosen. Disuruh sempro Selasa sama Teh Insan ya ikut aja. Kan katanya kalau kebaikan nggak boleh ditunda-tunda. Pamali! Nanti moodnya keburu menghilang. Iya deh iya :D

Alhamdulillah karena dibantu Allah dan doa mentemen kelar sehari itu juga. Yapp, sehari jadi! Yokatta.

Allah mah suka kalo seorang hamba minta padaNya. Allah Maha Besar, minta deh yang besar-besar. Kan katanya kalo mau minta surga, mintalah yang surga Firdaus yang berada di tingkatan tertinggi. Nggak cuma mintak IPK 3,0 mintalah yang cumlaude. Aamiin doakan yang semoga. Bismillah, yuk banyakin usaha, siapa tahu thesisnya dapet A, siapa tahu bisa dapet inspiring thesis nanti.

Yuk,yuk! Kalau bisa wisuda Maret ini ngapain nunggu Sepetember nanti.

Semangat nyekrip! Yuk, lanjut bab empat agar wisuda makin semangat ^0^ 

NB: sebenarnya kalau kamu rajin mengunjungi UTM English Dept Post sama web Sasing semuanya sudah lengkap termaktub di sana.

Rabu, 09 Desember 2015

Mencari Jejak Masa Lalu

Bil haqiqah, ini postingan harusnya dipublish semester kemaren. Tapi kemudian menjadi tumpukan bagian dari tumpukan outline. Huhu.. 

 A DAY WITH CONGRATULATIONS!

Begitu judul yang tertera, namun aku lupa akan menerbitakan apa. Lupa isi yang seharusnya aku tulis. Wheuw, sebuah ide yang hangus. Oh, no!

Apa? Apa?

Aku bersikeras untuk menemukan apa yang akan kutulis di masa lalu. Begitu tuh. Makanya jika kau punya segudang ide di kepala cepatlah dieksekusi. Arrgh, tapi aku tak ingat. Tolong T.T

Itu judul berkumpul dengan Kampus Rawa. Akhir dari sore yang kehujanan. Itu saja yang kuingat. Pulang dari kampus terjebak banjir. Lalu apa? Kepalaku makin pening.

Tunggu dulu, matte yo!

Draft tulisan itu tertanggal 17 April 2015. Nama file-nya juga begitu. Semester kemaren.  Sedangkan foto-foto kampus rawa sehari sebelumnya. 16 April 2015. Ada harapan!

That's the date!

Aku pun mulai mencari jejaknya. Menelusuri file-file kuliah. Apa yang sebenarnya terjadi.

Mari berhitung. April, bulan keempat dan ketiga di semester enam. Itu dia! Awal semester lima dimulai bulan Februari. Jadi tiga bulan setelah adalah ujian pertengahan semester. UTS! Maka meluncurlah aku ke sana. Tumpukan file semester lama.

Untuk pengarsipan file, aku tergolong rapi menempatkannya. Semester satu, dua, tiga.... Nah itu dia folder semester lima! Lalu pandanganku terarah menuju jadwal UTS.

Yokatta, ternyata aku masih menyimpannya. So, what happen in the middle test?

My pinky class.

Taraa! Ternyata tanggal 16 April adalah ujian SOL; Sociology of Literature. Pelajaran yang aku dan temen-temen suka, karena kelasnya sangat meriah dan penuh dengan diskusi. Dosennya juga kece. Jadilah itu a day with congratulation.

Selain karena hari itu adalah ujian SOL yang menyenangkan, hari itu juga hari terakhir ujian. Yeay!!! Seneng kan pastinya. Seluruh rintangan telah terlewati. Huft!

Dan akhirnya misteri terpecahkan! Yeayyy! Dan postingan ini tidak terbuang. Yuhuuu. Happy Blogging!

Kampus Rawa Laskar Pelangi

Hi, hi! It almost middle December! Yuhuu, it’s rainy season yang penuh dengan bunga-bunga dan rinai hujan penyenang jiwa. Karena lagi have a good mood, kupustan untuk blogging saja. Kali ini aku akan mempublikasikan ide dari masa lalu.


Kejadian dari foto di musim penghujan lalu. Tepatnya semester enam. Cekidot!


Hari itu sangat menyenangkan. Sore yang membuat hati membuncah. Karena apa? Karena, sore menandakan kegiatan ngampus kita berakhir dan saatnya pulang ke kos. Yeay! Siapa yang tak senang coba.


Hari itu adalah hari kamis tertanggal 16 April 2015. Hari terpaaadat di dunia. Biasanya hari itu full kuliah dari pagi hingga sore. Fiuh, penatnya. Di tengah hati yang gembira. Tiba-tiba hujan deras datang melanda. Haah?

Maka jadilah kita masih waiting beberapa saat di RKB-E, gedung yang biasa kita tempati untuk kegiatan perkuliahan. After few minutes, kita pun go to adventure. Jalanan menggenang. Seperti di rawa-rawa. Oh tidaak.


Kampus kami memang mewah, mepet sawah. Haha. Jadi ceritanya, dulu daerah sini adalah rawa-rawa, namun kemudian kini dipenuhi bangunan. Rawa-rawa itu ditimbun dan dibangun. Jadilah kalau hujan seperti ini banjir.


Sore itu kami pulang bertiga. Sekarang ‘kita’ jadi ‘kami’ :D Aku, Lilis dan Teh Insan. Kos kita berbeda jiah balik pakai ‘kita’ lagi, haha.Lilis daerah Cendana dua tapi masih searah dengan kami dari kampus.

Dan perjalanan pun dimulai. Kami lompat-lompat seperti kodok. Menghindari jalanan yang penuh air. Berhenti dan menjauh ketika ada kendaraan lewat. Takut kecipratan airrr.. >_<


Pertama, Teh Insan yang kena air dan melanjutkan perjalanan dengan merelakan si kaki mencelup ke dalam genangan yang kian meninggi. Apalagi ketika jalanan makin ramai dengan berbagai macam kendaraan. Belum ada trotoar,jadi kita memang berjalan di pinggiran aspal. Sementara aku dan Liilis masih bertahan dengan gaya lompat-lompat. Teh Insan sudah berjalan santai meski sepatu basah terendam.


Memasuki Gang Cendana, Lilis kecebur juga. Dan aku masih lompat-lompat di atas bebatuan. Jalanan di situ lumayan banjirnya. Airnya deras. Kami pun berjalan, berlidung di bawah pepohona. Gaya jalan kami sekarang menunduk-nunduk di bawah reranting seperti maling. Tak apalah daripada baju basah.



Menuju kos Lilis di kompleks Cendana dua. Huaa. Tapi liat itu banyak jalan yang terpendam. Berkat rawa-rawa yang meluap. Huhu, tak ada jalan lagi supaya kaki aman tak basah. Supaya sepatuku bebas aku pakai keesokan harinya.


Whoaa banjiiir
“Lewat sini saja,” sekarang Lilis yang menjadi pemimpin jalan. Rupanya ia mengetahui jembatan dari batu-batu besar yang disusun. Katanya tadi pagi pun ia lewat situ. Jadi aman. Aku sih paginya diantar dengan motor jadi tak tahu aku ada trek itu, haha. Jembatan yang ternyata dibuat oleh warga untuk membantu kita. Arigatou, semoga menambah saldo pahala.


Kami pun mendekat. Aku berteriak kegirangan dalam hati. Akhirnya sepatuku akan selamat. Teh Insan menyusul terlebih dahulu. Ye, ye!

Hei!


Ternyata oh ternyata! Itu jembatan terendam air juga. Oh tidaak. Hiks, hiks!
Tenggelamnya Jembatan


“Ayo, nggak ada jalan lagi nih,” teriak Lilis yang sudah sampai di seberang. Huhu. Akhirnya kucelup juga T.T

Rokku pun basah. Hihi.

Merelakan Kaki
 My trip my adventure!” seruku dan Lilis tetap kegirangan. Sedangkan Teh Insan geleng-geleng melihat tingkah kita. Jadilah sore itu basah-basahan di jalan. Seru ternyata. Dan lihat, deh ada pelangi! Whoaa, keren banget kan? Setelah kita adventure melewati trek penuh air dan ternyata Allah menghendaki kita memandang lukisan yang indah di lihat. Whoaa, subhanallah. Itu kado terindah. Thank’s, God!


Lihat!
Kurang terang sih di foto, tapi aslinya keren sekali. Lain kali harus pakai DSLR nih, haha. 

Adventure kali itu sungguh membuat rindu. Miss you guys..