Rabu, 21 Januari 2015

BENCI BUKAN PADA MERPATI*

aku benci dalam duka,
aku benci pada haru,
aku benci di antara sepi,
aku benci menaut pilu,
melaut biru,
gelombang rasa yang takku mengerti.

sekali lagi aku benci!

karna aku benci!
benci berbalut luka,
mengalir darah dalam parah,
benci membalut hati,
membuatnya perih,
sakit yang merintih.

benci memuncak parah,
benci membuat luka,
benci mencuat serakah,
tinggalkan hati dalam diri,
membalut dengki pada duri

tak kuasa kumenahan sedih
dalam hati yang terus merintih,
sedih

aku pun pilu hingga batu,
aku pun sendu dalam rindu,
aku pun ratu pada belukar biru

yeah!
meski terkadang pada air terdapat batu kerikil.
pun ia menderas pada laju mengalir.

membuatnya berbelok arah,
memancing pelbagai gundah,
pada aur yang memerah,
air pun melaju pasrah.

merpati datang terbangkan kepaknya.
terbang di antara awan putih menawan cerah.
suci beralas langit bersih.
lembut menebar cerita.

senyum kembali merekah pada hati yang gundah.
merpati putih, kita satu!
merpati putih,
lembut suci dari dalam ketulusan hati...

Juli 2011
*puisi kolaborasi dengan seorang sahabat, Robi

Tumbuh Sebelum Patah*

suatu hari nanti anakku
ketika matahari terbit
dan aku tak lagi di sisimu
berdirilah tegak di pijak basmalah

mungkin suatu saat nanti
aku tak lagi tinggal di sini
maka jauh sebelum matahari pergi
buatlah cahaya di ketinggianmu
sebab malam jauh lebih panjang
dari hari-hari terang benderang

orang-orang akan bergentayangan nantinya
mencari ladang-ladang berkah darimu
sebelum akhirnya, kau juga menulis usia
sepertiku

*KH. Tidjani Djauhari

LANGIT MALAM

pandangku tersapu langit kelam,
ia bersih tanpa debu malam,
namun di manakah para gemintang?

15 Agustus 2011

BEGINI

ketika kau tahu semua tak lagi sama,
ketika kau tahu perbedaan itu ada,
ya, begitulah..

ya.. dan kurasa sudah saatnya untuk sayonara
karena memang tak seharusnya
aku di sana

hmm, ya!
ia tertidur dalam luka

pergi sejauh mungkin,
meninggalkan semua yang tersisa
tinggalkan masa kelam penuh lara
menuju dunia baru yang penuh cahaya

bagaimana caranya?
menatap semua masalah dengan sabar dan tegar
kecilkan masalah, besarkan Allah!
jadinya..

Agustus 2011

*sebuah puisi kolaborasi dengan seorang sahabat, Wina

SAMPAH

Perlu kuulang kembali
Kata- kata murah tak berarti
Aku hanya menyesalkan
Perlakuan tak berbudi
Yah!
Tepat mendarat di atas tempurung
Batok lapis baja
Senyum seiris tanpa gigi
Memamerkan manis
Perlu kuulang lagi
Dan
Kejadian itu ingin kuulang sekali lagi
Tentu,
Tanpa sadar

Ar- Rayhan Hostel, 8 Februari 2011

Rindu

Ingin sekali aku keluar darinya
Terperangkap jauh dalam rindu
Ingin sekali ku mendapatkannya
Kunci bahagia tatkala berhasil
keluar darinya
Rasanya ingin kabur saja
Bebas dari belegu rindu
Berhasil lepas keluar bebas
Bagaimana tidak,
Ia terus saja menggrogoti rasa
Memendam bahagia kemudian terkubur di sana
Entah mengapa
Kali ini ia menguak rindu
Mengubur lekat cinta pada kalbu
Membakar perlahan senyum tawa
Lalu bagaimana
Jika semua sirna
Lihat! Kau pendam bara
Di balik rasa yang
Seharusnya tak ada
Menurutku, kau buang saja
Ke langit nestapa
Namun rindu tlah mengakar
Tersiram begitu haru

KRA, 10 Nov 2011

Rindu Pelangi

Hujan, beramai-ramai mengunjungi bumi
Menjadikan tanah sebasah resah
Membuat rindu akan indahnya pelangi
Tapi, di manakah mentari?
Bukankah ia yang mempersatukan warna pelangi?
Tidak, ia pun tak datang menemani hujan
Seperti kau yang tahu, tak ada pelangi hari ini
Deras itu kian menggebu
Membentuk aliran berliku
Langit turut bersorak, mencipta mendung kelabu
Menutup matahari, menghalang pelangi
Mungkin benar, harus kutabung rindu itu
Rindu akan tujuh warna pelangi
Yah, bersabar layaknya pelangi rinduku
Senantiasa menunggu hingga hujan pun reda
Deras masih menyisakan gerimis
Rintik hujan masih gembira
Tetesannya seakan bunyikan merdu
Ciptakan elegi senandung rindu
Rindu cerah damainya MEJIKUHIBINIU
Merah darah cerah hilangkan resah
Jingga terang terangi kegalauan
Kuning berbinar bagikan senyuman
Hijau lembut menyumbang ketenangan
Biru laut nan syahdu
Nila manis secantik bidadari
Ungu merdu hilangkan rindu
Yah, rindu pelangi itu...


KRA, 17 Desember 2011