Senin, 07 Desember 2015
Line dan Transfer Pulsa
Baru saja dapat kiriman pulsa Rp. 25.000. Kuceritakan hal tersebut pada Ummi. Mungkin saja beliau yang mengisi. Tapi ternyata tidak. Kuperas otak untuk berpikir. Dikata cucian :D
Setelah kupikir-pikir kemungkinan si pulsa dapat dari Line. Sebelumnya aku memang mengikuti salah satu kontesnya. Chatting menggunakan Line selama beberapa hari non-stop. Hadiahnya memang pulsa.
"Gih dibagi ke nomor Ummi."
Memang anak yang sayang Ummi maka aku pun menyetujuinya. Tapi malah bingung.
"Gimana caranya kirim pulsa, Mi?" Ummi juga tak tahu rupanya. Ya sudah gugling akhirnya.
Gampang saja, untuk sesama pengguna Telkomsel tinggal tekan *858*notujuan*nominal#
Bip, bip, bip.
Dua detik kemudian, itu pulsa sampailah ke nomor Ummi. Voila.
Jika kamu dapat rezeki bagilah pada orang-orang terdekat seperti Ummi :*
"Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas."
(Al-Baqarah: 212)
(Al-Baqarah: 212)
Fyi, tadi pas ngirim kena Rp. 12.000
Kamis, 03 Desember 2015
Blogmu: Kuburan atau Taman?
Akses internet semakin gampang dan cepat. Tidak perlu repot-repot pergi jauh ke warnet. Kini internet berada dalam genggaman. Dalam ponsel pintar (yang ada paketan data tentunya :D) Tidak seperti zaman baheula saat DOS menjelajahi Indonesia. Ya, intinya sekarang lebih praktislah.
Berbagai media sosial mulai bermunculan. Semakin hari, semakin inovatif saja. Kalau dulu kita gemar chatting pakai MiRC, sekarang enak pakai WA. Dulu ngetrennya Friendster, sekarang sudah ada Facebook. Terus untuk urusan artikel panjang, dulu ada Multiply sekarang orang-orang lebih senang pakai Blogspot atau Wordpress.
Dengan segala kemudahan ini makin oke dong buat ngeblog. Blogwalking kesana-kemari makin gampang. Lewat hape pun bisa. Apalagi platform semacam blogspot dan wordpress sudah tersedia aplikasinya. Nerbitin tulisan tinggal pakai smartphone.
Nah, masalahnya blog sudah tak segandrung dulu. Yang bisa diisi setiap waktu atau minggu. Orang-orang lebih suka mainin media sosial. Apalagi unggah-unggah foto di Instagram. Rame betul.
Di sana postingannya bisa saban hari, tapi lihat tuh blognya sepi. Tak berpenghuni. Satu tahun cuma terisi 5 postingan sahaja.
"Seperti kuburan," istilah seorang teman blogger dari Kalimantan yang ngewajibin dirinya buat posting setiap hari di blognya. Wuih.. boleh ditiru nih!
Hihi. Tapi nggak perlu neting (negative thinking) juga sih. Just think positive!
Aku pernah BW ke sebuah blog yang bikin iman makin bergairah. Kata-kata yang dipilihnya bak mutiara. Diksinya mantap tak terkira. Blognya jadi taman artikel yang indah. Penuh dengan bunga-bunga hikmah
Keren deh pokonya.
Tapi blog-nya memang sudah lama tidak update. Beberapa tahun yang lalu. Umm, sayang kan. Pasti akan sangat seru jika kita berteman. Apalagi yang punya seorang akhwat. Seorang ADK. Klop banget. Kita bisa sharing apa saja.
Telusur punya telusur, sang empunya blog sudah meninggal. Innaa lillaah..
Dalam sebuah perjalanan dakwah. Bus yang ditumpanginya mengalami kecelakaan. Selamat jalan, syahidah. Semoga segala kebajikan diterima Allah. Aamiin.
Ada yang namanya dakwah bil qalam. Dakwah pena. Mengukir kata dengan tinta. Menyebar manfaat pada sesama.
Agar lebih bermanfaat, yuk kita ikuti jejaknya. Menebar manfaat bagi sekitar. Meski kita telah tiada nanti, semoga tulisan menjadi ladang amal. Mari diniatkan.
Biar blogmu tak hanya sebagai tumpukan tulisan melainkan taman yang menebar harum wewangian.
Sabtu, 28 November 2015
Seblak Tulang Ala-ala
Yuhuuu! November rain! Hujan-hujan begini enaknya makan yang anget-anget! Now, kita akan nyobain masak seblak ala-alaa :D
Ala gue dan adik yang mbem Bela. Yosh ikimashou!
Yang paling demen sebenarnya si Dedek. Apalagi sudah dijanjiin kalo lagi ujan kita bikin seblak lagi. Dan lihatlah langitnya lagi mendung. Brrr, suhu makin mencekam alias dinginnya kian berasa.
![]() |
| Rinai hujan di beranda |
Oke abaikan opening yang sedikit alay itu! Bumbunya sama kaya seblak biasa. Bedanya ini pake tulang sapi. Masih ingat kan apa saja? Yupz, kencur, bawang putih, lada, cabe sama garam.
Ngomong-ngomong soal kencur, dia itu beti sama bumbu kunci. Beda-beda tipis. Bahasa Maduranya konce. Nah, konce itu yang biasa buat sayur bening bayam sama koa marongghi. Biasa juga dibikin buat botok.
Perbedaan yang paling mencolok itu warnanya. Kencur itu putih, sedangkan konce agak kuning kalo dikupas. Bentuk fisiknya kencur lebih gemuk bulet-bulet dari konce kurus panjang-panjang Secara bau sih mirip. Makanya ini tips buat ngebedain. Jangan salah bumbu lagi ya!
![]() |
| Kuncir dan Konce |
Semua bumbu diulek dan ditumis pakai minyak sayur. Aduk dan beri sedikit air. Biarkan sampai aromanya keluar. Masukkan deh itu tulang sambil ditambahi air sedikit demi sedikit. Cek rasa. Tambahi garam kalo kaurasa ia belum sempurna*eeaaaa. Kecilkan api biarkan selama tiga menit hingga kuahnya meresap. Agar rasa makin kuat.
And here our lunch! Seblak tulang ala-ala.. Yeay! Yum, yum, yum!
![]() |
| Seblak tulang tanpa cahaya |
Mancaps! Nikmati di beranda dengan backsound rintik hujan. Atau cukup di dekat jendela bila petir dan kilat memecah suasana. Happy weekend! Enjoy your food, pemirsaah :)
Fyi, itu tulangnya sudah dimasak sebelum dibikin seblak. Jadi nggak teuas pas digigit.
Jumat, 20 November 2015
Menghabiskan Waktu dengan Ummi
Ada banyak orang yang menyayangi kita. Yang dekat saja. Keluarga adalah kasih yang tak tertandingi. Cinta yang tak terkatakan. Tak usah mencari perhatian kesana-kemari.
Lawan jenis yang tak halal? Buang jauh-jauh dari pikiran!!
Menyenangkan! Menonton drama Korea bersama Ummi. School 2015: Who are You?
Menonton kisah kehidupan di sekolah. Banyak hal yang terjadi. Kasus bullying yang paling disorot.
Sebagai guru, Ummi pasti punya pandangan tersendiri terhadap kisah ini. Karena lingkungannya yang penuh dengan anak-anak. Menonton drama ini bersama? Okelah. Bukankah itu cocok?
Yang paling aku suka drama ini memiliki banyak teka-teki. Plot-nya lompat-lompat. Jadi tiap episode punya misteri yang menyenangkan untuk dipecahkan. Pun begitu, setiap episode cerita tetap berkesinambungan.
Kasus kembar: Lee Eun Bee dan Go Eun Byul. Berbeda sekolah dan sekelumit kisah remaja. Eun Bee yang dikabarkan mati karena bullying gank Kang So Young di Taeyoung. Wajah baru Go Eun Byul di SMA Sekang. Belum lagi Gong Tae Kwang yang dianggap gila mendadak berubah karena kasus cinta. Jun Soo In, siswi SMA Sekang yang meninggal di dalam kelas. Lalu sang atlet renang, umm siapa sudah namanya?
Di akhir cerita setiap permasalahan akhirnya terselesaikan dengan solusi yang tepat. Haha, itu intinya. Cerita berakhir bahagia. Meski tebakan sering meleset dari skenario sutradara.
Menghabiskan waktu luang bersama orang tersayang seperti keluarga itu lebih menyenangkan. Dibanding hangout dengan orang yang tak halal.
Ja ne! Tanoshikatta!
Rabu, 11 November 2015
Si Semprol
Sempat merinding membaca status seorang teman. Terharu. Kita sudah tua ya.
Pertengahan 2012 lalu perasaan kita masih unyu-unyu. Belum kenal satu sama lain. Masih malu-malu.
Ahh.. ospek jurusan itu yang kemudian menyatukan kita. Kemudian diskusi-diskusi ringan setiap sore di lantai atas cakra.
Kelas-kelas yang kita ikuti. Ayoo yang pernah telat. Haha.
Yang ikutan kelas Jepang! Haha, cuma ada 12 orang. Kita berjuang banget ya buat dapetin itu kelas. Ngurus KRS-nya susseh beud. Nggak kayak kelas Arabic atau Prancis.
Hiks, pengen ikutan kelas Pak Eko lagi. Sayang beliau sudah nggak ngajar lagi ya. Belajar huruf Katakana sampai grammarnya. Saking semangatnya kita sampai ingin motokopi buku pegangannya tapi nggak dikasi.
Atau kelasnya Waiting for Godot. Haha. Tegang-tegang gimana gitu. Serius dan tegas. Cerita drama itu mesti jadi contoh di kelas.
Apalagi adu argumentasi di kelas SOL; Sociology of Literature. Pasti deh heboh di kelas ini. Haha. Ada aja yang didebatin.
Hmm, banyak teori-teori keren sih. Kita kan jadi semangat. Seruu!
Tapi tak terasa semuanya berjalan bersama roda waktu.
Lihat saja seorang teman akan presentasi proposalnya hari ini. Seminar.
Wah, akhirnyaa. Ikut senang juga.
Semangat ya teman! Semoga yang lain cepat menyusul :)
Rabu, 04 November 2015
Lima Buku di Balik Kumpulan Debu
Kemarau begini, debu bebas bertebangan sepuasnya. Di Kota Batik saat ini hujan belum bertandang.
Meski begitu, kota Gerbang Salam tetap semarak. Dalam rangka hari jadi Pamekasan memiliki seabrek kegiatan.
Selama bulan Oktober banyak acara menarik di Pamekasan. Mulai dari bazar yang diikuti berbagai dinas di Arek Lancor. Seperti dinas pertanian, kesehatan dan lain ya. Seru! Banyak kegiatan positif dan gratis di sana. Pesertanya banyak dari luar Madura. Ada karnaval juga yang berlangsung di akhir Oktober.
Oia, untuk satu minggu ini para guru di Pamekasan diwajibkan memakai seragam batik ke sekolah. Good job! Namanya juga Kota Batik :)
Kemudian ada pameran buku murah yang diadakan di Perpustakaan Daerah Pamekasan. Beneran murmer! Novel English (bukan terjemahan) hanya 10-20 rebu saja*sayangnya tak terbeli karna temanya kurang mengena di hati*eiaa.
Nah, agenda yang satu itu tuh yang menarik perhatianku. Buku!
Selain karena aku bookworm, acara tersebut adalah satu-satunya yang tidak berada di Arek Lancor. Tempatnya kan di dalam gedung jadi tak usah berpanas-panas ria seperti di jantung kota.Yosh, ikemashou!
Dasar memang akunya yang sedang tidak fit. Keadaan kemarau, debu sedikit saja membuatku bersin dan batuk-batuk. Partikel halus dalam bedak saja membuatku harus tutup hidung.
Perjalanan menuju pameran pun diiringi banyak polusi kendaraan yang memaksaku untuk menggunakan masker. Sesampai di tempat bazaar buku akupun lega. Berharap bisa menghirup nafas segar. Karena acaranya berada di area gedung perpusda. Namun nyatanya, banyak lelaki yang merokok.
Jadilah aku tetap memakai masker sambil memilah-milah buku. Pengunjung yang datang kebanyakan mahasiswa*dilihat dari penampilan. Banyakan dewasa. Pantes bau asap di mana-mana. Menjadi dewasa tak seharusnya mencemari segarnya udara kan?
Hwaa, akhirnya kelar juga setelah megap-megap cari buku. Meskipun aku sudah melakukannya dengan cepat* karena aku tak tahan dengan asap. Ternyata hunting buku memakan waktu sejam. Lama juga yaa.
Inilah lima buku yang aku dapat setelah bertarung dengan debu berterbangan. Master Mic-nya Larry King, Biografinya Dan Brown, dan The Magic of Picture-nya Dan Roam. Itu yang non-fiksi. Serta ada dua novel; De Journal dan Ice and Fire. Semuanya 90 rebu saja. Murah dan meriah bukan?
![]() |
| Pameran bukunya sampai 8 Nov! |
Langganan:
Postingan (Atom)









