Tampilkan postingan dengan label LifeStyle. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LifeStyle. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 September 2018

Menulis: Spontan dan Sekarang!

Menulis secara spontan dan sekarang juga. Bisa?

Artinya kau bebas menuliskan apa saja. Bingung?

Begini langkah-langkahnya. Hal pertama yang harus kau lakukan adalah mengambil medianya. Entah itu komputer jinjing, ponsel ataupun pena dan kertas.

Aku sering melakukan challenge ini hampir setiap hari. Menulis apa saja yang ada di benakku selama sepuluh menit. Topiknya terserah. Bisa sesuatu yang simpel seperti mencurahkan isi hatimu. Tulisan sederhanamu bahkan bisa berupa masalah-masalah sedang kamu hadapi hari ini.

Idealnya tulisan adalah terdiri dari opening, discussion and conclusion. Tentu saja sebuah tulisan berupa masalah dan solusi. Nah, dari menuangkan problematika kehidupan dalam sebuah tulisan maka secara tidak sadar kau akan menemukan solusinya.

Karena sistem urutan secara teknis membuat otak kita berpikir lebih jernih meskipun tidak menegak minuman bersoda. Jadi kamu tidak perlu bingung menuliskan apa dalam mediamu.

Mudahnya selain menuliskan kelindan permasalahan, kamu bisa juga menuliskan apa yang ada di hadapanmu. Let say, mobil yang lewat, awan yang biru, ataupun pepohonan yang rindang.

Pendengaran dan indera lainnya juga patut kita ikut sertakan. Misalnya, kicau burung penyambut pagi, angin yang bertiup sepoi sekali hatta bahkan bunyi klakson yang lewat di depan rumah.

Tuliskan apa saja! Semuanya!

Kau juga boleh mencontek kegiatan rutinku. 10 menit menulis. Aku bisanya menulis menggunakan aplikasi blogger atau catatan di ponsel daripada software semacam office. Setelah media-nya siap, kita bisa menyetel alarm selama 10 menit.

Sepuluh menit itu tidaklah lama bukan dibandingkan main instagram? Jadi kamu juga pasti bisa.

Terkadang aku sampai ketagihan dari yang awalnya ingin sepuluh menit saja hingga-bisa-sampai satu jam! Haha. Ditambah lagi jika ide tiba-tiba datang memyerbu dan boom!

I think it helpful for monthly challenge like Wicha (Writing Challenge), ODOP (One Day One Poem), ODOW (One Day One Work), and so on. Due to the fact, oftenly, in ten minutes I got 300-500 words.

Sesuai kan? Biasanya challenge-challenge tersebut menghendakinya begitu, I means the total of the words.

If you are interested joining the challenge, FLP Jawa Timur has Wicha that consists of classes. Ikut aja dulu kelas pertamanya, nanti lak ketagihan. It builds your skill in writing. Trust me it works ^^

Hubungi Pak Angga, Direktur Wicha yang siap merekrut anggota selanjutnya. Eits, tapi syaratnya harus terdaftar jadi anggota FLP yang berdomisili di Jawa Timur dan harus ber-NRA (Nomer Registrasi Anggota) untuk bergabung di Wi-Cha ini.

"Kalau ikutan Wi-Cha suka nulis apa, Mbak?"

Aku pribadi suka berkontemplasi. Menulis benang kusut yang sedang mengetuk kehidupan. As thesis that has the background of study, permasalahan yang rumit adalah langkah awal agar otakku lebih bekerja. Menuliskan A-Z yang berisi kerumitan-kerumitan tersebut, kemudian secara spontan sinaps di dalam kepala menghasilkan jembatan yang berupa solusi.

Tetiba tulisanku sudah berisi how to break the problem. Secara tidak sadar.

Ting! Bohlam yang bercahaya tersebut datangnya dari Allah melalui buku-buku yang pernah kubaca, pengalaman-pengalaman yang kerap menghampiri dan hikmah yang sebenarnya berlimpah di mana-mana. Semua solusi tersebutkan berkelindan, menghembuskan nafas lega.

Seringkali sebuah proses menulis berakhir melegakan. Setidaknya bagiku. It must be caused by the solution I have after writing activity. I know it'll be happen for you too.

Writing is healing. Kata Bunda Sinta begitu. Menulis adalah salah satu terapi yang bisa menyembuhkan luka. So, instead of, curhat di sosmed yang jatohnya kamu bisa buka aib diri sendiri, bisa tuh menuangkan segala duka lara dalam bentuk tulisan.

Menulis sekarang dan secara spontan? Bisa! Coba deh. Sepuluh menit aja. Siapa tahu nanti kamu ketagihan. Dan bonusnya tulisanmu akan semakin lincah terasah.

Afala tadzakkaruun? Apakah kau tak berpikir? Ayat yang sering Allah ulang. Pertanyaan agar manusia memilki keutuhan eksistensinya. Menulis adalah kegiatan berpikir. Menyambung satu kata menjadi kalimat, kemudian menjelma paragraf hingga lengkaplah satu tulisan. Menulis maka aku ada. Membiarkan otakku lebih bekerja dan memanfaatkan kelebihan yang Allah beri pada hamba-Nya.

That's all. Happy writing and keep spreading the positive vibes!

Selasa, 01 Agustus 2017

Agar Bunga-bunga Bermekaran di Kebun Kekataku

Taman bunga yang indah haruslah dipupuk dengan baik. Maka Kebun Kekataku haruslah ditanami bibit bagus nan unggul. Serta disiram setiap hari.
Nah kalau kosong melompong tak jadilah ia sebuah kebun yang  beraneka macam tanaman.

Seperti blogku ini. Bertajuk Kebun Kekataku haruslah menjadi taman yang bermacam postingan. Tak kosong tulisan karena absen diisi.

Hiks, nantinya akan menelan ludah sendiri. Jika sepi, blog ini hanya akan jadi kuburan. Tak ada pengunjung yang memang biasanya datang menikmati bacaan. Apalagi jika semua hidangan sudah habis dilahap.

Mana nih tulisan barunya, kok itu-itu ajah?

Huhu, jadi bikin pembaca kecewa deh.

That's why, aku mencoba untuk rutin menanam pohon dan menyiraminya setiap hari di sini. Ikutan program ODOPnya Blogger Muslimah. Biar Istiqamah.

Gue demen nih challenge beginian.

Kan katanya kebaikan yang terorganisir lebih daripada tidak direncanakan. Apalagi melihat anggota Blogger Muslimah yang jumlahnya ribuan, makin seru dong pastinya.

Biar saling menyemangati. Ada yang mengingatkan juga. Sebagai Muslimah yang baik maka memang selayaknya kita mengaplikasikan Surat Al-Ashr ayat 4. Saling mengingatkan dalam kesabaran juga kebaikan.

Menyebarkan kebaikan juga termasuk dakwah. Menyeru, mengajak orang-orang agar senantiasa berada di jalan yang benar. Bahasa kerennya, dakwah bil qalam.

Bener tuh slogannya anak-anak MDC [Muslim Designer Community]. Bahwa dakwah nggak harus ceramah. Kabar baik buat kita-kita yang belum jago ngomong.

Teteup. Bisa mengajak sekitar. Walaupun medianya beda. Kita pakai tulisan di blog, anak MDC bikin poster keren.

Harapannya ikutan ODOP ini, biar istiqamah dan pena lebih terasah. Kita mah dari Teka juga sudah diajarin nulis. Cuma kada dipakenya cuma pas nugas ajah. Nah, dengan nulis tiap siapa tahu tulisan kita bisa tambah kece macam Tere Liye atau Bu J.K ♡.♡

Dan pastinya biar makin banyak temen yang ngingatin. Plus, ikutan challenge ini juga sebagai ajang silaturrahim. Memperbanyak sodara sesama perempuan Islam.

Terakhir, agar ilmu yang kita dapat bertambah tiap harinya. Dengan saling baca punya mentemen peserta misalnya. Muslimah sholehah insya Allah nulis dan sharenya yang baik-baik. Lumayan kan ketularan jadi orang baik. Aamiin.

Bismillah, aku ikutan #ODOP #BloggerMuslimahIndonesia untuk 30 hari ke depan! Agar kebunku lebih beraneka kata-kata. Dan tentunya semoga darinya bisa kudapat surga ♡.♡

Senin, 01 Mei 2017

Seronoknya di Kampung Kita!

"Di kampung kita, apa seronoknya?" 
Semangat sekali teman-teman kelas Upin-Ipin bertanya. Antusias.

Faktanya Fizi, Meimei, dan sang ketua pada berlibur ke museum, kebun binatang serta taman negara. Sedang Upin dan Ipin hanya menghabiskan masa di sekitar rumah saja. Meski begitu, seronok sangat cerita mereka.

Pergi kebun Datok Dalang dan menghabiskan berbuah kelapa muda. Atribut lainnya, seperti batok dan serabutnya dikemas kreatif bersama Mail, si saudagar muda. Banyaklah untung mereka liburan itu.

Menonton Upin-Ipin memori kita seakan tercerabut dari masa lampau. Tumbuh, hadir dan mekar di masa kini. Mungkin teman seangkatan ataupun yang lebih tua akan merasakan hal yang sama. Terlebih masa kanak kita habiskan di desa. Kampung yang seronok sekali dibuat bermain.

Setidaknya begitulah masa kecilku. Lebih asyik main di sungai daripada ke taman kota. Berjam-jam berendam di sana sambil belajar berenang dan mencari ikan.

Hijau dan jernih sungainya. Dengan pohon bambu dan putri malu di tepi-tepinya. Seronoklah. Gesekan bambu menjadi dawai yang indah. Menjadi lagu latar pelbagai permainan kami.

Biasanya sebelum meloncat berenang, kami tidurkan putri-putri itu. Pulangnya ketika badan kecil usai berbasah diri, dan para putri telah bangun, kita tidurkan lagi. Bisa bayangkan berapa lamanya kita bermain. Bisa sepagian, sesorean.

Sampai di rumah siap-siap deh. Tapi amarah para tetua akan reda melihat hasil tangkapan kami. Sekeranjang ikan dan kerang-kerang sungai. Di desa kami namanya; kejing (kerang longjong) dan demmis (kerang kuning).

Kalau sudah begitu dengan nada lebih menurun kita disuruh mandi dan berganti baju*deuh ngala' ateh :D Selepasnya, tangkapan kami tadi sudah menjelma hidangan dan siap disantap. Yummy!

Masa kanak adalah masa bermain. Kalau tidak bermain banteng, engklek, ular naga, atau sejenis permainan tradisonal lainnya di halaman rumah yang luas. Bersama, bergerombol  kekawan kita akan menuju hutan bambu yang tak jauh dari rumah. Hanya selemparan saja. Berbeda dengan sungai yang berjarak tiga rumah.

Di dalam hutan bambu, terkadang kita menemukan kembali santapan mewah. Jamur-jamur yang ditumis menjadi sangat lezat. Atau bayi-bayi bambu yang siap jadi rebung dalam wajan. Kenyang selalulah kita orang.

Di sana biasanya bertumbuhan bunga melati. Yang oleh teman sebaya perempuan bisa disematkan di rambut nan hitam. Harumm. Iya, hitam. Pulang-pulangnya sudah berubah ia menjadi semerah rambut jagung, haha.

Atau pada musim tanam ikutlah kita pergi ke sawah. Berbecek ria menanam bibit baru padi-padi. Pun ketika tembakau tumbuh remaja, bergelian kita membuang ulat-ulat hijau. Ulat imut, jangan ganggu tanaman kami yaa. Selepas berlelah, tahu-tempe, koa maronggi, ikan asin dan pelengkap nasi jagung; sambal bujâ cabbi sudah menanti di gubuk tengah sawah. Amboi sedapnya sambil menikmati angin sepoi-sepoi.

Di musim kemarau, sawah kosong bisa menjadi lapangan yang seru kita bermain. Kita mah nggak kenal bias gender. Cowok-cewek main deh semuanya tendang bola.

Atau kita mengumpulkan kayu-kayu sisa tembakau untuk dijadikan sahabat di tungku. Teman tanak nasi dan lauk-pauk kami. Atau main ke bukit-bukit dengan bebatuan besar-besar sambil menatap kehijauan di kejauhan.

Menemukan daun kelapa beserta ranting cabangnya?*eh morfologi kelapa itu gimana sih? Pokoknya itu lho rek daun yang masing melekat di batangnya tapi jatuh. Bukan batang kayanya ya. Entahlah. Yang penting bahasa Madura-nya kleres. Nah, benda itu bisa jadi mainan kita juga. Duduk di atasnya lalu kita tarik bergantian, yuhuu.

Pohon-pohon di sekitar rumah akan jadi korban selanjutnya. Naik ke atasnya. Siapa yang memanjat duluan boleh dijadikan rumah. Tergantung pohon apa yang kita panjat. Bisa mangga, jambu atau kersen! Makin betah deh di situ sambil makan buahnya.

Gimana, seronok tak? Sepupu-sepupu yang kebetulan tinggal jauh akan datang bertandang. Ikutan seseruan main di hutan, sungai hingga bebukitan. Dulu, kita mana kenal itu gawai.

Game pun masih awam. Paling banter gembod yang layarnya hitam putih itu kita mainkan bergantian. Senapan kita bikinlah dari bambu. Pistol kita buat dari pohon pisang. Gaptek deh kita urusan begituan. Sukanya main lompat tali sampai diangkat tinggi-tinggi di atas kepala.

Tuuh kan. Tak usah jauh-jauh ke kota. Kampung kita pun sudah seronok. Tak ada permainan? Mudah! Semuanya bisa kita ciptakan. Tinggal pilih mau tanah lempung atau dedaunan?

Senin, 11 April 2016

Parenting Gratis dari Momaliza

Karena alasan belum menikah, biasanya aku suka ditolak masuk grup ibu-ibu. Seperti misalnya para ummahat threat that to me. "O, maaf Dik kalau masih mahasiswa belum bisa bergabung," penolakan halus waktu itu. Tapi tidak dengan Blogger Perempuan. Meski kebanyakan para anggota adalah mamah-mamah, mereka menyilahkan siapa saja masuk di sana.

Jadilah di dalamnya ada kelompok kecil yang membuatku satu tempat dengan Momaliza. Ahli parenting, yang bisa kita serap ilmunya di blog pribadi beliau. Memiliki anak lebih satu merupakan pengalaman yang lumayan memadai.Selain aktif ngeblog, beliau juga gencar mengirimkan tulisannya ke media. Ini salah satunya. Momaliza juga memiliki tujuh buku. Teranyar, Nyebur ke Dunia Anak.

Nyebur ke Dunia Anak
Nah, di blog beliau aku belajar banyak hal. Seperti misalnya mengapa anak berbohong? Kita tahu biasanya anak kecil adalah makhluk paling jujur sedunia. But in a real, mereka melalukannya. It happens for a reason, right? Ya, apalagi jika bukan karena ingin terlindungi. Agar aman.

It made me remember the story about seorang anak kecil yang disangoni uang banyak oleh ibunya. Satu pesan ibunda sebelum anak itu pergi melakukan perjalanan, be honest. Pesan yang dipegang si anak hingga segerombol perampok mencoba mengambil uang sebanyak itu.

Saat ditanya tentang jumlah uang, si anak menyebutkan nominal yang besar. Memang itulah yang disangoni ibunya. Perampok, tentu saja tak percaya. Anak sekecil itu mana bisa memegang uang sebanyak itu, tapi kenyataannya demikian. Ketika digeledah, begitulah nominal yang ditemukan. Kejujuran anak tersebut membuat para perampok dan komplotannya bertaubat.

Have you heard that story? I hope so because that was famous tale. About honest, can we teach that value to the children? We can, doing that by learning, isn't it?

Anak Momaliza
Ya, menerapkan suatu aturan di rumah memanglah tidaklah mudah. Mengelola emosi atau membentuk karakter anak agar mandiri seperti Momaliza katakan. Perlu dukungan orang-orang sekitar. Ayah dan Ibu yang membesarkan pun harus kompak. Apalagi jika tinggal dengan kakek-neneknya, peraturan harus dikomunikasikan agar tidak rancu. Kebayang jika misalnya orang tua telah menetapkan sistem menabung untuk mendapatkan mainan tapi kakek atau neneknya malah dengan mudah membelikannya. Whoa, they will break the rule. That's why communication is important.

Momaliza
Nyarios naon? Mojang kene geura :D Jangan salah, zaman esema dulu sudah pernah diajari bab nikah lho. Diajari juga cara mendidik anak di pelajaran tarbiyah nasawi. Ya, apalagi parenting. Belajar sebelum nikah juga penting! Nah, you are allowed to ngubek-ngubek blog Momaliza dan belajar parenting gratis di sana. Yuk, let's go!

Jumat, 25 Maret 2016

Esti Sulistyawan: a Blogger from My Love Note

Maret 2009, itu awal postingan Mbak Esti di blog pribadinya; My Love Note. Sebuah postingan berisikan lirik lagu yang mengawalinya. Cukup lama juga ya. Aku saja mulai ngeblog baru-baru ini. Pas kuliah. Wah, aku harus lebih banyak belajar, Suhu!

View penyambutan
Mataku tertuju pada warna biru saat membuka blognya. Padanan warna biru dan font-nya ciamik. Pemilihan warna birunya cantik. Aku yang menyukai warna pink malah menyarankan warna birunya saja yang lebih di-dominan-kan.

Tombol yang cantik
Gemes juga sama button-nya. Tombol yang tak kalah keren. Selain, karena garis-garis jahitan, aku juga suka saat tombol-tombol itu berubah warna saat didekati. Mereka kedap-kedip genit. Oia, button di bawah header juga bisa kedap-kedip ternyata.

Barisan bunga-bunga
Satu hal lagi yang membuat mataku berbinar-binar; bunga! Bunga-bunga pemisah setiap postingan di sana amat indah. Eta bunga sakura mereun. Bunganya tak cuma di situ. Pada judul di setiap gadget pun ada dengan jenis bunga yang berbeda. Penuh dengan bunga-bungaa. I love flowers!

Meski dalam kata sambutannya, Mbak Esty mengatakan blognya berisi curahan hati dan pengalaman pribadi, bukan berarti isinya mewek-mewek. Malah di sana banyak postingan yang bermanfaat yang kudu dipantengin. Misalnya tentang khasiat kunir, bagaimana mengatur keuangan hingga hal sepele seperti sakit perut. Eits, jangan salah diare juga bisa mengakibatkan kematian lho, jadi jangan disepelekan.

Hampir lupa memperkenalkan si empunya rumah My Love Note. Nama panjangnya Esti Sulistyawan. Sekarang tinggal di Semarang. Dulunya sekolah di Pontianak, dan kuliah di UNDIP. Satu lagi! Sudah menikah dengan Pak Budhi. Jadi para lelaki lainnya dilarang naksir. Apa maksudnya coba :D

Jangan lupa mengunjungi rumah Mbak Esti ya. Selain blog Mbak Esti juga aktif di Twitter, Instagram dan Facebok. Cek saja langsung di akunnya; Twitter: @estisulistyawan, IG: @sulistyawanesti, dan Facebook: Esti Sulistyawan.

In the end, satu quote dari Mbak Esti, saya menulis untuk menulis. Bukan untuk menjadi penulis best-seller nan kaya raya. Menulis hanya media penyaluran energi into positive thing.

Minggu, 20 Maret 2016

WA JUGA BISA PAKAI PC LHO

Aku tahunya cuma telegram yang bisa pakai PC. Eh, ternyata WA juga bisa. Gampang saja caranya. Langsung buka web WA lewat PC. Jangan lupa keduanya harus terhubung dengan internet. Nah, nanti akan muncur QR code yang harus kita scan.

Scan kode QR lewat hape 
Cara, scan-nya juga gampang. Kata kata pak Salim, gimping bikin sikili :D Buka WA dari hapemu. Klik chatting dan pergilah ke menu; tanda titik tiga di sebelah kanan atas. Pilih WhatsApp Web. Langsung deh scan.Oia, kamu bisa ngaktifin ke PC hanya dengan if you are online with updated chrome, firefox, and opera. At least in February 25, 2015.

WhatsApp Web dari hape

Ketika tersambung, kamu bisa ngapain ajah tanpa harus pegang hape. Bisa chattingan, dan kirim video juga. ya, seperti biasanya. Ada notif yang muncul di kompie jika ada pesan masuk. Tepatnya di ujung kiri bawah. Nah, happy blogging!

Notif di PC dari WA

Rabu, 17 Februari 2016

Serunya Pesta FLP JATIM

Setelah melalui perjalanan berjam-jam akhirnya sampai juga di Upgrading FLP Wilayah Jatim. Berangkat jam enam sampainya jam satu siang. Wheuw, tujuh jam. Daan akhirnya Malang!

Yeay! UMM
Berlima, delegasi dari FLP Bangkalan. Aku, Dek Ani, Windar, Ria sama Hambali. Kami bertemu di masjid kampus. Sebelumnya kami berangkat dari kota yang berbeda-beda.

Arrived in Rusunawa
Spanduk Penyambut
Sampailah sore itu ke Rusunawa UMM, tempat penginapan para peserta FLP. Kamarnya cukup lumayan. Sekamar isi tiga orang. Kebetulan aku sekamar sama si Windar, satu lagi dari FLP Lamongan.

Kamar Kita
Fasilitasnya oke lah. Sekamar ada tiga kasur. Lengkap dengan bantal dan selimutnya. Padahal awalnya aku mau kain Bali buat selimut. Eh, alhamdulillah ternyata. Biasa kemping dengan fasilitas seadanya yaa :D

Penampakan Kasur
Lemarinya juga ada tiga. Tersedia dengan hangernya. Siiplah buat gantung-gantung baju. Biar kamarnya tetep rapi. Setiap kasur ternyata ada laci besar. Sepertinya buat tempat pakaian kotor. Bagus untuk model kamar anak kuliahan ya.

Oia, karena ada hanger dan jemuran aku sempet nyuci di sana. Dan alhamdulillah kering dan bisa ganti lagi 'kaan bajunya. Ngirit tas biar nggak berat.

Meja di Sudut
Ada meja belajar juga. Tiga juga dong jumlahnya. Baguslah biar khusyu nanti belajarnya. Jadi mikir kalau ngekos di sini, sebulan berapa? Haha. Ternyata ini asrama buat para mahasiwa internasional. Tapi sepertinya sering buat penginapan. Soalnya temen-temen ekonomi pernah nginep di sini juga.

Kamar mandi? Adalah, di dalam. Sepertinya pernah ada showernya tapi sudah rusak. Tak apalah yang penting airnya lancar. Tiga hari di sana alhamdulillah berjalan sempurna.

Rehat beberapa menit, bersih-bersih diri dan antri*cuma gantian sebenarnya karena sekamar cuma berdua. Setengah lima kami dipanggil. Kumpul semua peserta di hall.

Terkait kunci awalnya agak kisruh. Terjadi konflik batin haiiyaa. Soalnya dua kunci pemberian panitia tak ada yang cocok. Namanya lagi jetlag, perjalanan panjang tentu ingin membaringkan badan barang sejenak. Lucunya kita sampai komat-kamit baca mantra. Ih, ternyata panitianya salah kasi.

Upgrading Begins!
First Meeting
Menit ke tiga puluh tiga melewati angka lima, ketika acara penyambutan akhirnya dimulai. Disambut Pak Rafif sebagai ketua FLP Wilayah Jatim dilanjut Mbak Wulan sebagai ketua pelaksana yang kemudian membacakan rekap donatur dari banyak orang.

Jam 05:51 P.M. baru deh kita mulai perkenalan. Pas perkenalan aku sambil tulis nama-namanya. Ada Halimatus Sa'diyah dari FLP Pasuruan, Hidayati Nur-FLP Tuban, Retno-FLP Surabaya, Fathul Bari-FLP Bondowoso, dan Abdul Azizi-FLP Kediri. Jam 18:01 perkenalannya ditutup dan ketemu lagi jam 18:21. Karena apa? Karena adzan Maghrib tlah berkumandang.

Selepas sholat, sesuai janji yang tadi agenda berjalan kembali. Perkenalan. Kali ini dimulai dari Mbak Utha-FLP Surabaya, Nurul Jannah dan Mbak Titik dari Pamekasan, Bu Atin dan Yulistia dari Tuban. Adek Shabrina yang masih kelas VII SMP dari FLP Pasuruan. Shaliha dan Ussy yang juga dari Pasuruan. Terus Ziela dari FLP Malang. Kemudian aku lupa menuliskannya lagi, tapi sebenarnya masih banyak yang belum dituliskan. Aku sudah keasyikan karena sudah tertarik dalam atmosfir Upgrading. Orang-orangnya ramah sih. Oia, kalau ada yang salah tulis maaf yaa. Sedengerku gitu, hujan deres juga waktu itu.

Aku salut banget sama Dek Shabrina. Kecil-kecil sudah melanglang buana di bumi nusantara. Hebat! Sukses jadi penulis ya, Dek!

Adzan Isya' berkumandang dan akhirnya perkenalan disudahi jam 07:37 P.M. Alhamdulilla semuanya kebagian yeay! Katanya disuruh kembali jam 08:20. Aku dan Windar sudah dijamak sholatnya. Jadi waktu kita habiskan dengan tilawah dan makan malam duluan.

Di acara Upgrading ini ada Danang Kawantoro juga. Ternyata beliau sekarang aktif di FLP Malang. Itu lho sang ilustrator Kawanimut. Ih, nyangka. Selama ini cuma lihat karyanya di Internet. Ilustrasinya suka dibikin foto profil sama orang-orang. Pertama kali tahu karya beliau pas 2010 dulu. Awal-awal niha'ie. Di stand panitia juga dipajang karya-karya beliau. Di meja pemateri juga suka dipajang.

FLP dalam Sejarah Nusantara
FLP dalam Sejarah Nusantara

Acara selanjutnya bertajuk FLP dalam Sejarah Nusantara. Dibawakan oleh Mbak Zie. Lengkapnya Fauziyah Rachmawati. Di sana kira dijelaskan angkatan para pujangga yang eksis di Indonesia. Seperti Balai Pustaka, Pujangga Baru, Angkatan '45, Komtemporer '66 hingga berdirinya FLP di tahun 1997.

Menjadi seorang penulis menurut beliau adalah tentang komitmen menulis. Istiqamah juga penting. Meski sekarang suka ditolak media, terus berusaha. "Mungkin nggak sekarang tapi suatu hari nanti, pasti!" Deg, kata-kata itu langsumg aku tulis dalam catatan. Namanya juga penulis, semua peserta terlihat sibuk dengan pena dan bukunya. Sunyi, hanya tangan yang bergerak ke sana ke mari.

Ada game menarik dalam acara tersebut. Kita disuruh menuliskan harapan untuk FLP se-dunia, FLP Jatim dan FLP cabang. Setelahnya kita disuruh menulis 3 poin yang menunjukkan ciri-ciri. Katanya untuk tes apakah kita kenal semua peserta atau tidak. Eh, ternyata tebakan teman-teman benar semua. Yeay! Keren deh FLP Jatim.

Satu lagi, pesan Mbak Zie tentang pohon. Kita tahu kertas terbuat dari pohon. Jadi buatlah tulisan yang bermanfaat. Agar tidak sia-sia pohon ditebang. Jadikan bukumu berguna untuk seluruh umat manusia.

Meet KMGP Actor and Actress
Para Pemain KMGP

Kejutan di akhir acara! Para pemain KGMP datengin kita. Lengkap empat orang. Si Hamas yang jadi Mas Gagah, Noy-Dik manis Gita, Masaji-Yudi dan Izzah yang memerankan Mbak Nadia. Katanya ini pertama kalinya dateng ke Jatim dengan personel lengkap. Mereka didampingi oleh Ust. Abrar Rifa'ie, yang memang anggota FLP Jatim.  Ini kata pembukaan yang aku catat. Perkataan yang menggelegar di Rusunawa.

Sama Kita-kita
"KMGP itu anak kandung FLP. Memisahkan KMGP dari FLP seperti memisahkan tahlilan dari NU. Ibarat memisahkan Islam dari Al-Qur'an."

Sibuk fota-foti
Banyak pertanyaan dilontarkan kepada para pemain. Semuanya kebagian jawab di sesi itu. Yudi disuruh memperagakan adegan ceramah di bus sama Mbak Jen, peserta dari FLP Pamekasan. Keren! Noy alias Gita juga menimpali adegannya. Riuh deh malam itu. Meskipun hujan deras terus mengguyur di luar sana. Setelahnya, foto-foto dong. Ya ampuun.. Padahal mereka padat banget acara, sempet yaa ngunjungin kita. Terimakasih.

Training for Trainer
Tak berhenti di situ, setelah para pemain undur diri acara Upgrading terus berlanjut dong. Selanjutnya TFT. Teman-teman dikelompokkan berdasarkan minat. Aku masuk kelas cerpen, karena kelas puisi tak ada. Lebih tepatnya mungkin mentornya. Coba Abah Zawawi dateng yaa. Hush, nggak boleh berandai-andai!
Sebelumnya dibuka dulu sam Pak Nun Urnoto yang kemudian membuat anggota cerpen berkurang.

Pidatonya meledak-ledak. Teman-teman tergiur pindak ke kelas novel deh. Kelas yang memang dimentori oleh beliau. Okelah, setiap orang memiliki pilihan. Aku? Tetap di kelas cerpen di sana.

Di sana aku kumpul dengan Windar. Yeay! Kita sekelompok lagi. Kelas cerpen diampu Pak Rafif Amir. Di kelas ini kita fokus di cerpen Jawa Pos. Aku maunya sih di Kompas, pengen coba tapi tak ada yang mendukungku. Jawa Pos, semua sepakat.

Salah satu unsur yang kemudian membedakan cerpen dan novel adalah konflik. Cerpen biasanya hanya fokus pada satu saja. Nah, di kelas ini kita disuruh menggunakan 'imajinasi liar' untuk memperoleh cerpen yang ajib. Karena kita milihnya Jawa Pos, Pak Rafif memyarankan agar cerpen kita update. Seperti cerpen yang terbit di Jawa Pos esok harinya adalah tentang imlek.

Mengarang cerita pendek sejatinya adalah permainan imajinasi. Membuat segala yang tidak mungkin menjadi mungkin. Seperti aliran surealis misalnya. Benda mati yang dapat berbicara. Begitulah tokohnya. Setelah banyak teori kita dapatkan, akhirnya pekerjaan rumah diberikan. Pe er cerpen yang kira-kira masuk kriteria Jawa Pos. Minimal empat sampai enam ribu kata. Wheuw!

Kami kembali ke kamar masing-masing dengan membangun harapan. Berkhayal akan cerpen yang harus dihidangkan. Zzzz... Eh, selain kelas cerpen dan novel ada kelas esai juga yang dimentori oleh Mbak Zie. Mentor yang banyak menulis di non-fiksi.

Semalam, hening pikiran. Tak ada inspirasi yang hinggap. Gejolak batin meliuk-liuk sengsara mencari tujuan. Hingga Shubuh, hingga olahraga pagi hingga kuliah umum sang inspirasi belum datang memberanikan diri.

Olah Tenaga dan Games Seru
Kegiatan yang menyehatkan di pagi hari. Olahraga? Yup, bener tapi dalam acara ini namanya olah tenaga. Ya, acara sehat kali ini kudu mengerahkan seluruh tenaga dan kekuatan. Karena kita dipandu oleh anak Capoera.

Mbak Wulan. Masi ingat? Ketua pelaksana acara Upgrading dan ketua FLP Malang juga. Ya, dulunya beliau aktif di Capoera. Mungkin sekarang masih. Nggak tahu deh belum tanya lagi.
Kita bener-bener jumpalitan. Merangkak ke sana. Salto, angkat tangan angkat kaki. You know Capoera gimana. Ada tuh beberapa anak yang telat. Disuruh push-up lah mereka. Iya, bener-bener push-up sepuluh kali. Makanya jangan terlambat.

Suatu ketika kita ketemu Mbak Wulan pas antri ambil air. Sambil ingat-ingat nama dan kembali berkenalan, beliau bilang "Tenang kok nggak bakalan disuruh push-up." Wajahku menyedihkan 'kali yaa.

Setelah uji kekuatan, panco 'kali kita main games. Permainan pertama lempar bola. Kertas yang digulung dan dilempar ke salah satu peserta. Sambil menyebutkan nama. Kadang nama yang dilempar, kadang yang melempar. Gantian dan semua peserta kena. Yang tak bisa menyebutkan kudu memanggil namanya dengan tujuh tangga nada. Untung saja aku tak kena :p

Kami terus bermain sembari menunggu sarapan. Permainan kedua  dipandu Bu Umi. Ekspertnya cerita anak dari Jombang. Mainnya pakai benda juga. Boleh bulat, lonjong atau apa saja. Nama gamenya "Jadi Apa". Permainan yang terus aku mainkan hingga di rumah.

Waktu itu kita pakenya mikrofon. Ada menyebutnya sebagai lipstik, sisir, tongsis. Segala aya. Itu benda diimajinasikan dengan segala rupa. Aku menganggapnya pensil dan barbel. Eh ternyata keduluan sebelum aku mendapat giliran. Jadi deh pas giliran aku menyebutnya bros. Eh?

Bermain sambil bernyanyi. Sambil pemain mikir, kita yang lain menyanyi. "Jadi apa, jadi apa. Jadi apa sekarang? Sekarang, jadi apa? Jadi apa sekarang?" Saat lagu berhenti pemain harus memperagakan sesuatu tentang mikrofon itu. Peserta lainnya harus menebak itu apa. Konyol-konyol deh waktu itu.

Kuliah Tamu Dare to be a Writerpreneur
Acara dimulai kembali setelah sarapan dan bersih-bersih diri. Sebelumnya aku sempat jalan-jalan dulu. Cari minimarket beli susu. Maklum tiap hari kudu begadang buat TFT. Tiga kotak amunisiku untuk tiga hari.
Dibuka oleh Mbak Nana. MC setiap acara, kuperhatikan begitu. Suka gayanya beliau memandu. Daebak.
Seperti biasa, Pak Rafif dan Mbak Wulan maju untuk beberapa patah kata. Semoga tak lelah berjuang ya.

"Semoga dengan menulis kita bisa menularkan berbagai inspirasi. Dan acara ini menjadi acara yang memikat. Agar menulis tidak hanta sebagai hobi namun juga profesi," begitu Mbak Wulan menutup pidato yang disambut tepukan yang meriah.

Kuliah yang pertama disampaikan Bunda Shinta Yudisia. Dimoderatori oleh Mbak Zie. Judul materi yang disampaikan adalah Journey to Amazing World.

"Barangkali darah seni sudah mengalir sejak kalian dilahirkan," demikian Bunda membuka acara mengutip perkataan Myuki.

Bunda Shinta banyak berkisah tentang pengalaman beliau. Perjalanan ke Gaza yang melahirkan Rinai. Jalan-jalan melahirkan novel dengan negara sakura. Aku lupa judulnya. Dan pengalaman waktu dulu awal-awal menulis.

Beliau bercerita dulu saat cerita pendeknya terbit di salah satu koran. Saat ditagih honor, tak ada jawaban. Sela beberapa waktu beliau dikontak orang Korea diundang acara kepenulisan.

"Barangkali rezeki saya bukan lokal tapi nasional. Bukan nasional tapi internasional. Allah tak akan melupakan do'a-do'a kita. Tak karya yang sia-sia." Nyess...

Hobi jadi profesi? Kenapa tidak? Apakah lantas ia akan jadi ria? Menafkahkan keluarga kan wajib. Menulis bisa jadi ladang pahala tuh selain untuk berdakwah.

Saat dipilih tiga penanya, Windar terpilih menjadi salah satunya. Dia dapat buku Bunda yang berjudul Sofia and Pink. Wah, selamat yaa.

Pak Dukut Imam Widodo memjadi pemateri kedua dengan moderator Malik Ibrahim dari FLP Surabaya. Kalau tak salah, beliau ketuanya. Pada kuliah ini para peserta mendapat materi yang berjudul Menulis itu adalah Sebuah Pekerjaan.

Beliau adalah penulis Surabaya Tempo Doeloe dan serial lainnya; Malang, Ngawi dll. Prinsip beliau adalah, "Jangan pernah mengeluarkan sepeser uangmu untuk buku!" Nah untuk ini penting untuk negosiasi. Mencari sponsor, mencari pihak yang mau mendanai.

Pak Dukut dan Peserta
Beliau biasa mendatangi para pejabat dan memberikan kartu nama. Bukan Pak Dukut yang minta tapi para pejabat itu. Ada beberapa yang siap mendanai asal biografi sang tokoh dimuat dalam buku. Jika kedua belah pihak diuntungkan maka negosiasi dilanjutkan. Jika tidak, ya sudah. Jadi memang tak selamanya win-win kadang pernah juga win-lose.

Tiga pesan yang harus diingat lekat-lekat. Pertama, penulis itu harus berani tampil. Berani berdialog dengan masyarakat. Jadikan mereka sebagai penggemar. Tampillah di depan publik yang siap mengkritik anda habis-habisan. Kedua, penulis harus pandai bergaul dan banyak koneksi. Terakhir, penulis harus sehat jasmani dan tertata hidupnya.

"Saya ndak pernah ndugem, ndak pernah mabuk, ndak pernag myimeng. Saya ini orang rumahan," aku beliau.

Menulis adalah bekerja dan penulis harus disiplin soal waktu. Pak Dukut menulis tiap jam tiga pagi usai shalat Tahajjud. Membunuh waktu dengan menulis buku. Menanti adzan Shubuh berkumandang.

"Sudah banyak pesaing. Kita harus berjuang. Bekerja lebih keras."

Moderator berpesan sebelum menutup acara. Menghimbau para peserta untuk  berani membaca di tempat umum. Membuat image yang baik pada masyarakat.

Potong Tumpeng FLP Jatim-Pusat
Sebelum rehat, teman-teman FLP Jatim potong tumpeng. Milad FLP yang ke-19. Kita makan-makan duluan. Mumpung lagi ada Bunda Shinta belum pulang.

Lanjut TFT
Setiap ada rehat, kamar kami sunyi. Tak-tik-tuk menuangkan ide. Tenggelam dalam pikuran masing. Kalau sudah buntu yang ditanya, "sudah dapat berapa kata?"

Rehat Maghrib dan Isya kala itu senyap. Setiap pintu kamar tertutup rapat. Selain kelas cerpen rupanya kelas esai dan novel juga mendapat tugas yang sama. Beda kalau yang novel membuat sinopsisnya saja.

Mendekati jam delapan, semua kembali berkumpul di hall. Acara serupa kemarin malam. Kami membentuk kelompok-kelompok sesuai minat. Yang paling telat ya kelas cerpen tak ada yang rampung tulisannya. Tulisanku sebenarnya rampung cuma empat ratus kata sedangkan minta beribu-ribu.

Kami diberi waktu satu jam untuk menyelesaikan kembali. Aku? Punyaku sudah selesai hanya kurang syarat saja. Alhasil aku hanya menambal sana-sini. Setelah satu jam semua karya dikumpulkan.

Punyaku dan Windar dikumpulkan lewat bluetooth karena ngetiknya lewat hape. Yang lain ada yang pakai flashdisk, tulisan tangan dan ada yang diunggah di catatan fesbuk dan tag Pak Rafif. Setelah semua terkumpul Pak Rafif membacakan sebuah cerpen berjudul Kalung.

Ketika cerita dibacakan aku bagai de javu. Seperti kenal dengan tokoh Matilda yang dikisahkan. Ternyata cerita itu pernah dibahas di kelas Prose-nya Ms.Erika. Yang kudengar di TFT adalah karya terjemahan. Aslinya The Neclace by Guy de Maupassant.

Pembacaan cerpen selesai, giliran karya kami dibaca. Sayangnya punyaku dan Windar dilupakan dan aku malas berdebat tentang hal itu. Windar juga sama. Hiks.

Cerpen Terbaik
Karya anak FLP Sumenep terpilih menjadi the greatest story. Namanya siapa ya lupa. Rizki kalau nggak salah. Ada tiga nominator lainnya. Baim dari Surabaya, Dek Shabrina. Kayaknya ada satu lagi. Lupa..
Aku dan Windar pulang dengan hati nano-nano.

Change Your Words Change Your Worlds
Pagi berikutnya hanya sedikit yang mengikuti olah tenaga. Padahal pagi itu ada yang seru. Senam pinguin! :D
Yah, karena lebih seru yang kemaren lanjut aja yah ke acara selanjutnya. Writing Motivation oleh Pak Bactiar H.S. Dulunya Pak Bachtiar pernah menjabat sebagai ketua wilayah Jatim. Kini beliau menjadi bagian dari FLP pusat. Acara ini temanya Dakwah bil qalam. Dimoderatori oleh Mbak Agustha Ningrum alias Mbak Utha.

Pak Bachtiar membuka acara denga video Ibnu Batuthah. Ibnu Batuthah menjelajah dunia selama tiga puluh tahun. Beliau menjelaskan secara rinci perjalan awal hingga akhir travelling ala Ibnu Batuthah.

Nama asli Ibnu Batuthah adalah Abdullah bin Muhammad. Beliau menjelajah dunia dimulai di usia 21 tahun. Perjalanan beliau tiga kali lebih jauh daripada Marcopolo maupun Colombus. Kisah perjalanan beliau ditulis dalam buku oleh Ibnu Jauziy.

Ibnu Batuthah menuturkan kepada beliau selam dua tahun. Bayangkan jika Ibnu Jauziy tidak menulis kisahnya, mungkin kita takkan mendapat bukti sejarah amazing tersebut. Abu Hurairah, Imam Bukhari, Ibnu Katsir; jika para ulama ini tidak menulis takkan kita jumpai karya fenomenal itu. Maka jangan lupa menuliskan sejarahmu.

Penulis itu jangan lupa membangun koneksi. Kalau kata pendiri Apple, connets the dots maka orang hebat itu hanya enam langkah dari kita. Kita mungkin tak pernah bertemu J.K Rowling, bisa jadi di samping kita adalah ajudannya. Allah takkan menyia-nyiakan setiap pertemuan. Semua pasti diatur olehnya. Bukankah setiap daun yang jatuh tertulis nasibnya?

Jika bayangan sepanjang badan maka tulisan adalah sepanjang bahan.  Teruslah menulis sampai bahan itu habis. Jangan berhenti sampai ia benar-benar kosong. Saat bahan melompong maka carilah. Bacalah seribu buku maka tulisanmu akan mengalir seperti sungai.

Launching Antoligi Bersama dan Penganugerahan

Sambutan Pak Rafif di Hall Rusunawa
Pak Rafif muncul ke hadapan lagi, "Semoga tak bosan melihat saya terus." Buka acara ini dan itu. Beliau maju dalam rangka launching buku karya teman-teman FLP Jatim. Angologi kisah suka dan duka selam bersama FLP. Kisah inspiratif yang ditulis bersama. Dari 30 naskah yang masuk hanya dipilih 24 saja.

Aku sudah pesimis. Pasalnya teman-teman FLP kan jago-jago. Aku tak yakin lolos. Eh, detik-detik terakhir namaku dipanggil juga. Alhamdulillah. Aku sampai dipanggil dua kali untuk maju ke depan.

Sayang aku kehabisan. Buku antologinya ludes sebelum 24 jam setelah launching. Yah... Tak jadi bawa oleh-oleh buku. Tapi tak apa, cetakan kedua sedang dibuat dengan tampilan baru tentunya. Syukuri saja ;)

Pak Rafif berlalu, Mbak Nana muncul kembali. Kali ini dalam rangka membacakan nama-nama peserta Upgrading terbaik. Dimulai dari teman-teman peserta yang berpartisipasi dalam acara. Menjadi moderator; Malik Ibrahim dan Agustha Ningrum atau membaca tilawah (lupa namanya). Terus yang paling aktif; Mbak Jen dan Fahri.

Peserta FLP Jatim
Ada juga kategori peserta termuda dan tertua; Dek Shabrina dan Bu Atin. Terakhir, FLP yang registrasi pertama kali. Nama Surabaya disebut. Karena masih ada hadiahnya, peserta yang belum mendapatkan hadiah sama sekali diminta maju dan menceritakan tujuan datang ke Upgrading. Mbak Vita dari Lumajang terpilih. Pokonya Upgrading ini bertabur hadiah. Setiap sesi ada aja hadiah.


Dengan dibagikannya semua hadiah berakhir sudah acara Upgrading. Mewek deh. Hall Rusunawa penuh dengan blitz. Kamera diangkat tinggi-tinggi. Tongsis apalagi. Tripod pun jadi tongsis. Biar semua peserta kebagian.

Bye! Jumpa lagiiii. Kapan yaa. Pada mau ikutan Milad FLP di Jogja? Yuk biar kita pada ketemuu..

Milad FLP di Jogja













Senin, 07 Desember 2015

Line dan Transfer Pulsa

Baru saja dapat kiriman pulsa Rp. 25.000. Kuceritakan hal tersebut pada Ummi. Mungkin saja beliau yang mengisi. Tapi ternyata tidak. Kuperas otak untuk berpikir. Dikata cucian :D 

Setelah kupikir-pikir kemungkinan si pulsa dapat dari Line. Sebelumnya aku memang mengikuti salah satu kontesnya. Chatting menggunakan Line selama beberapa hari non-stop. Hadiahnya memang pulsa.

"Gih dibagi ke nomor Ummi."

Memang anak yang sayang Ummi maka aku pun menyetujuinya. Tapi malah bingung.

"Gimana caranya kirim pulsa, Mi?" Ummi juga tak tahu rupanya. Ya sudah gugling akhirnya.

Gampang saja, untuk sesama pengguna Telkomsel tinggal tekan *858*notujuan*nominal#

Bip, bip, bip.

Dua detik kemudian, itu pulsa sampailah ke nomor Ummi. Voila.

Jika kamu dapat rezeki bagilah pada orang-orang terdekat seperti Ummi :*

"Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas."
(Al-Baqarah: 212)

Fyi, tadi pas ngirim kena Rp. 12.000 

Kamis, 03 Desember 2015

Blogmu: Kuburan atau Taman?

Akses internet semakin gampang dan cepat. Tidak perlu repot-repot pergi jauh ke warnet. Kini internet berada dalam genggaman. Dalam ponsel pintar (yang ada paketan data tentunya :D) Tidak seperti zaman baheula saat DOS menjelajahi Indonesia. Ya, intinya sekarang lebih praktislah.

Berbagai media sosial mulai bermunculan. Semakin hari, semakin inovatif saja. Kalau dulu kita gemar chatting pakai MiRC, sekarang enak pakai WA. Dulu ngetrennya Friendster, sekarang sudah ada Facebook. Terus untuk urusan artikel panjang, dulu ada Multiply sekarang orang-orang lebih senang pakai Blogspot atau Wordpress.

Dengan segala kemudahan ini makin oke dong buat ngeblog. Blogwalking kesana-kemari makin gampang. Lewat hape pun bisa. Apalagi platform semacam blogspot dan wordpress sudah tersedia aplikasinya. Nerbitin tulisan tinggal pakai smartphone.

Nah, masalahnya blog sudah tak segandrung dulu. Yang bisa diisi setiap waktu atau minggu. Orang-orang lebih suka mainin media sosial. Apalagi unggah-unggah foto di Instagram. Rame betul.

Di sana postingannya bisa saban hari, tapi lihat tuh blognya sepi. Tak berpenghuni. Satu tahun cuma terisi 5 postingan sahaja.

"Seperti kuburan," istilah seorang teman blogger dari Kalimantan yang ngewajibin dirinya buat posting setiap hari di blognya. Wuih.. boleh ditiru nih!

Hihi. Tapi nggak perlu neting (negative thinking) juga sih. Just think positive!

Aku pernah BW ke sebuah blog yang bikin iman makin bergairah. Kata-kata yang dipilihnya bak mutiara. Diksinya mantap tak terkira. Blognya jadi taman artikel yang indah. Penuh dengan bunga-bunga hikmah 
Keren deh pokonya.

Tapi blog-nya memang sudah lama tidak update. Beberapa tahun yang lalu. Umm, sayang kan. Pasti akan sangat seru jika kita berteman. Apalagi yang punya seorang akhwat. Seorang ADK. Klop banget. Kita bisa sharing apa saja.

Telusur punya telusur, sang empunya blog sudah meninggal. Innaa lillaah.. 

Dalam sebuah perjalanan dakwah. Bus yang ditumpanginya mengalami kecelakaan. Selamat jalan, syahidah. Semoga segala kebajikan diterima Allah. Aamiin.

Ada yang namanya dakwah bil qalam. Dakwah pena. Mengukir kata dengan tinta. Menyebar manfaat pada sesama. 

Agar lebih bermanfaat, yuk kita ikuti jejaknya. Menebar manfaat bagi sekitar. Meski kita telah tiada nanti, semoga tulisan menjadi ladang amal. Mari diniatkan.

Biar blogmu tak hanya sebagai tumpukan tulisan melainkan taman yang menebar harum wewangian.

Jumat, 20 November 2015

Menghabiskan Waktu dengan Ummi

Ada banyak orang yang menyayangi kita. Yang dekat saja. Keluarga adalah kasih yang tak tertandingi. Cinta yang tak terkatakan. Tak usah mencari perhatian kesana-kemari. 

Lawan jenis yang tak halal? Buang jauh-jauh dari pikiran!!

Menyenangkan! Menonton drama Korea bersama Ummi. School 2015: Who are You?

Menonton kisah kehidupan di sekolah. Banyak hal yang terjadi. Kasus bullying yang paling disorot.

Sebagai guru, Ummi pasti punya pandangan tersendiri terhadap kisah ini. Karena lingkungannya yang penuh dengan anak-anak. Menonton drama ini bersama? Okelah. Bukankah itu cocok?

Yang paling aku suka drama ini memiliki banyak teka-teki. Plot-nya lompat-lompat. Jadi tiap episode punya misteri yang menyenangkan untuk dipecahkan. Pun begitu, setiap episode cerita tetap berkesinambungan.

Kasus kembar: Lee Eun Bee dan Go Eun Byul. Berbeda sekolah dan sekelumit kisah remaja. Eun Bee yang dikabarkan mati karena bullying gank Kang So Young di Taeyoung. Wajah baru Go Eun Byul di SMA Sekang. Belum lagi Gong Tae Kwang yang dianggap gila mendadak berubah karena kasus cinta. Jun Soo In, siswi SMA Sekang yang meninggal di dalam kelas. Lalu sang atlet renang, umm siapa sudah namanya?

Di akhir cerita setiap permasalahan akhirnya terselesaikan dengan solusi yang tepat. Haha, itu intinya. Cerita berakhir bahagia. Meski tebakan sering meleset dari skenario sutradara.

Menghabiskan  waktu luang bersama orang tersayang seperti keluarga itu lebih menyenangkan. Dibanding hangout dengan orang yang tak halal.

Ja ne! Tanoshikatta!

Rabu, 04 November 2015

Lima Buku di Balik Kumpulan Debu

Kemarau begini, debu bebas bertebangan sepuasnya. Di Kota Batik saat ini hujan belum bertandang.
Meski begitu, kota Gerbang Salam tetap semarak. Dalam rangka hari jadi Pamekasan memiliki seabrek kegiatan.
Selama bulan Oktober banyak acara menarik di Pamekasan. Mulai dari bazar yang diikuti berbagai dinas di Arek Lancor. Seperti dinas pertanian, kesehatan dan lain ya. Seru! Banyak kegiatan positif dan gratis di sana. Pesertanya banyak dari luar Madura. Ada karnaval juga yang berlangsung di akhir Oktober.

Oia, untuk satu minggu ini para guru di Pamekasan diwajibkan memakai seragam batik ke sekolah. Good job! Namanya juga Kota Batik :)

Kemudian ada pameran buku murah yang diadakan di Perpustakaan Daerah Pamekasan. Beneran murmer! Novel English (bukan terjemahan) hanya 10-20 rebu saja*sayangnya tak terbeli karna temanya kurang mengena di hati*eiaa.

Nah, agenda yang satu itu tuh yang menarik perhatianku. Buku!
Selain karena aku bookworm, acara tersebut adalah satu-satunya yang tidak berada di Arek Lancor. Tempatnya kan di dalam gedung jadi tak usah berpanas-panas ria seperti di jantung kota.Yosh, ikemashou!

Dasar memang akunya yang sedang tidak fit. Keadaan kemarau, debu sedikit saja membuatku bersin dan batuk-batuk. Partikel halus dalam bedak saja membuatku harus tutup hidung.

Perjalanan menuju pameran pun diiringi banyak polusi kendaraan yang memaksaku untuk menggunakan masker. Sesampai di tempat bazaar buku akupun lega. Berharap bisa menghirup nafas segar. Karena acaranya berada di area gedung perpusda. Namun nyatanya, banyak lelaki yang merokok.

Jadilah aku tetap memakai masker sambil memilah-milah buku. Pengunjung yang datang kebanyakan mahasiswa*dilihat dari penampilan. Banyakan dewasa. Pantes bau asap  di mana-mana. Menjadi dewasa tak seharusnya mencemari  segarnya udara kan?

Hwaa, akhirnya  kelar juga setelah megap-megap cari buku. Meskipun aku sudah melakukannya dengan cepat* karena aku tak tahan dengan asap. Ternyata hunting buku memakan waktu sejam. Lama juga yaa.

Inilah lima buku yang aku dapat setelah bertarung dengan debu berterbangan. Master Mic-nya Larry King, Biografinya Dan Brown, dan The Magic of Picture-nya Dan Roam. Itu yang non-fiksi. Serta ada dua novel; De Journal dan Ice and Fire. Semuanya 90 rebu saja. Murah dan meriah bukan? 
Pameran bukunya sampai 8 Nov!

Senin, 26 Oktober 2015

Menyemarakkan Bazar Buku Murah 2014


Dari sepuluh ribu , hanya satu orang yang minat membaca buku. Wheuw! Miris ya. Itu yang dikatakan UNESCO.  Hanya 0,01% 

Goenawan Muhammad  juga berpendapat bahwa koleksi buku dari Indonesia yang dipamerkan di Frankrut bulan ini adalah yang paling kurus dibandingkan dengan negara lain. Ayo para penulis, segera selesaikan dan terbitkan bukumu! Biar Indonesia makin maju.

Menjadi penulis tentu saja harus sejalan dengan minat baca yang tinggi. Untuk itu Perpusda (Perpustakaan Daerah) Pamekasan mengadakan pameran buku murah. Kegiatan ini dibuka dari Senin kemarin (26/10) dengan seminar dan bedah buku berjudul "Aku Ingin."

Tak hanya itu, pameran tersebut juga dimeriahkan dengan berbagai macam lomba. Mulai dari lomba mewarnai untuk anak TK hingga lomba resensi untuk umum.

Meski baru memasuki hari kedua stand-stand bazar buku sudah ramai dikunjungi. Tak heran, karena buku-buku dijual dengan harga sangat murah. Buku dengan ratusan halaman dapat dibanderol dengan harga Rp 10.000 saja.

Perpustakaan Daerah Pamekasan terletak di Jalan Pangliman Sudirman No.4. Hanya 3 menit dari alun-alun kota. Bazar buku buka mulai jam 08:00-16:00. Segera! Sebelum kegiatan ini berakhir 08 November nanti. Dan ikuti berbagai acara kerennya setiap hari.
Lumayanlah dimuat di Surya

Jumat, 30 Januari 2015

BLOG BUKU

Pengen juga punya rak buku unik
Abis jalan-jalan ke negeri antah berantah. Bertemu dengan banyak pencinta buku. Wheuw! Rasanya itu di sini, super kata Pak Mario. Membuatku ingin membuat blog khusus berisi buku-buku.

And here, I made it WALKING AROUND THE BOOKS

Rabu, 21 Januari 2015

PERGI KE NEGERI IMPIAN..


Buku "Indonesia: A World Treasure" karya Ebbie Vebri Ardian
Indonesia memiliki banyak sekali destinasi wisata. Ada ribuan bahkan lebih dari jutaan. Tapi tak dipungkiri juga, perjalanan ke luar negeri juga menjadi dambaan.

Meski belum punya uang -dan nanti akan, insyaAllah doakan ya-, setidaknya kita masih memiliki impian. Nah, negara apa saja yang menjadi tujuan?

1. Makkah Al-Mukarramah
Jutaan Muslim berkumpul di sini
Sama seperti muslim lainnya. Melihat ka'bah adalah tujuan utama.  Ingin juga mengunjugi tempat-tempat bersejarah di masa kejayaan Islam. Kalau Allah memberi kesempatan,  mungkin saja aku akan memiliki rumah di sana.

2. Pinky Japan
Menikmati sakura berguguran dan berkumpul di festival hanami
Ingat sakura, pasti ingat Jepang. Meski Korea dan beberapa negara di Asia juga ditumbuhi bunga cantik tersebut. Namun negara Jepang telah menjadikan bunga ini sebagai ikon.

Pergi ke Jepang tak hanya menikmati bunga sakuranya, tetapi mengunjungi berbagai prefektur yang ada di sana. Mengunjungi tempat-tempat keren seperti Ginza dan Akihabara, pusat perbelanjaan elektronik. Tak lupa juga merasakan naik shinkanshen alias kereta cepat. Oia, katanya pergi ke Jepang sekarang bebas visa, lho.

3. Inggris
Mari menyeberangi sungai Thames
Aku ingin kuliah di Inggris suatu hari nanti. Masuk Oxford University, tepatnya di Faculty of English. Semoga diterima, ya! Dan tentunya menjelah kota-kota eksotis dan romantis di sana. Tak lupa juga mengunjungi Museum of The Sherlock Holmes. Main juga ke kebun raya di Edinburg.

4. Turkey
Hagia Sohia; Sophie, cantik bukan?
Konon, sembilan wali alias wali songo yang melegenda dengan ajaran Islamnya di Indonesia, semuanya berasal dari Turki. Aku mendengar saat diskusi politik di UGM akhir November kemarin. Jadi, pasti banyak sejarah dan kebudayaan Islam berasal dari sini. FYI, meski pernah jadi masjid Hagia Sophia adalah museum sekarang.

5. City of Light
Mezquita de Cordoba
Sebagian orang mengenal 'City of Light' adalah Paris, tapi aku sependapat dengan Hanum. 'City of Light' adalah Cordoba, sebuah kota di negara Spanyol sana. Lebih dari 7 abad, Islam berjaya di sini dan menyebar di segala penjuru Eropa. Sebuah masjid di Cordoba atau Mezquita de Cordoba adalah buktinya. Namun masjid itu telah berubah menjadi katedral sekarang. Jadi, jangan coba-coba sholat di sana, ya. Karena pasti akan langsung disamperin petugas.

6. Yaman
Lihat kaktus berduri itu
Di Yaman ada sebuah pulau yang unik -kalau nggak mau dibilang aneh- namanya pulau Sokotra. Pulau dengan jumlah sekitar 700 spesies flora dan fauna. Ada juga yang berumur lebih dari 20 juta tahun lho. Tak ada yang memilikinya kecuali pulau Sokotra. Sebagai calon biologist -dulunya mau jadi anak biologi tapi kecemplung ke sastra :D- tempat ini wajib dikunjungi. Eh, tapi katanya Dajjal dikurung di sini. Hii..

7. Mesir
Alexandrian saat musim dingin
Mesir tak hanya tentang Alexandria dan Piramidanya. Ada banyak misteri di sana. Membaca novel-novel Dan Brown membuatku sedikit mengerti tentang simbol-simbol dan ingin mengunjungi negeri ini. Mengungkap banyak misteri.

Minggu, 21 Desember 2014

HARI OPINI

Made a poster to support me
Aku sedang suka menulis opini. Sudah 3 tulisan aku kirimkan ke beberapa surat kabar. Dari ketiganya, baru dua tulisan yang diterima. Dua lainnya belum ada kabar. Kuharap secepatnya.

Aku menulis opini gara-gara tugas di kelas Jurnalism. Katanya, bagi sebuah opini yang tembus di koran nilai semester bisa diberi A. Dengan tugas seabrek lainnya, aku pun mencoba. Saking semangatnya, aku sampai membuat sebuah wallpaper khusus untuk komputer jinjingku. Agar semua ide tentang opini yang aku dapat tak menguap sia-sia.

Ide itu mahal lho. Maka jika ada satu ide datang, jangan disia-siakan. Apalagi ditelantarkan. Bahkan ada orang yang rela keliling dunia untuk mendapatkan inspirasi. Jadi sekali dapat, langsung tangkap saja. Lalu jangan biarkan ia lepas atau bahkan menghilang.

Dapat satu ide tulisan, langsung selesaikan! Jangan sampai menumpuk sepeti cucian di musim penghujan tak dapat jatah di tempat jemuran.

Rabu, 03 Desember 2014

3 CARA SIMPLE MEMBUAT MENU TAB

Menu tab berjajar di header atas blog banyak membantu pengunjung maupun pemilik blog dalam membaca isi postingan. Berikut langkah sederhana membuat tab-tab berjejer di blogspot. Kali ini kita akan membuatnya berdasarkan label.

1. Membuat postingan dan label
Wajib ini hukumnya. Jadi kita persiapkan dulu tulisan yang akan diposting. Baru kemudian diberi label sesuai dengan isi tulisan.

Membuat label pada tulisan yang akan dipublikasikan

2. Mengambil link
Setelah tulisan dipublikasikan maka akan muncul label yang kita tuliskan tadi.

Label akan muncul pada postingan
Setelah label berhasil muncul bersama tulisan, langkah selanjutnya adalah mengambil link untuk tabel. Klik nama label. Contoh di atas nama labelnya adalah "contact." Klik kata tersebut dan kita ambil link-nya. 

Menyalin link

3. Membuat gadget
Setelah menyalin link maka kemudian kita akan menempelnya (meng-copy dan paste). Tapi sebelumnya kita harus pergi ke tata letak.

Pergi ke tata letak dulu
Nah setelah ke sana kita kudu nambahin gadget. Caranya edit gadget dulu. Tambahkan laman atau pages kemudian simpan. Setelah ditambahkan klik edit.

Here the steps
The next step is kita masukkan link yang tadi. Sebelumnya klik "tambahkan tautan eksternal"

Memasukkan link
Setelah memasukkan link-link berdasarkan label yang kita inginkan, selanjutnya mereka akan berjejer dengan anggunnya.

Menu dengan tab-tab yang sudah berjajar
Got it? Jika sudah paham, kita bisa membuat berbagai macam label seperti "Selayang pandang," atau "Biaya dan Pendaftaran." Selamat mencoba!

Here the result