Senin, 02 Februari 2015
Sabtu, 31 Januari 2015
AKHIR DARI CERITA DIA
![]() |
| Kering kerontang di halaman belakang |
Aku tak pernah mengenalnya. Siapa dia atau apapun ia. Hingga saat ini
ketika ia mulai mengetahui banyak hal tentangku. Mulai mengenalku. But,
I’m really don’t know; apa yang ia mau sebenarnya.
Ia mendarat
begitu saja. Terbang bersama merpati awalnya. Lalu seperti yang sudah
aku utarakan, ia mendarat begitu saja. Tak tahu dari mana asalnya.
Ia
berceloteh dengan riangnya. Bernyanyi semaunya. Ku biarkan saja ia
bertingkah seenaknya. Hingga kadang aku terhanyut, ikut bernyanyi
dengannya. Bersenandung bersama. Membicarakan angin yang kebetulan lewat
tanpa sengaja.
Tapi itu saat kata “Ya sudahlah” belum terlontar.
Saat tren ‘Shoimah’ belum begitu menyebar. Ya, itu dulu. Hingga ritual
senandung pun akhirnya berubah. Ia kemudian mulai menyebut tentang daun
yang melegang begitu saja. Jatuh di atas tanah tanpa sepatah kata dari
pemiliknya, pohon.
Ia juga menyebutnya tanah yang membiarkan daun yang gugur berubah warna coklat, kemudian membusuk tanpa ia sapa.
Mungkin aku adalah angin. Yang membuat daun gugur tanpa permisi. Membuatnya jatuh di pelataran tanah kemudian membusuk.
Lihatlah
di antara proses itu. Dia-yang tak lagi terjatuh dari punggung merpati-
diam. Bergeming ketika celoteh datang. Bernyanyi sendiri dalam
bahasanya yang kemudian diam. Kembali terdiam. Dan berulang kali diam.
Tak
lagi ku mengerti ketika ia mengajakku bernyanyi di antara riak malam.
Berbicara di antara barisan yang amat panjang. Ia kembali. Bermain kata
semaunya. Ya, semaunya. Tak peduli ketika senja datangkan malam.
Dia! Dia yang kini menjadi tanah bagi daun yang perlahan membusuk. Dia yang kini menjadi daun tergeletak jatuh dari atas pohon.
Ugh!
Sungguh sebuah sikap menjadikanku mengambil keputusan; Tak ada lagi
cerita tentang dia. Maka ini adalah akhir cerita tentangnya. Tentang
dia!
Yasmin, 14 Oktober 2012
Jumat, 30 Januari 2015
Rabu, 21 Januari 2015
PERGI KE NEGERI IMPIAN..
![]() |
| Buku "Indonesia: A World Treasure" karya Ebbie Vebri Ardian |
Indonesia memiliki banyak sekali destinasi wisata. Ada ribuan bahkan lebih dari jutaan. Tapi tak dipungkiri juga, perjalanan ke luar negeri juga menjadi dambaan.
Meski belum punya uang -dan nanti akan, insyaAllah doakan ya-, setidaknya kita masih memiliki impian. Nah, negara apa saja yang menjadi tujuan?
1. Makkah Al-Mukarramah
![]() |
| Jutaan Muslim berkumpul di sini |
Sama seperti muslim lainnya. Melihat ka'bah adalah tujuan utama. Ingin juga mengunjugi tempat-tempat bersejarah di masa kejayaan Islam. Kalau Allah memberi kesempatan, mungkin saja aku akan memiliki rumah di sana.
2. Pinky Japan
![]() |
| Menikmati sakura berguguran dan berkumpul di festival hanami |
Ingat sakura, pasti ingat Jepang. Meski Korea dan beberapa negara di Asia juga ditumbuhi bunga cantik tersebut. Namun negara Jepang telah menjadikan bunga ini sebagai ikon.
Pergi ke Jepang tak hanya menikmati bunga sakuranya, tetapi mengunjungi berbagai prefektur yang ada di sana. Mengunjungi tempat-tempat keren seperti Ginza dan Akihabara, pusat perbelanjaan elektronik. Tak lupa juga merasakan naik shinkanshen alias kereta cepat. Oia, katanya pergi ke Jepang sekarang bebas visa, lho.
3. Inggris
![]() |
| Mari menyeberangi sungai Thames |
Aku ingin kuliah di Inggris suatu hari nanti. Masuk Oxford University, tepatnya di Faculty of English. Semoga diterima, ya! Dan tentunya menjelah kota-kota eksotis dan romantis di sana. Tak lupa juga mengunjungi Museum of The Sherlock Holmes. Main juga ke kebun raya di Edinburg.
4. Turkey
Konon, sembilan wali alias wali songo yang melegenda dengan ajaran Islamnya di Indonesia, semuanya berasal dari Turki. Aku mendengar saat diskusi politik di UGM akhir November kemarin. Jadi, pasti banyak sejarah dan kebudayaan Islam berasal dari sini. FYI, meski pernah jadi masjid Hagia Sophia adalah museum sekarang.
5. City of Light
Sebagian orang mengenal 'City of Light' adalah Paris, tapi aku sependapat dengan Hanum. 'City of Light' adalah Cordoba, sebuah kota di negara Spanyol sana. Lebih dari 7 abad, Islam berjaya di sini dan menyebar di segala penjuru Eropa. Sebuah masjid di Cordoba atau Mezquita de Cordoba adalah buktinya. Namun masjid itu telah berubah menjadi katedral sekarang. Jadi, jangan coba-coba sholat di sana, ya. Karena pasti akan langsung disamperin petugas.
6. Yaman
Di Yaman ada sebuah pulau yang unik -kalau nggak mau dibilang aneh- namanya pulau Sokotra. Pulau dengan jumlah sekitar 700 spesies flora dan fauna. Ada juga yang berumur lebih dari 20 juta tahun lho. Tak ada yang memilikinya kecuali pulau Sokotra. Sebagai calon biologist -dulunya mau jadi anak biologi tapi kecemplung ke sastra :D- tempat ini wajib dikunjungi. Eh, tapi katanya Dajjal dikurung di sini. Hii..
7. Mesir
Mesir tak hanya tentang Alexandria dan Piramidanya. Ada banyak misteri di sana. Membaca novel-novel Dan Brown membuatku sedikit mengerti tentang simbol-simbol dan ingin mengunjungi negeri ini. Mengungkap banyak misteri.
4. Turkey
![]() |
| Hagia Sohia; Sophie, cantik bukan? |
5. City of Light
![]() |
| Mezquita de Cordoba |
6. Yaman
![]() |
| Lihat kaktus berduri itu |
7. Mesir
![]() |
| Alexandrian saat musim dingin |
TERSENYUM
Tetaplah untuk:
Tatap mentari pagi
Walaupun cahayanya menyilaukan mata
Hadapi ia di siang hari
Walaupun panasnya membakar raga
Temui ia kala senja
Karena warnanya menyejukkan jiwa
Relakan ia pada malam
Karena ia lenyap tinggalkan siang
Tergantikan bulan terangi malam
Yah, karena kau tetap akan temuinya
Tak bisa hindarinya
Karena ia bersama kita hadapi dunia
13 Juni 2011
Tatap mentari pagi
Walaupun cahayanya menyilaukan mata
Hadapi ia di siang hari
Walaupun panasnya membakar raga
Temui ia kala senja
Karena warnanya menyejukkan jiwa
Relakan ia pada malam
Karena ia lenyap tinggalkan siang
Tergantikan bulan terangi malam
Yah, karena kau tetap akan temuinya
Tak bisa hindarinya
Karena ia bersama kita hadapi dunia
13 Juni 2011
BENCI BUKAN PADA MERPATI*
aku benci dalam duka,
aku benci pada haru,
aku benci di antara sepi,
aku benci menaut pilu,
melaut biru,
gelombang rasa yang takku mengerti.
sekali lagi aku benci!
karna aku benci!
benci berbalut luka,
mengalir darah dalam parah,
benci membalut hati,
membuatnya perih,
sakit yang merintih.
benci memuncak parah,
benci membuat luka,
benci mencuat serakah,
tinggalkan hati dalam diri,
tak kuasa kumenahan sedih
dalam hati yang terus merintih,
sedih
aku pun pilu hingga batu,
aku pun sendu dalam rindu,
aku pun ratu pada belukar biru
yeah!
meski terkadang pada air terdapat batu kerikil.
pun ia menderas pada laju mengalir.
membuatnya berbelok arah,
memancing pelbagai gundah,
pada aur yang memerah,
air pun melaju pasrah.
merpati datang terbangkan kepaknya.
terbang di antara awan putih menawan cerah.
suci beralas langit bersih.
lembut menebar cerita.
senyum kembali merekah pada hati yang gundah.
merpati putih, kita satu!
merpati putih,
lembut suci dari dalam ketulusan hati...
Juli 2011
*puisi kolaborasi dengan seorang sahabat, Robi
aku benci pada haru,
aku benci di antara sepi,
aku benci menaut pilu,
melaut biru,
gelombang rasa yang takku mengerti.
sekali lagi aku benci!
karna aku benci!
benci berbalut luka,
mengalir darah dalam parah,
benci membalut hati,
membuatnya perih,
sakit yang merintih.
benci memuncak parah,
benci membuat luka,
benci mencuat serakah,
tinggalkan hati dalam diri,
membalut dengki pada duri
tak kuasa kumenahan sedih
dalam hati yang terus merintih,
sedih
aku pun pilu hingga batu,
aku pun sendu dalam rindu,
aku pun ratu pada belukar biru
yeah!
meski terkadang pada air terdapat batu kerikil.
pun ia menderas pada laju mengalir.
membuatnya berbelok arah,
memancing pelbagai gundah,
pada aur yang memerah,
air pun melaju pasrah.
merpati datang terbangkan kepaknya.
terbang di antara awan putih menawan cerah.
suci beralas langit bersih.
lembut menebar cerita.
senyum kembali merekah pada hati yang gundah.
merpati putih, kita satu!
merpati putih,
lembut suci dari dalam ketulusan hati...
Juli 2011
*puisi kolaborasi dengan seorang sahabat, Robi
Tumbuh Sebelum Patah*
suatu hari nanti anakku
ketika matahari terbit
dan aku tak lagi di sisimu
berdirilah tegak di pijak basmalah
mungkin suatu saat nanti
aku tak lagi tinggal di sini
maka jauh sebelum matahari pergi
buatlah cahaya di ketinggianmu
sebab malam jauh lebih panjang
dari hari-hari terang benderang
orang-orang akan bergentayangan nantinya
mencari ladang-ladang berkah darimu
sebelum akhirnya, kau juga menulis usia
sepertiku
*KH. Tidjani Djauhari
ketika matahari terbit
dan aku tak lagi di sisimu
berdirilah tegak di pijak basmalah
mungkin suatu saat nanti
aku tak lagi tinggal di sini
maka jauh sebelum matahari pergi
buatlah cahaya di ketinggianmu
sebab malam jauh lebih panjang
dari hari-hari terang benderang
orang-orang akan bergentayangan nantinya
mencari ladang-ladang berkah darimu
sebelum akhirnya, kau juga menulis usia
sepertiku
*KH. Tidjani Djauhari
Langganan:
Postingan (Atom)



















