Jumat, 10 Januari 2014

MENULIS ITU..



“Dan hendaklah ada sebagian di antara kamu sekelompok orang yang senantiasa mengajak kepada kebaikan, memerintahkan yang makruf, dan mencegah yang munkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung” (Q.S. 3:104).
***
Write there with 'basmalah'
Tak salah lagi, Allah telah menyuruh kepada setiap hamba untuk senantiasa berbuat baik terhadap sesama. Menyeru kepada kebaikan, dan mencegah terjadinya kemungkaran. Perintah ini langsung datang dari Allah, dan selanjutnya perintah ini adalah wajib. Manusia wajib menyampaikan kebenaran. Kemudian selanjutnya dikenal sebagai dakwah. Apalagi melihat jaman yang semakin merosot, maka pentingnya berdakwah sangat ditekankan. Khususnya kepada seluruh  umat Islam.

Dakwah tidak hanya satu macam, ada tiga macam dakwah yang menyertai. Dakwal bi Al- Lisan, dakwah yang disampaikan secara lisan. Contohnya ceramah, menegur atau mengingatkan seseorang secara verbal. Dakwah bi Al-Hal, dakwah yang disampaikan dengan cara mempraktekan tingkah laku yang baik. Terakhir dakwah bi Al-Qalam, dakwah lewat tulisan.

Dakwah yang tertera paling akhir (dakwah bi Al-Qalam) adalah dakwah yang paling sederhana dan mudah.  Seorang muslim tidak harus berkoar-koar menyampaikan kebaikan, atau mencari mangsa untuk diceramahi. Dakwah bi Al-Qalam hanya menyaratkan untuk menulis. Menulis tentang kebaikan, lalu menyebarkannya. Entah itu lewat sms, facebook, ataupun blog.

Menulis kemudian menjadi kewajiban, karena setiap muslim diharuskan berdakwah. Menulis menjadi sangat wajib ketika seorang muslim memilih dakwah bi Al-Qalam di antara tiga macam dakwah lainnya. Maka seorang guru terutama yang beragam Islam sepatutnya menulis.

Menulis tidak hanya sebagai kewajiban. Sebagai seorang guru, keterampilan menulis sangatlah diperlukan. Jaman yang serba modern menuntut seorang guru untuk meiliki keterampilan tersebut. Terlebih lagi membuat karya tulis adalah bagian fungsi tanggungjawab seorang guru, juga dalam permeneg PAN-RB No. 16 Tahun 2009 disebutkan bahwa karya tulis adalah salah satu pengembangan profesi, dan itu merupakan syarat untuk kenaikan pangkat. Kurikulum 2013 pun mewajibkan guru untuk menulis. Maka tak heran jika seorang penulis bernama Hernowo mengaharapkan agar semua pengajar di Indonesia dapat menulis buku untuk para muridnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar