Tampilkan postingan dengan label Blogging. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Blogging. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Agustus 2017

Getting Ideas in the Stuck Moment


Ini bukan stuck in the moment with you. Tapi in the moment when kita yang awalnya doyan nulis lagi kehabisan ide. Bawaannya matung aja di depan layar tanpa ada satu kalimat pun tertulis.

No excuse, kata Pak Isa Alamsyah gitu. Nggak ada alasan untuk berhenti menulis biasanya. Apalagi alasannya hanya karena bad mood.

Tenang itu bisa diatasi. Piye caranya? Ini dia!

Ngeliat Foto
Saat kita nggak tau mau nulis apa, coba aja liat foto-foto lama. Ini bisa mendatangkan inspirasi baru lho. Seperti aku yang mulai kehabisan ide mau nulis apa lagi tentang pernikahan Teh Lia.


Ya, nengokin foto-foto pas acara mendatangkan kekata baru bagiku. Ada ekspresi atau detail yang bisa kita tambahkan dalam tulisan.

Buku
Baca buku adalah rujukan ketika kita membutuhkan ragam ilmu. Nah, pas  badmood, coba aja baca.


Nanti dari situ kita bisa parafrase atau retelling isi buku dengan bahasa kita. Sekedar untuk menambah referensi juga bagus. Biar tulisan kita makin bermutu.

Jalan-jalan
Tak mesti mendaki gunung lewati lembah, kita cukup hirup udara segar pergi keluar rumah. Beli deterjen di warung atau nyemil seblak di kedai sebelah.


Rasa yang kita dapat ataupun pemandangan di jalanan bisa jadi tulisan baru.

Blogwalking
Bener memang. Kita nggak punya alasan untuk badmood karena orang yang sudah berkomitmen tidak akan memedulikan ini. Karena kita sudah punya target, punya rencana maka semua harus kembali dilakukan sesuai planning awal.

Jalan-jalan ke blog mentemen dan dapatkan inspirasi dari tulisan mereka. Sekalian silaturahim.


Nonton Film
Inspirasi bisa datang darimana saja. Tergantung kita peka atau nggak menangkapnya. Termasuk waktu seseruan nonton film.

Adegan-adegan lucu atau hikmah tersembunyi di balik bisa jadi bahan baru untuk tulisan.
Tak ayal orang yang lagi nulis fiksi romance misalnya maka nontonnya film serupa macam Kimi no Nawa.

Peka
Seperti yang kusebutkan sebelumnya. Harus peka melihat peluang datang. Bahkan angin yang berbisik lembut adalah ide segar yang menenangkan.

Kejadian yang bisa dijadikan puisi, prosa atau bahkan hukum gravitasi. Seperti Newton yang duduk rehat di bawah pohon apel. Dia bisa menjadikannya sebuah teori.

Tuuh kan nggak ada alasan sebenarnya. Kalau ada mungkin itu hanya rasa malas atau bisikan setan yang kita turuti kemauannya.

Sekian. Semoga kita makin peka dengan keadaan sekitar. Dan inspirasi yang datang menjadi tulisan mencerahkan.
Yuk!

#ODOP


Rabu, 02 Agustus 2017

Lima Keahlian Wajib Blogger

Menghadapi MEA [Masyaratkat Ekonomi ASEAN], untuk bertahan kita harus memiliki lima keahlian dalam diri seseorang. Setidaknya begitu menurut Afifah Afra dalam satu postingannya. Karena kita bukan lagi bersaing di antara bangsa sendiri. Melainkan dengan Negara-negara tetangga di sekitar kita. Seperti Malaysia, Brunei, Vietnam dll. Persaingan semakin ketat.

Serem nggak sih? Macam perang ideologi nggak? Eh itu mah namanya ghazwul fikr. Lain kali saja kita bahasnya. Oke skip, lanjut!

Agar bisa defense di antara orang-orang lainnya. Nah, menurutku setidaknya ini kima keahlian yang wajib dimiliki seorang blogger.

Writing
Mengapa menulis menjadi nomor urut pertama karena kita harus pintar bermain kekata di dunia tulisan. Isi atau content paling krusial di blog kan tulisan. Tanpa tulisan blog kita akan kosong melompong. 

Penempatan EYD yang benar juga harus diperhatikan. Karena mau tidak-mau kita kudu mengedukasi pembaca di dunia virtual ini. Tapi sekali-kali pakai gue-elu juga nggak papa, kan? Well, itu hanya masalah style, haha. 

Ya, pokoknya mah sebisa mungkin diusahakan atuh ya. Ikut SPOK. Biar pelajaran Bahasa Indonesia yang kita pelajari bertahun-tahun di bangku sekolah tidak mudah dimakan zaman, hoho.

Pun, agar pembaca mengerti maksud dari tulisan yang kita publikasika di blog. Agar pembaca tidak bingung, ini maksudnya apa yang dibicarakan.


Graphic Designer
Ini tambahan biar tampilan blog kita makin kece. Bikin blog lebih berwarna dan membuat pembaca betah tinggal lama-lama. 

Hihi, aku sebenarnya juga belajar. Mengutak-ngatik corel, main photoshop. At least kita paham bagaimana mendesain blog secantik mungkin. Menurut selera kita tentunya.

Di zaman modern ini, belajar desain tak harus bertatap muka. Banyak orang-orang di dunia virtual ini yang bisa membantu. Blog-blog perempuan keren Indonesia juga banyak yang menyediakan tutorial gratis di dalam blognya. Seperti punya Mbak Alma ini misalnya. Aku sering lho belajar banyak di sana.

Ini hanya masalah kita mau belajar atau tidak.

Programmer
Jangan bilang hanya perlu keahlian menulis di dunia blogging. Sedapat mungkin kita pelajari kode CSS atau temannya yang bernama HTML. Bagaimana caranya agar blog loadingnya nggak lama. Gambar, font yang nyaman di mata pembaca itu bagaimana. Dalam hal ini, Mbak Shinta banyak membantuku dalam postingan kece di blog beliau.

Editor
Penulis yang baik, harusnya mengedit dulu tulisannya. Melihat kembali apakah ada typo, atau SPOK yang ketinggalan. Dalam buku 101 Dosa Penulis Pemula dijelaskan komplit di situ. Bagaimana cara menjadi penulis yang baik. Blogger juga harus memperhatikan ini.

Jadi tidak hanya skripsi yang perli revisi berkali-kali. Tulisan blogger pun perlu. Dosen pembimbingnya kita sendiri. Asyik kan tak perlu janjian buat ketemuan. Yes!


Photography
Tidak afdal kan kalau kita hanya menyuguhkan tulisan. Ibarat bertamu ke orang, dikasih pegangan tapi lupa minuman. Kasihan kalau tamunya tersedak. Apalagi di dunia serba canggih ini, katanya foto adalah bukti.

If you have a smartphone sila digunakan. Tak harus kamera DSLR. Kalau ada mah monggo. Tapi sayang tabungan belum cukup, apa daya beli kamera yang harganya berjuta-berjuta itu. Tak pe, akupun pakai kamera yang hanya 2 MP. Foto-fotoku di @hafidzahcumlaude kebanyakan begitu. Tapi habis itu diolah. Edit sana-sini pakai aplikasi yang sudah bertebaran di playstore. Jika mengandalkan cahaya matahari bisa lho bikin gambar kece. 

Boleh juga nih belajar sama Mbak Nahla di sini

That's all, lima keahlian yang menurutku wajib dimiliki blogger. Saban hari blogger tambah banyak lho. OKB! Oke, kita bersaing. Bersaing sportif tentunya. Para muslimah pasti paham, fastabiqul khairat. Alias berlomba-lomba dalam kebaikan. Yuk!

Macam ikutan #ODOPnya #BloggerMuslimahIndonesia biar makin istiqomah menebar kebaikan. 
Ganbatte, minna-san :*

Jumat, 24 Juni 2016

Jalan-jalan ke Aceh, Yuk!

Aceh? Iya, daerah istimewa di ujung Indonesia sana. Tepatnya di Pulau Sumatera. Sudah pada tahu tentunya. Daerah ini adalah salah satunya tempat yang menegakkan syariat Islam. Makanya disebut Serambi Mekkah. Orang Zina di sana benar-benar dicambuk.

Sebagai orang Islam siapa yang tak ingin pergi ke Mekkah. Nah, mungkin jika tabungan belum cukup bisa berwisata ke daerah ini terlebih dahulu. Tapi kalao kesasar gimana? Tenang kita pumya guide yang tinggal di daerah sana. Ibu dokter yang bernama Liza Fathia. Dokter yang ngakunya suka jalan-jalan. Jadi pantaslah kita ajak.


Bunda Liza ini sudah memiliki satu anak. Beralamatkan di http://liza-fathia.com/. Personal blog yang dikelolanya sejak tahun 2011. Eh nggak tahu juga ding, soalnya ada tulisan yang diposting pada tahu segitu. Nah, mungkin kita menanyakan langsung tentang hal itu. BIsa berkirim lewat surel pribadinya di liza.fathirani@gmail.com atau media sosial beliau di @fatheeya (Twitter) dan Liza Fathiariani di Facebook.

Okay, segitu dulu kenalannya. For more information langsung saja chit-chat ke akun beliau, ne?Sekarang saatnya kita jalan-jalan. Yuk kita ke Aceh!


Pertama kita ke Air Terjun Ceuraceu dulu. Merasakan segarnya pancuran di antara kehijauan. Seger pati yaa. Apalagi siang-siang gini pas puasa. Mungkin rasanya seperti ter-charge 100% haha. Yang jago pota-poti mesti tak akan membiarkan pemandangan idah di sana tanpa terpotret. Tapi kata Bunda Liza, wisata ini tidak dibuka untuk umum. Jadi harus izin para tetua di sana. Zanen da yo..


Terus ke pantai. Ada namanya Pantai Lampuk. Lihat tuh, biru dan hijaunya bikin mata melek seketika. Seru nih buat liburan abis UAS. Saat tumpukan makalah dan mini-thesis done perferctly. Maka jalan-jalan ke pantai berpasir putih pastilah ganjaran yang sempurna. Eh maksudnya? :D



Pantai Lange juga nggak kalah. Hijau dan biru lautnya tambah bikin traveling there. Yang nggak suka sama pasir, bisa leyeh-leyeh di rumput hijau itu. Biar pas nyuci baju nggak berat ya? Iya thu. Pengalaman, haha. 


Di Pantai Lange ini ada keunikan lainnya. Di sana ada semacam gletser. Pancuran. Air yang memancar dari tanah. Pancuran di pantai Lange ini terjadi karena himpitan karang-karang. Air yang memancar juga masih asin alias masih air laut. Percaya kan air laut itu asin. Kalau nggak, nanti deh diincip pas ke laut :D



Selain Ceuraceu ada juga namanya Putro Aloh. Ini air terjunnya kecil dan tidak terlalu dalam. Cocok buat main sama anak kecil. Dan sepertinya arusnya tidak deras. Jadi tak khawatir si kecil hanyut. Kayaknya cocok buat Adekku yang sedikit trauma mandi di sunagi.


Selalu cantik! Gambar di atas terletak di Sabang. Ciamik ya. Ibu dokter keren motretnya. Jadi selain bisa merawat dan memberi obat, Bunda Liza juga jago motret. Tak heran hasil pota-poti beliau keren-keren. Two thums up!


Lelah jalan-jalan, ada juga nih kuliner yang mungkin bisa bikin baper orang laper. Namanya Mie Celor. Makanan dengan kuah kuning kental. Tapi katanya Bu Dokter ini tak boleh disantap penderita dislipidemia atau kelainan kolesterol. Soalnya salah satu bahannya adalah udang. Tuh, asyiknya punya kenalan dokter gitu, kita bisa tahu mana makanan yang bermanfaat dan yang tidak baik untuk kita. Karena kan katanya tak sekedar halal, tapi jug aharus thayyib ^^b

Oia, kalau mau kuliner yang satu itu harus perginya ke Palembang. Eh? Iya, jadi kudu beli pas berangkat atau pulangnya ya, mampir dulu ke Palembang sebelum ke Aceh. 

Rabu, 08 Juni 2016

Mbak Afifah, si Kutu Buku dan Bukan si Otaku


Sekarang waktunya mengulas pemilik blog Flying without Limit sama Lady Book’s Note. Yosh, meski Ramadhan harus, kudu, nggak boleh lupa update postingan. Kan, kan, kan*gaya Upin-Ipin. Meski puasa, meski tugas bejibun, meski UAS jadwalnya belum keluar juga. Katanya sih tanggal 20 Juni. Tapi sampai kapan? Jiah, malah curcol*gomenne :D
 
Si empunya Blog, Mbak Afifah
Etapi, ngomongin soal buku, saya juga ada another blog focus on talking about books namely, Walking around the Books. Itu plesetan dari idiom walking around the bush. eh, kok malah promosi blog sendiri ya, hihi.

Okay, nama lengkapnya Afifah Mazaya. Ketemu pertama kali [maksudnya pertama kali mainke blognya] pas temen-temen arisan nyerahin akun sosmednya. Maka sampailah saya di sana. Di sebuah instagram Mbak Afifah Mazaya. Nah di sana tertera alamat blog Mbak Afifah. Tepatnya sebuah blog buku. Judul blognya Lady Book’s Note. 
Rumah buku Mbak Fifah
Postingan yang aku baca waktu itu bukan review buku sebenarnya; manga. Itu buku juga, tapi temen-temen pecinta anime, otaku dan sebangsanya*bangsa apaan coba? Bilang kalau buku komik itu namanya manga, kalau dijadikan film kartun namanya anime, trus kalau manga-nya diadatasi jadi film namanya Live Action. Kalau dorama Jepang itu memang pure drama, bukan berasal dari manga ataupun anime. Nah, hati-hati memakai istilah di atas jika kalian bergaul dengan otaku, hihi.

Beberapa koleksi buku Mbak Afifah
Otaku itu, orang yang addict banget sama anime. Koleksinya sampai tera*lebih dari sekedar giga, tapi temenku yang koleksi anime-nya satu hardisk nggak mau dibilang otaku. Suka cosplay alias suka pakai baju-baju ala anime kesukaan. Tapi Mbak Afifah juga bukan otaku. Just a girl who loves reading even a manga, agirl with glasses yang aseli Bogor dan alumnus IPB juga.

Mbak Afifah nggak perlu diargukan lagi sebagai bookblogger. Postingan bukunya kece, rajin ikut event. Bahkan baru-baru ngehost beberapa event. Seperti blogger pro, Mbak Afifah juga bergabung di beberapa kelompok; Blog Blogger Indonesia, Kumpulan Emak Blogger, Asinan Blogger dan Blogger Perempuan.Kelompok yang terakhir, yang akhirnya mempertemukan saya dengan Mbak Afifah. 
Flying without Limit
Di Flying without Limit, meski gado-gado kece juga lho. Bahkan Mbak Afifah punya jadwal tersendiri. Misalnya Rabu Jajan sama Sabtu Kenalan. Terus ada review anime sama drama juga di sana. Wah, two thumbs up deh buat Mbak Afifah. Semoga aku juga bisa banyak berbagi dan memberi manfaat pada para pembaca T.T

Oia, Mbak, ada dorama seru. Judulnya Siren, tentang detektif. Ceritanya bikin greget sampai akhir. Endingnya tak tertebak. Kuberi lima bintang deh.That’s all, Mbak Afifah. Siapa tahu nanti kita bisa barteran buku atau film terbaru ;)

Untuk mengenal lebih lanjut tentang Mbk Afifah bisa langsung mengunjungi blognya atau berkenalan saja secara langsung. cari di sosial media dengan nama yang sama. bye, bye..

Rabu, 27 April 2016

Saatnya Mandi Kembang! [A Blografi]

Yeay, our mid-term test finally done! Nikmat mana lagi yang akan kamu dustakan? Kelar UTS, rasanya luaarrrr biasa. Bisa selonjoran dan mandi kembang! Atau setidaknya jalan-jalan. Haha.

Forget about college first. Kamis-Jumát, Sabtu, Ahad! Ada empat hari untuk ngalor-ngidul ke sana ke mari. Bisa menamatkan, buku-buku setebal bantal, koleksi film seleksi dari temen-temen dulu tapi :D atau merampungkan skripsi. Aww, rasanya ada yang kesenggol kalo ngomong beginian. Haha, semangat man-teman.

End the books!
Oke, oke. Tentang kembang, bunga atau apapun itu namanya. tau kan aku sangat menyukainya.  Nggak, gue baru tahu :p Very loooove it! sampai-sampai, kalo ketemu temen, dibilangnya si gadis kembang. Nggak peduli bunga apa, aku suka. .Apalagi warnaynya soft dan beraroma wangi. Laiknya mawar, melati semuanya indah*singing. Hadiahku untuk temen-temen juga bunga. Yaa, walaupun bunga di tepi jalan*wink

 Ngomong-ngomong kmebang, ada blog yang suka kembang banget ini. Namanya Mandi Kembang. Wah, berbunga-bunga setiap hari dong. Hmm, benar! Di bawah ini buktinya. Mbak Meriska, si empumya blog di senuah taman bunga.

Si empunya Mandi Kembang
Lengkapnya Meriska PW. Awalnya penasaran juga kepanjangan dari PW. Soalnya di semua akun Mbak Meriska selalu di cantumin. Mulai dari Line, Telegram sampai Instagram-nya Mbak Meriska ada. Nah, setelahnya mengunjugi blognya aku pun menemukan. Tepatnya di sini.

Jadi, PW adalah singkatan Putri Wuakeh. Eh, bukan ding Wahyuningtyas. Lengkapnya Mbak Meriska Putri Wahyunigtyas. Seorang Mamah yang memiliki anak bernama Alif yang berusia dua tahun. Kemaren waktu si Alif ulang tahun seru. Ide untuk mendekornya keren. Salut deh sama Mbak Meriska yang lahir di Blitar dan kuliahnya di FT UB. Cerita serunya Mbak Meriska sebgai seorang Mamah bisa dibaca di sini

Blog Mandi Kembang
Blog Mbak Meriska so girly and pinky. Mulai dari header dan font-nya yang bunga-bunga. Lantas tab berjejer pink juga judul postingan dengan font Lobster. Salah satu font yang aku suka selain Dancing Script dan Learning Curve. Eh, ada lagi! Font yang suka nongol di Blogger Perempuan; Bonjour. Font yang belum dapet nyari-nyari ke mana-mana. Soalnya berbayar.

Topik di blog Mbak Meriska banyak. Ada jalan-jalannya juga. Jadi ngiri pas Mbak Meriska sudah nyampe Gili Labak duluan. Nggak ngajak-ngajak >_< Emang gue siapa :p Setuju sama Mbak Meriska yang bilang, Gili Labak itu Maldives-nya Jawa Timur, Indonesia. Biruuu.. bingit. Layernya ke warna tosca itu juga keren! Tambah mupeng gue.

Sooo, tosca!
Selain aktif di blog, Mbak Meriska juga ada di Youtube. Salah satunya, live report Mbak Meriska dari Lombok. Ada juga video yang menayangkan betapa lihainya Mbak Meriska memakai make-up. Pakainya cepet. Tak sampai tiga menit. Dakara, shugoi!

Nah, itu dia ulasan tentang si empunya Mandi Kembang;  Si Mamah blogger, Mbak Meriska Putri wahyuningtyas Yeay! Hafal.. Istilah blografi juga saia temukan dari blog beliau. Sekian guys. Ja ne! Ketemu lagi di postingan selanjutnya. Sayounara..