Tampilkan postingan dengan label #muslimah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #muslimah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Juni 2016

Mbak Afifah, si Kutu Buku dan Bukan si Otaku


Sekarang waktunya mengulas pemilik blog Flying without Limit sama Lady Book’s Note. Yosh, meski Ramadhan harus, kudu, nggak boleh lupa update postingan. Kan, kan, kan*gaya Upin-Ipin. Meski puasa, meski tugas bejibun, meski UAS jadwalnya belum keluar juga. Katanya sih tanggal 20 Juni. Tapi sampai kapan? Jiah, malah curcol*gomenne :D
 
Si empunya Blog, Mbak Afifah
Etapi, ngomongin soal buku, saya juga ada another blog focus on talking about books namely, Walking around the Books. Itu plesetan dari idiom walking around the bush. eh, kok malah promosi blog sendiri ya, hihi.

Okay, nama lengkapnya Afifah Mazaya. Ketemu pertama kali [maksudnya pertama kali mainke blognya] pas temen-temen arisan nyerahin akun sosmednya. Maka sampailah saya di sana. Di sebuah instagram Mbak Afifah Mazaya. Nah di sana tertera alamat blog Mbak Afifah. Tepatnya sebuah blog buku. Judul blognya Lady Book’s Note. 
Rumah buku Mbak Fifah
Postingan yang aku baca waktu itu bukan review buku sebenarnya; manga. Itu buku juga, tapi temen-temen pecinta anime, otaku dan sebangsanya*bangsa apaan coba? Bilang kalau buku komik itu namanya manga, kalau dijadikan film kartun namanya anime, trus kalau manga-nya diadatasi jadi film namanya Live Action. Kalau dorama Jepang itu memang pure drama, bukan berasal dari manga ataupun anime. Nah, hati-hati memakai istilah di atas jika kalian bergaul dengan otaku, hihi.

Beberapa koleksi buku Mbak Afifah
Otaku itu, orang yang addict banget sama anime. Koleksinya sampai tera*lebih dari sekedar giga, tapi temenku yang koleksi anime-nya satu hardisk nggak mau dibilang otaku. Suka cosplay alias suka pakai baju-baju ala anime kesukaan. Tapi Mbak Afifah juga bukan otaku. Just a girl who loves reading even a manga, agirl with glasses yang aseli Bogor dan alumnus IPB juga.

Mbak Afifah nggak perlu diargukan lagi sebagai bookblogger. Postingan bukunya kece, rajin ikut event. Bahkan baru-baru ngehost beberapa event. Seperti blogger pro, Mbak Afifah juga bergabung di beberapa kelompok; Blog Blogger Indonesia, Kumpulan Emak Blogger, Asinan Blogger dan Blogger Perempuan.Kelompok yang terakhir, yang akhirnya mempertemukan saya dengan Mbak Afifah. 
Flying without Limit
Di Flying without Limit, meski gado-gado kece juga lho. Bahkan Mbak Afifah punya jadwal tersendiri. Misalnya Rabu Jajan sama Sabtu Kenalan. Terus ada review anime sama drama juga di sana. Wah, two thumbs up deh buat Mbak Afifah. Semoga aku juga bisa banyak berbagi dan memberi manfaat pada para pembaca T.T

Oia, Mbak, ada dorama seru. Judulnya Siren, tentang detektif. Ceritanya bikin greget sampai akhir. Endingnya tak tertebak. Kuberi lima bintang deh.That’s all, Mbak Afifah. Siapa tahu nanti kita bisa barteran buku atau film terbaru ;)

Untuk mengenal lebih lanjut tentang Mbk Afifah bisa langsung mengunjungi blognya atau berkenalan saja secara langsung. cari di sosial media dengan nama yang sama. bye, bye..

Jumat, 25 Maret 2016

Esti Sulistyawan: a Blogger from My Love Note

Maret 2009, itu awal postingan Mbak Esti di blog pribadinya; My Love Note. Sebuah postingan berisikan lirik lagu yang mengawalinya. Cukup lama juga ya. Aku saja mulai ngeblog baru-baru ini. Pas kuliah. Wah, aku harus lebih banyak belajar, Suhu!

View penyambutan
Mataku tertuju pada warna biru saat membuka blognya. Padanan warna biru dan font-nya ciamik. Pemilihan warna birunya cantik. Aku yang menyukai warna pink malah menyarankan warna birunya saja yang lebih di-dominan-kan.

Tombol yang cantik
Gemes juga sama button-nya. Tombol yang tak kalah keren. Selain, karena garis-garis jahitan, aku juga suka saat tombol-tombol itu berubah warna saat didekati. Mereka kedap-kedip genit. Oia, button di bawah header juga bisa kedap-kedip ternyata.

Barisan bunga-bunga
Satu hal lagi yang membuat mataku berbinar-binar; bunga! Bunga-bunga pemisah setiap postingan di sana amat indah. Eta bunga sakura mereun. Bunganya tak cuma di situ. Pada judul di setiap gadget pun ada dengan jenis bunga yang berbeda. Penuh dengan bunga-bungaa. I love flowers!

Meski dalam kata sambutannya, Mbak Esty mengatakan blognya berisi curahan hati dan pengalaman pribadi, bukan berarti isinya mewek-mewek. Malah di sana banyak postingan yang bermanfaat yang kudu dipantengin. Misalnya tentang khasiat kunir, bagaimana mengatur keuangan hingga hal sepele seperti sakit perut. Eits, jangan salah diare juga bisa mengakibatkan kematian lho, jadi jangan disepelekan.

Hampir lupa memperkenalkan si empunya rumah My Love Note. Nama panjangnya Esti Sulistyawan. Sekarang tinggal di Semarang. Dulunya sekolah di Pontianak, dan kuliah di UNDIP. Satu lagi! Sudah menikah dengan Pak Budhi. Jadi para lelaki lainnya dilarang naksir. Apa maksudnya coba :D

Jangan lupa mengunjungi rumah Mbak Esti ya. Selain blog Mbak Esti juga aktif di Twitter, Instagram dan Facebok. Cek saja langsung di akunnya; Twitter: @estisulistyawan, IG: @sulistyawanesti, dan Facebook: Esti Sulistyawan.

In the end, satu quote dari Mbak Esti, saya menulis untuk menulis. Bukan untuk menjadi penulis best-seller nan kaya raya. Menulis hanya media penyaluran energi into positive thing.

Senin, 22 Juni 2015

MENCOBA MENJADI KREATIF

Baru buka blog dan membaca tulisan di Padepokan Budi Raharjo merasa tertantang untuk menjadi kreatif dengan menuliskan apa yang sedang berseliweran pada pikiran. Oke, aku akan menulis 10 hal yang memenuhi isi kepalaku saat ini.

Pertama, I'm proud that this is Ramadhan. Bulan penuh berkah, rahmat dan tentu saja ampunan. Waktu untuk berlomba-lomba menaikkan derajat dan pahala. Agar Allah tambah sayang. Ya, walaupun you know that women have their great days not to fasting. Tapi menurutku itu bukan alasan lho untuk berhenti menebar jala kebaikan. Bisa, dengan membantu orang yang berpuasa atau memperbanyak sedekah.

Kedua, this is examination time! Tugas gue ngantri minta perhatian. Ampun dah.Untung saja ide dalam pikiran berjubelan datang. Alhamdulillah, berkah Ramadhan. Keep calm, Allah pasti bantu kok. Semangat!!!

Ketiga, this Sunday I have to be a moderator. Actually this is my first time to be. Whew! It must be so awesome to be done. Then see there, a great talkshow with sophisticated moderator. Aamiin..

Keempat, I'm a chief now. I have to be organize my members. It's so complicated. Soalnya ada yang jalan, ada yang nggak. Biasa, manusia kan suka gitu. But I try my best to do. For this work, it will seen on June 28. I hope those work done well. Partisipasinya guys!

Kelima, uriidu an ari'al baiti. Kerrong lha. Walakin katsir a'mal huna. Kangen kolaknya Ummi, muntu yang biasa dijual di Bugih. Rindu mawar-mawar yang biasa menyapaku setiap hari. Juga jeruk-jeruk yang siap dipanen di depan rumah. Thawiilus syauqi..

Keenam. Aku dan temen-teman lainnya lagi nungguin soal Stylistics. Janjinya sih mau di-upload di Facebook kemarin. Tapi belum nongol-nongol juga sampai sekarang. Padahal sebentar lagi jadwalnya  jam 11:00-12:30. Hmm, sepertinya nggak jadi take home.

Ketujuh. Wah, waktunya hampir habis. Beberapa menit lagi. Ceritanya dedline. Sebentar lagi komputer ini akan mati secara otomatis.

Kedelapan. Nanti temen-temen di kos buka (puasa) apa ya? Kita lagi nggak ada bahan. Belum ada yang ke pasar juga. UAS euy! Tugas kita seabrek.

Kesembilan. Sebentar lagi aku harus ke prodi. Nengokin, tanya temen-temen tentang soal ujian. Siapa tahu uda ada yang punya.

Kesepuluh. Oke, aku harus berjalan di bawah terik matahari dengan angin yang bertiup sepoi dan dingin. Yeay!

Dadah. Takut komputernya keburu mati :D

Kamis, 06 November 2014

GUE KEBAKARAN JENGGOT



tulung, ada kebakaran!
Apa? Gue punya jenggot? Kagaklah. Itu cuma judul doang. Abis, gue sebel banget. Dateng dari rumah tetangga. Exactly, akun pesbuknya adek kelas. Ape muasalnye coba?

Ceritanye gue nggak sengaja ngeliat adek kelas pasang muka comel di pesbuk. Oke cantik. Bukan itu yang bikin gue ampe kebakaran jenggot, tapi dianya kehilangan kudungnya. Dia pasang foto tanpa jilbab. Astaghfirullah! Masalahnya dia udah bertahun-tahun dikerangkeng di penjara suci alias dipondokin. Jelas dia uda tahu dong hukumnya pake jilbab bagi muslimah. Ayatnya aja pasti dia uda hapal. Wong mondoknya juga di tempat buat ngapalin qur’an.

Wajib, tentu saja! Kudu bin harus. Itu hukumnya pake jilbab buat muslimah. Para wanita yang ngaku dirinya Islam. Cewek yang make status Islam di KTP serta di semua akun sosialnya. WAJIB, WAJIB, WAJIB! Pan uda pada ngarti...
Terus melihat hal yang seperti itu masa iya cuma bengong aja. Langkah pertama, yang pasti memberi komentar pada foto that made me kebakaran jenggot. Mau tahu komentarnya apa? Yang pasti bukan bilang, wah cantiknya... melainkan Surat An-Nur ayat 31. Sudah tahu kan isinya apa?

Nggak puas dengan hanya ngasi jejak di sana, tanganku gatel buat nulis yang lebih. Bikin status. Aseli, kayaknya itu status, status gue yang terpanjang. Soalnya nggak pernah sepanjang itu. Mau tau statusnya apa?
 
this is my post
Sebenarnya pas bikin status itu udah lewat jam malam. Uhuk! Update status jam segitu rawan ditegur sama ADK, Ukhti, belum tidur? Uda lewat jam malam lho. Gubraks! Tapi dasar gue emang agak-agak. Itu status dipasang  juga. Meski jam sudah menunjukkan lewat tengah malam. Awas nenek kunti lewat. hihihi...kabuuuuurr...

Tepatnya jam setengah sepuluh pas itu status sudah terpasang. Jadi nggak bener kalo pas nulis status ada nenek kunti lewat. Yang bilang siapa coba?*tepok jidat :D

Bella saja lebih cantik pakai kerudung ^_^
Ternyata bikin status panjang di pesbuk belum bikin gue puas. Jadi deh curcol ngalor ngidul di blog. Hoho. Jadi begitu ceritanya kawan-kawan. Kenapa gue sampe kebakaran jenggot tapi gue sayangnya gue nggak punya jenggot jadi nggak ada kebakaran. Begitulah kisahnya. In the end of story they live happily ever and after. Blah...

Kamis, 11 September 2014

ABIKU DAN TANAMAN BARU


Ada tanaman baru. Abiku yang menanamnya. Abiku? Sebenarnya abii saja artinya sudah ayahku. Sebagai orang Madura banyak yang menyaiku soal panggilan ini. Abi artinya ayah dalam bahasa arab. Nah kebanyakan orang Madura yang sudah berhaji, maka otomatis anak-anak mereka akan memanggil beliau-beliau dengan sebutamn umi-abi. Dan pertanyaan yang serinkali terlontar kepadaku, 


“Umi sama Abi kamu sudah naik haji ya?”

Kira-kira begitulah yang sering ditanyakan rekan-rekan perihal panggilanku terhadapa mereka. Tentu saja aku jawab belum. Belum tapi segera, insya Allah. Doakan ya. Semoga.

Ini tanamannya

Nah kembali lagi tentang ceritan tanaman abiku. Aku belum menanyakan, tepatnya apa nama tanaman baru itu. Yang jelas kemarin abiku mengambil beberapa batangnya untuk dijadikan obat. Bercerita tentang obat. Abiku adalah orang yang sangat peduli terhadap kesehatan anak-anaknya. Coba deh ada yang batuk dikit, beliau segera memberi titah.

“Ambil itu bunga-bunga belimbing kecil di depan rumah.”

Atau ketika si dedek kena sesuatu pada kulitnya. Langsung saja abi membuat ramuan obat untuk bisul si dedek. Seperti kemarin. 

Kemarin umi tangannya luka. Abi juga memotong sebuah tanaman yang ditanam di belakang rumah. Untuk jari umi yang tak sengaja tergores pisau tajam. FYI, aku juga membantu dengan mengambil penisilin yang tertanam di depan rumah.

Begitulah di rumahku ada berbagai macam tanaman yang bermanfaat.

Oia, baru saja aku menanyakan. Nama tanaman itu Geliso kata abi. Bahsa apa ya. Mungkin bahasa jawa. Umm, ada yang bisa mencarinya di Mbah Gugel? Hehe..

Tentang tanaman yang bernama Geliso. Baruuu saja Abi berujar.

“Seharusnya kamu juga menggunakannya sebagai obat. Tapi makenya pas pagi (mungkin lebih tepatnya pas sahur, puasa bro) takutnya pas malem tak bisa tidur.”

Mungkin efek memakai obat itu bisa menimbulkan insomnia. Alias tak bisa tidur. Hoho..

Itulah abiku yang sangat perhatian terhadapku dan semua keluargaku.