Tampilkan postingan dengan label Thoughts. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Thoughts. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 September 2018

Menulis: Spontan dan Sekarang!

Menulis secara spontan dan sekarang juga. Bisa?

Artinya kau bebas menuliskan apa saja. Bingung?

Begini langkah-langkahnya. Hal pertama yang harus kau lakukan adalah mengambil medianya. Entah itu komputer jinjing, ponsel ataupun pena dan kertas.

Aku sering melakukan challenge ini hampir setiap hari. Menulis apa saja yang ada di benakku selama sepuluh menit. Topiknya terserah. Bisa sesuatu yang simpel seperti mencurahkan isi hatimu. Tulisan sederhanamu bahkan bisa berupa masalah-masalah sedang kamu hadapi hari ini.

Idealnya tulisan adalah terdiri dari opening, discussion and conclusion. Tentu saja sebuah tulisan berupa masalah dan solusi. Nah, dari menuangkan problematika kehidupan dalam sebuah tulisan maka secara tidak sadar kau akan menemukan solusinya.

Karena sistem urutan secara teknis membuat otak kita berpikir lebih jernih meskipun tidak menegak minuman bersoda. Jadi kamu tidak perlu bingung menuliskan apa dalam mediamu.

Mudahnya selain menuliskan kelindan permasalahan, kamu bisa juga menuliskan apa yang ada di hadapanmu. Let say, mobil yang lewat, awan yang biru, ataupun pepohonan yang rindang.

Pendengaran dan indera lainnya juga patut kita ikut sertakan. Misalnya, kicau burung penyambut pagi, angin yang bertiup sepoi sekali hatta bahkan bunyi klakson yang lewat di depan rumah.

Tuliskan apa saja! Semuanya!

Kau juga boleh mencontek kegiatan rutinku. 10 menit menulis. Aku bisanya menulis menggunakan aplikasi blogger atau catatan di ponsel daripada software semacam office. Setelah media-nya siap, kita bisa menyetel alarm selama 10 menit.

Sepuluh menit itu tidaklah lama bukan dibandingkan main instagram? Jadi kamu juga pasti bisa.

Terkadang aku sampai ketagihan dari yang awalnya ingin sepuluh menit saja hingga-bisa-sampai satu jam! Haha. Ditambah lagi jika ide tiba-tiba datang memyerbu dan boom!

I think it helpful for monthly challenge like Wicha (Writing Challenge), ODOP (One Day One Poem), ODOW (One Day One Work), and so on. Due to the fact, oftenly, in ten minutes I got 300-500 words.

Sesuai kan? Biasanya challenge-challenge tersebut menghendakinya begitu, I means the total of the words.

If you are interested joining the challenge, FLP Jawa Timur has Wicha that consists of classes. Ikut aja dulu kelas pertamanya, nanti lak ketagihan. It builds your skill in writing. Trust me it works ^^

Hubungi Pak Angga, Direktur Wicha yang siap merekrut anggota selanjutnya. Eits, tapi syaratnya harus terdaftar jadi anggota FLP yang berdomisili di Jawa Timur dan harus ber-NRA (Nomer Registrasi Anggota) untuk bergabung di Wi-Cha ini.

"Kalau ikutan Wi-Cha suka nulis apa, Mbak?"

Aku pribadi suka berkontemplasi. Menulis benang kusut yang sedang mengetuk kehidupan. As thesis that has the background of study, permasalahan yang rumit adalah langkah awal agar otakku lebih bekerja. Menuliskan A-Z yang berisi kerumitan-kerumitan tersebut, kemudian secara spontan sinaps di dalam kepala menghasilkan jembatan yang berupa solusi.

Tetiba tulisanku sudah berisi how to break the problem. Secara tidak sadar.

Ting! Bohlam yang bercahaya tersebut datangnya dari Allah melalui buku-buku yang pernah kubaca, pengalaman-pengalaman yang kerap menghampiri dan hikmah yang sebenarnya berlimpah di mana-mana. Semua solusi tersebutkan berkelindan, menghembuskan nafas lega.

Seringkali sebuah proses menulis berakhir melegakan. Setidaknya bagiku. It must be caused by the solution I have after writing activity. I know it'll be happen for you too.

Writing is healing. Kata Bunda Sinta begitu. Menulis adalah salah satu terapi yang bisa menyembuhkan luka. So, instead of, curhat di sosmed yang jatohnya kamu bisa buka aib diri sendiri, bisa tuh menuangkan segala duka lara dalam bentuk tulisan.

Menulis sekarang dan secara spontan? Bisa! Coba deh. Sepuluh menit aja. Siapa tahu nanti kamu ketagihan. Dan bonusnya tulisanmu akan semakin lincah terasah.

Afala tadzakkaruun? Apakah kau tak berpikir? Ayat yang sering Allah ulang. Pertanyaan agar manusia memilki keutuhan eksistensinya. Menulis adalah kegiatan berpikir. Menyambung satu kata menjadi kalimat, kemudian menjelma paragraf hingga lengkaplah satu tulisan. Menulis maka aku ada. Membiarkan otakku lebih bekerja dan memanfaatkan kelebihan yang Allah beri pada hamba-Nya.

That's all. Happy writing and keep spreading the positive vibes!

Kamis, 14 Desember 2017

Cinta dan Kelindan Aksara

Allah menciptakan kita dengan cinta.
Sebentar. Biarkan aku menulis segala kekata yang berkelindan di kepala. Engkau yang terjebak di sini, datang kemari dan membaca tulisanku, mungkin ini nampaknya tidak terlalu penting. Jadi tak mengapa jika kau tak membacanya sampai akhir.

Entahlah. Kurasa pintalan kusut sedang menari-nari dan membuat keadaan semrawut. Tentu saja tidak semua. Hanya sebagian kecil. Karena apalah dunia ini kan ya. Cuma sementara.

Lalu apa yang sebenarnya terjadi?

Baiklah ini seperti kereta api yang melesat pergi dengan kecepatan tinggi. Kuda yang berlari kencang. Gesekan batu purbakala. Kesemuanya memiliki percikan api pabila mereka bertemu satu sama lain. Tapi begitu adanya.

Roda kereta akan selalu berjalan di atas rel. Jika ia melenceng dari jalurnya, jatuhlah ia.

Kuda berpacu di atas tanah. Cepat atau pun dengan pelan.

Batu harus bergesek untuk menciptakan api kehidupan. Melanjutkan detik-detik yang bertalu bersama waktu.

Bagaimanalah mereka bisa menghindar jika takdir menghendaki demikian. Keduanya harus bertemu sesuai hukum alam.

Kehidupan di dalam kereta akan selesai, dalam artian mati atau kecelakaan jika ia berjalan tak seirama. Tak sesuai dengan jalurnya.

Kuda akan diam saja tak ke mana-mana. Tak menjelajahi dunia. Padahal ia luasnya luar bisa. Setiap incijengkal bumi dapat kita telusuri. Di tiap sudutnya Allah beri pelajaran-pelajaran. Hikmah agar kita menjadi orang yang bijaksana.

Pun batu. Api yang tercipta darinya membantu kita memasak. Melanjutkan kehidupan.

Sebagaimanapun kita menghindar, percikan api kan selalu ada. Maksudku ia memang tercipta sesuai hukum alam. Itu alami dan natural.

Begitulah. Kita sebagai insan, kalau mau berfilosofis laiknya Plato yang mengatakan bahwa ia seorang makhluk yang tak bisa hidup sendirian. Harus ada interaksi-interaksi antar sesama agar kehidupan terus berlanjut. 

Kita memerlukan pelajaran dari orang lain. Kita memerluan bantuan orang lain. Kita memerluka kasih sayang orang lain.

Hukumnya memang begitu. Tak terelakkan. Tak bisa menghindar ke manapun kita pergi.

Tapi ingatlah, kala percikan api menghampiri. Ada Allah yang selalu siap menampung segala resah hati.

Wahai hati yang sedang retak, menyatulah. Bersatu dengan ikhlas. Tanpa prasangka. Biar Allah yang membantu segalanya.

Cinta semoga ia tumbuh di sana. Jauh ke dalam bumi. Jauh ke dalam hati. Dengan beningnya prasangka yang menjadikan segalanya menjadi baik. Benih-benih tumbuh. Menumbuhkan agar yang kokoh. Daun-daun hijau. Serta bebungaan yang indah, sedap dipandang.

***

Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang di antara kamu dengan orang-orang yang pernah kamu musuhi di antara mereka. Allah Mahakuasa. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
[QS. Al-Mumtahana: 7]


Rabu, 09 Agustus 2017

Jika Terlanjur Istiqamah

Istiqamah, mungkin bagi sebagian orang gampang. Bagiku, terkadang melakukannya terasa begitu berat.

Misal seperti sholat tahajjud. Tidak semua orang bisa bangun di dini hari yang dingin. Di kontrakan Yasmin, ibadah sunnah ini merupakan program wajib. Kalau nggak dilakukan bisa kena 'iqab.

Hukuman diberlakukan untuk memperketat anggota agar disiplin menabung pahala. Jika memang surga Allah adalah tujuan utama. Apalagi sholat ini diperintahkan lebih dulu dibanding shalat yang lima. Ibadah yang biasa dilakukan Nabi dan para sahabat, hingga kaki-kaki mereka bengkak semua.
Alhasil, pada rajin. Alhamdulillah.

Kan katanya serigala akan menerkam kambing yang sendirian. Ceuna wong Indonesia, bersatu kita bercerai kita runtuh That's why, kita kalo beribadah enaknya bareng-bareng.

Di suatu pagi, pernah kubangun dan sholat tanpa peduli. Suasana Yasmin lagi sepi. Ada beberapa orang yang juga bangun. Di lantai atas, dalam gelap kumeneruskan apa yang harus kulakukan hingga shubuh berkumandang.

Pertanda kuharus turun ke bawah untuk melanjutkan sholat berjama'ah.

Kulihat mas'ul sedang terduduk di ruang tengah. Ketua kontrakan itu terlihat memiliki pertanyaan yang disembunyikan. Ditambah melihat beberapa personel Yasmin yang turun tangga.

Seusai shubuh kutahu, bahwa ia sedang marah. Tak ada satupun dari kami yang membangunkannya. Membiarkan ia nyenyak tertidur dan ketinggalan qiyamul lail.

Kita mah apa, hanya butiran debu yang tertiup angin musim kemarau. Manusia yang rajinnya nggak rajin. Dan ketua kita adalah yang terajin.

Kita kira, dia sudah bangun terlebih dahulu. Biasanya juga begitu. Tapi kenyataan bukan pada kenyataan hari itu.

"Nggak enak tahu rasanya. Kalau sudah biasa bangun malam, terus nggak sholat itu kayak ada yang hilang," rungutnya agar kita tetap saling mengingatkan. Agar tak lupa saling membangunkan. "Surga terlalu luas untuk kita tinggali sendirian."

Kebiasaan yang wajib dilestarikan.

Enaknya punya teman yang ngingetin kalo lupa. Ikut challenge https://kebunkekataku.blogspot.co.id/2017/08/agar-bunga-bunga-bermekaran-di-kebun.html #BloggerMuslimahIndonesia sebenarnya adalah satu langkah yang baik. Kalau lagi bolos posting pasti rasanya hampa. Seperti teh tanpa gula. Eh tapi di Bandung, kita suka disuguhin menu macam ni. Seger!

Hmm, yuk istiqamah! Meski harus menulis di kereta atau ngetik sambil mbonceng, motoran.

Senin, 07 Agustus 2017

Biar Basa-basimu Nggak Garing

Basa-basi bukan berarti hal yang membuat  hayati lelah lho. Nggak melulu dimulai dengan pertanyaan mainstream 'kapan nikah' atau 'ngajar di mana' dan pertanyaan sejenisnya. Hihi, masak baru ketemu langsung nanya-nanya tentang privasi begitu.

Eh, privasi nggak sih? Rumput yang bergoyang ngangguk-ngangguk mengiyakan. Yes!

Anak jaman sekarang ibaratnya bule yang nggak mau ditanya tentang agama karena kebanyakan atheis. Seperti wanita yang ditanya-tanya usia. Nah, privasi tuh.

Nah, biar lawan bicara  nggak tersinggung kita kudu kreatif nih. Bikin pertanyaan atau kalimat yang membuat suasana semakin hidup. Kan kasian sudah gempor keliling satu desa, giliran bertandang ke rumah kita malah dibikinnya hati lelah juga.

Apalagi setiap rumah yang dikunjungi melemparkan pertanyaan serupa. Ups, wawancara sekampung? T.T Hayati benar-benar lelah Bang Udin. Lemparkan saja Hayati ke Gili Labak, duile maunya :D

Ada beberapa tips and trik nih biar teman lama atau saudara jauhmu nggak butek jutek saat kau memulai basa-basimu.

Memuji Penampilan
Kita mulai dengan yang terlihat ajah. Pakaian misalnya. Lebaran biasanya jadi ajang kita megap-megap, cuci mata gratis. Orang-orang keluar dengan pakaian terbaik mereka. Jadi cobalah akui keindahan yang tampak di depan mata.

"Neng Geulis, bajunya cakep pisan. Beli di mana?"

Kalau dia nggak beli cari deh hal positif lainnya.

"Wah, jahit sendiri ya? Keren sekali kau ni. Bolehlah Akak diajak belajar bareng," ini Kak Ros lagi mudik ceritanya :p

Barangkali make-up nya.

"Duh beningnya, lipstik kamu matte-nya juga bagus. Cantik sangat," nah bisa-bisa dia yang kasi  angpau bukannya kamu sebagai tuan rumah, hoho. Kalau dielak emang bahwa riasannya alami, tanya rahasianya.

"Bagi tipsnya dong pakai apa jadi kinclong gitu! Masker alpukat atau beras sama bengkoang?"

"Nggak Mbak, cuma istiqamah menjaga wudhu sama rajin tahajjud."

"Subhanallah sholehahnya!" 

Diam-diam para ikhwan yang lagi reunian sama kita ngajuin proposal buat do'i. Nah jadi rejeki dia kan. Kita juga sekalian mengamalkan An-Nur ayat 32 ^^

Hobby
Kalau dia temen lama kita pasti tau lha kebiasaan dulu waktu di sekolah. Jika ia saudara inget momen wow si kecil maaf ini bukan iklan susu :p Bisa tuh jadi opening obrolan, buat basa-basi.

"Masih suka nulis, nggak?" Nah lebih adeumm kan basa-basinya.  Nggak melelahkan jiwa yang ditanya pula. 

"Alhamdulillah, Ta. Sudah punya antologi dan beberapa kali dipercaya jadi editor." Emang kamu yang ditanya, Fi? Kan ini masih simulasi :p

"Pas esema, kamu aktif di pecinta alam. Sekarang di kampus juga-kah?" 

Nostalgia masa lalu emang selalu seru. Apalagi kenangan yang menyenangkan. Kita bisa ngakak bareng lagi dibuatnya.

Topik Hits
Bisa juga ngobrolin yang lagi happening kayak buku paling bestseller atau penulis paling ngetop di tahun 2017. 

Asal jangan ngegosipin artis atau temen sendiri. Apalagi ditambah prasangka. Bahaya! Bukan cuma dosa. Tidak baik untuk dipraktekkan. Hal ini dapat merenggangkan hubungan antar manusia.

Biar tau topik paling hits kita kudu update berita. Sesekali pantengin republika, tempo, atau portal daerah. Siapa tau ada wisata baru yang ternyata deket banget sama kita. Kan bisa sekalian halan-halan hunting bareng.

Wefie-Groufie
Halo anak sekarang! Kalau kamu udah kehabisan ide, ponsel pintarmu bisa dijadikan alat basa-basi. Nyalakan kamera depan, pasang tongsis. Semua akan tersedot pasang gaya. Cekrek!

"Wuih keren yaa, hapenya berapa MP nih?
"Sini, aktifin bluetooth! Apa namanya?"

Weis, topik keren nih. Selanjutnya, mau pasang gaya apa? ^^

Akun Sosmed
Anak jaman sekarang siapa yanh nggak punya sosial media. Saat bertemu handai taulan, bisa nih dijadikan jurus andalan.

"Nomor WAmu berapa?
"Akun IGmu apa namanya, sini kufollow!"

Asyik kan jadi punya follower baru. Sama-sama senang dan nggak ada yang tersakiti pulang.

Memang lidah tak bertulang. Ia bisa tergelincir kapan saja. Tapi kitalah ratunya yang menentukan kekata yang mana yang harus meluncur. Apakah kekata penuh bebungaan atau dedurian tajam.

Qul khairan awil yasmut. Katakan yang baik atau diam begitu Islam mengajarkan.

Mood kita pun seringkali tak menentu, suka berubah laiknya bunglon yang saban berpindah tempat ia berbeda warna. Setiap insan yang percaya akan Tuhan, selayaknya kita meminta tuk selalu dikokohkan di jalan ketaatan penuh kebaikan.

Ya muqallibal qulub tsabbit qalbii 'ala diinik.

Ya Allah yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkan daku pada agamu. Aamiin.

Semoga kita tetap menjalin kekerabatan dan membangun komunikasi yang baik. Pertemuan yang membuat rindu bukan kekata basa-basi pilu.

#ODOP

Sabtu, 10 Juni 2017

Retaknya Berlian Mahal

Seringkali kita berada di lingkaran yang kuat ukhuwahnya, kokoh kekerabatannya, erat tali silaturrahimnya. Dan seketika pecah dan retak semuanya gegara berbeda isi kepala. Tak sama pendapat yang dimilikinya.

Maka selanjutnya aku memilih diam tanpa tak seolah jemu padakuuuuu
*loh kok malah nyanyi D'Masive :D 

In addition when other people berbicara dengan sangat menggebu berdasarkan pandangannya. Dan kita berada di seberang. Pendapat yang sangat kontradiktif. Kita bisa apa jika kita tidak ditakdirkan bersama? Hayati lelah, Bang! >< 

Skip! Film Kapal van der Wick mencoba menjadi sponsor postingan :p 

Dan jika kedua pendapat letaknya di kutub utara dan selatan which is never be met in a place. Silence is the best choice. 

Daripada nanti pecah perang dunia keenam, coba? *because in Cinder has World War IV 

Nomorsatukan ukhuwah. 
Utamakan persatuan. 

Hal-hal yang memecahbelahnya jangan sampai diunjukgigikan atau ditampilterangkan ke permukaan. 


Kompromi. 
Adalah kata yang seharusnya menjadi tindakan. Agar kepala kembali dingin. Agar kekata tak harus saling berseteru. 

Instead, masing-masing kubu memiliki fondasi, dasar yang sama-sama benarnya. Yang keduanya telah teruji betul di IPB dan ITB. 

Mahalnya berlian karena dibanting sekalipun tak pernah ia retak atau pecah. Bukanlah kaca yang berdebu, terlalu keras kau membersihkannya maka hancurlah ia. Pelan saja kaubersihkan nodanya maka begitulah adanya ia. Kotor sepanjang masa. Eh?

Karena kau tahu, akhwatii, ikwanii fillah. Ukhuwah laksana berlian mahal yang tak boleh hilang keindahannya.

***
"Saya memberikan jaminan rumah di pinggiran surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan walaupun dia orang yang benar. Saya memberikan jaminan rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan kedustaan walaupun dia bercanda. Saya memberikan jaminan rumah di surga yang tinggi bagi orang yang membaguskan akhlaknya." 
[HR. Abu Dawud, no. 4800; dishahîhkanan-Nawawi dalam Riyâdhus Shâlihîn, no. 630 dan dihasankan oleh Syaikh al-Albâni di dalam ash-Shahîhah, no. 273]

Selasa, 27 Desember 2016

Itsar dan Ibadah


Itsar, mementingkan, mendahulukan saudara muslim kita dibandingkan diri kita sendiri.

Allah juga memakai istilah ini dalam kalamNya yang menerangkan kokohnya kekerabatan, persahabatan Muhajirin dan Anshar. Padahal tak ada yang menyatukan mereka kecuali kedatangan Islam.

..wa yu'tsiruuna 'ala anfusihim wa lau kaana khashaashah
-Al Hasyr: 9

Namun demikian, itsar tak boleh diterapkan dalam hal ibadah.
Tak boleh kita mengatakan, "silahkan antum duluan," misalnya ketika akan mengambil wudhu. Silahkan antum duluan, misalnya dikatakan karena sempitnya tempat sholat sehingga kita mendahulukan saudara kita untuk memakainya terlebih dahulu.

Tidak.

Dalam hal ibadah, tak ada dulu-duluan, mendahulukan saudara kita. Yang ada fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan.

Belomba siapa di antara kita akan yang wudhu duluan.

Berlomba siapa di antara kita-kita yang baris terlebih dahulu di belakang imam.
Begitulah seharusnya.

Tak boleh misalnya seorang lelaki menyilahkan saudaranya untuk mengkhitbah terlebih dahulu wanita yang padahal selama ini diincarnya.
Ketahuilah, ikhwah fillah bahwa menikah adalah ibadah. Bahwa menikah adalah sebagian dari sunnah yang diajarkan Rasulullah. Yang menandakan bahwa cinta itu fitrah.

Tidak.

Tidak ada itsar dalam hal ini. Jika ia memang cenderung padanya, seseorang engkau ketahui baik agamanya maka datanglah sang pangeran menjemputnya di istana untuk mempersuntingnya. Membawa sang Rapunzel dari kastilnya yang tinggi.
Itsar mestilah diletakkan pada tempat yang seharusnya.

Begitulah Habiburrahman El Shirazhy mengisahkan dalam novelnya, "Ketika Cinta Bertasbih."

Kamis, 16 Juni 2016

Lima Keistimemawaan Ramadhan*


Kita tahu ‘kan Ramadhan adalah bulan istimewa. Bulan penuh keberkahan karena kebaikan yang lakukan di bulan ini berlipat ganda pahalanya. Bahkan tidur saja mendapatkan poin. Kenapa? Itu yang ditanyakan adikku yang baru kelas satu. Umm, mungkin karena pada saat kita tertidur kita tak melakukan dosa apapun. Perhaps.

Dalam hadits juga disebutkan, para jin, iblis dan setan pun dikerangkeng. Jadi bulan ini benar-benar suci. Terus kalau ada ceritanya orang nyolong di bulan puasa itu keterlaluan namanya. Berarti dia bertindak atas kemauan sendiri bukan bujukan ataupun rayuan setan. FYI, kemarin ada kasus. Seorang tante-tante gendut sedang nyolong di indekosnya. Huhu, miris! Sungguh!

Okay, back to the topic about istimewanya bulan Ramadhan. Apa saja sih? Cuz yuk! Rock the world with this points.

Puasa
Bicara Ramadhan tentunya tak jauh-jauh dari puasa. Berpuasa memang bukan hanya di bulan ini saja. Ada banyak macam-macam puasa. Puasa Daud yang puasanya lompat-lompat hari. Sehari puasa, sehari nggak. Puasa Senin-Kamis, ayyamul bidh, dan lainnya.

Tahu nggak, puasa adalah satu-satunya ibadah yang langsung diberikan Allah kepada hamba-Nya. Tanpa perantara malaikat Raqib dan Atid, pencatat amal. Jadi kudu serius ya puasanya karena ia spesial.

Puasa menurut istilah adalah menahan dan meninggalkan. Yang paling utama adalah menahan lapar. Tak minum, tak makan. Kita tahu bahwa kebutuhan pokok manusia adalah makan dan minum. Nah, jika manusia bisa menahan kebutuhan paling inti tersebut maka tidak dapat dipungkiri bahwa manusia akan atau dapat menahan diri dari meninggalkan maksiat. Makanaya dalam hadits disebutkan. Jika tak bisa menikah dianjurkan untuk puasa.




Tarawih
Tarawih itu hanya di bulan ramadhan. Tarawih disebut juga qiyamullail. Nah jika di hari-hari biasa kita ada tahajjud, maka di bulan puasa namanya tarawih.  Yah, sholat malam di bulan Ramadhan.

Tak diperdebatkan masalah berapa jumlahnya. Mau 11, mau 21 yaa silahkan. Monngo dilaksanakan. Yang penting kualitasnya. Kalau 11 tapi kilat ya, naudzubillah. Apalai jika 21. Miris mendengar kabar sholat tarawih 21 rakaat cuma dikerjakan dalam waktu 7 menit saja. Itu sholat, atau ngejar sepur?

Fawailul limushallin. Maka rugilah orang-orang yang sholat. Dapat capeknya tapi belum tentu dapat pahalanya. Rasulullah saaj sholatnya sampai bengkak. Nah, kita sholatnya sampai goyang-goyang nggak kuat nahan ayat panjang. Bertaubatlah kawan.

Di bulan Ramadhan Rasullullah itu suka ahyaul-qiyamul lail. Menghidupkan malam. Apalagi di sepuluh terakhir bulan Ramadhan. Bahkan beliau menembangunkan keluarganya untuk ibadah bersama.

Kenapa qiyamul lail, istilahnya? Itu maksudnya kita nggak boleh tidur terus. Disuruh bangun! Tahukah? Kita setiap hari mati. Coba liat do’a sebelum tidur, bismikaallahumma aya wa amut. Dengan namaMu aku mati dan hidup. Perhatikan pula do’a saat bangun. Segala puji bagimu Allah yang telah membangunkan dari mati. Kita tidur, kita mati. Bangunlah dari tidurmu dan sholatlah.


Tilawah
Ada berapa sosial media yang kita miliki? Berapa menit kita membukanya setiap setiap hari? Baca WA, status di pesbuk, momen di path, cuitan di twitter. Coba kita gabungkan postingan itu mungkin lebih dari jumlah halaman satu juz.

Kita lho tidak lebih sibuk 20 halaman. Baca qur’an bukan sosial media, matikan hape! Reminder, kalau ada masalah pribadi, kalau ada perlu, langsung japri jangan di grup. Itu kan mengganggu.


Sebenarnya kita kalau mau, bosa khatam dalam sebulan, maupun sepekan dalam bulan Ramadhan. Coba gunakan waktu 15 menit saja untuk qur’an.ayat-ayat itu akan merindukan kita dan memanggil untuk dibaca.





Para ulama biasanaya 7-3 hari khatam Al-qur’an. Bahkan Imam Syafi’i kalau di bulan ramadhan sehari bgisa kelar satu quran. Mudah saja bagi belaiu. Imam Syafi'i telah menghafalnya. Jadi bacanya gampang. Tahu kan Imam Syafii  sudah hafal sejak kecil. Dulu pun beliau sudah jadi mufti [hakim] saat berusia lima tahun. Daebak! Dakara, shugoi yo!

Kok bisa ya? Kakalau menurutku karena Imama Syafii sudah hafal sejak kecil. Beliau pun saat umur lima tahu sudah jadi mufti [hakim]. Daebak! Kita lho nggak lebih sibuk daripada para ulama dan para nabi. Kita tuh hanya sok sibuk. Sok nggak punya waktu buat ngaji. 





Infaq
Rasulullah itu orang yan paling dermawan. Apalgi di bulan Ramadha. Kedermawanan Nabi seperti angin berhenbus. Sekali tiup meerpa segal asesutatu yang melewatiinya. Bahkan tanaman.

Infaq yang paling baik itu saat ramadhan. Berinfaqlah dengan infaq terbaik. Afdhalus shadqa fi Ramadhan.

Berbuatlah, semampumu, beribadahlah semapumu. Fattaqullaha mas tatha’tum. Kalau tak bisa bersedekah dengan uang bisa dengan senyuman. Tapi kalau pengen yang lebih ya traktirin teman, termasuk menggembirakan juga pahala lho. Man fathhatara shoiman.

Jika kita memberikan buka puasa kita mendapat pahala serupa. Biar pahalanya banyak carilah yang ibadahnya banyak saat bulan puasa, biar kita ikutan dapat poin gede juga. Al yadul ulya khairun minal yadis sufla, yang ntarktir lebih baik dariipada yang ditraktir. Maka luang uang mununtuk mentraktir :D



That’s all, lima hal paling urgen di bulan Ramadhan. Rmaadhan sudah semingu lebih kita laksanakan. Semoga bisa lebih maksimal lagi. Dalam setahun Allah hanya minta sebulan saja untuk mengkhususkan diri kita di bulan beribadah kepadaNya. Di Bulan Ramadhan. Setidaknya dalam sebulan ini kita memenuhi permintaan Allah. Kalau bisa , cobalah di sepuluh malam terakhir. Fokus ibadah, kepada Allah,. Tutup toko, lupakan urusan duniawi. Kalau tak bisa malam-malam ganjil saja. Kalau tak bisa. Pastikan kau dapat malam lailatul qadr. Kalau tak bisa juga, takbir empat kali atas kematian!



*Rangkuman materi tabligh akbar acar islamic culuture Festival FKI Al-Alazzam FISIB UTM

Rabu, 09 Desember 2015

Amaryllis shofia

Dari dulu aku ingin sekali menamai suatu bunga. Nama ilmiahnya. Keinginan itu aku pendam sejak SMP. Ya, aku memang suka sekali biologi. Dulu, karena kenyataannya aku sekarang mahasiswa sastra. Sastra Inggris, tepatnya.

Awal musim hujan kemarin, netizen sempat dihebohkan dengan rusaknya kebun bunga milik seorang warga. Bunga amaryllis namanya. Bunga yang hanya mekar sepekar di awal musim hujan. Ada yang menyebutnya lili hujan.

Lili hujan yang tumbuh di sana berwarna oranye terang. Menurut si empunya kebun, bibit bunganya didapat dari warga sekitar. Para petani menganggap bunga ini hanya hama, jadi dibuang. Dari situlah ia tertarik dan membelinya. Kini kebunnya sudah mencapai sekian hektar.

Di sekitar rumah juga ada ternyata. Tumbuh di pinggir jalan-jalan yang lembab terkena hujan. Pagi-pagi ketika ummi datang dari warung dibawanya seikat yang kemudian jadi pajangan di rumah. Tapi warnanya putih.

Segera saja aku gugling untuk memastikan nama bunga tersebeut. Bunga-bunga yang sama-sama berbunga di musim hujan. Awalnya aku mencari dengan keyword 'Amaryllis types,' 'aneka amaryllis,' dan lain-lain. Tapi tidak juga menemukan dengan yang serupa di foto. Dan kebanyakan bunga-bunga yang tumbuh di luar negeri sana.

Lalu aku berinisiatif mencarinya dengan gambar yang kuambil, tapi hasilnya nihil. Pertama, ia dimirip-miripkan dengan bunga krisan. Kedua, disamakan dengan bunga kramat jawa yang mekar tengah malam. Wijaya kusuma dan yang terakhir semakin aneh.

Pencarianku

Setelah gugling sana-sini. Mulai dari yang wikipedia sampai taman bunga. Mulai dari yang berbahasa Indonesia sampai yang dunia. Belum nemu-nemu juga. Melihat dari bentuk dan cara berbunga aku yakin ini genusnya amaryllis, tapi belum nemu spesies. Whoaa..

Akhirnya aku menamakannya, Amaryllis shofia. Ya, siapa tahu memang belum diberi nama. Haha. Nah, nah..