Sabtu, 10 Juni 2017

Retaknya Berlian Mahal

Seringkali kita berada di lingkaran yang kuat ukhuwahnya, kokoh kekerabatannya, erat tali silaturrahimnya. Dan seketika pecah dan retak semuanya gegara berbeda isi kepala. Tak sama pendapat yang dimilikinya.

Maka selanjutnya aku memilih diam tanpa tak seolah jemu padakuuuuu
*loh kok malah nyanyi D'Masive :D 

In addition when other people berbicara dengan sangat menggebu berdasarkan pandangannya. Dan kita berada di seberang. Pendapat yang sangat kontradiktif. Kita bisa apa jika kita tidak ditakdirkan bersama? Hayati lelah, Bang! >< 

Skip! Film Kapal van der Wick mencoba menjadi sponsor postingan :p 

Dan jika kedua pendapat letaknya di kutub utara dan selatan which is never be met in a place. Silence is the best choice. 

Daripada nanti pecah perang dunia keenam, coba? *because in Cinder has World War IV 

Nomorsatukan ukhuwah. 
Utamakan persatuan. 

Hal-hal yang memecahbelahnya jangan sampai diunjukgigikan atau ditampilterangkan ke permukaan. 


Kompromi. 
Adalah kata yang seharusnya menjadi tindakan. Agar kepala kembali dingin. Agar kekata tak harus saling berseteru. 

Instead, masing-masing kubu memiliki fondasi, dasar yang sama-sama benarnya. Yang keduanya telah teruji betul di IPB dan ITB. 

Mahalnya berlian karena dibanting sekalipun tak pernah ia retak atau pecah. Bukanlah kaca yang berdebu, terlalu keras kau membersihkannya maka hancurlah ia. Pelan saja kaubersihkan nodanya maka begitulah adanya ia. Kotor sepanjang masa. Eh?

Karena kau tahu, akhwatii, ikwanii fillah. Ukhuwah laksana berlian mahal yang tak boleh hilang keindahannya.

***
"Saya memberikan jaminan rumah di pinggiran surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan walaupun dia orang yang benar. Saya memberikan jaminan rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan kedustaan walaupun dia bercanda. Saya memberikan jaminan rumah di surga yang tinggi bagi orang yang membaguskan akhlaknya." 
[HR. Abu Dawud, no. 4800; dishahîhkanan-Nawawi dalam Riyâdhus Shâlihîn, no. 630 dan dihasankan oleh Syaikh al-Albâni di dalam ash-Shahîhah, no. 273]

Senin, 01 Mei 2017

Seronoknya di Kampung Kita!

"Di kampung kita, apa seronoknya?" 
Semangat sekali teman-teman kelas Upin-Ipin bertanya. Antusias.

Faktanya Fizi, Meimei, dan sang ketua pada berlibur ke museum, kebun binatang serta taman negara. Sedang Upin dan Ipin hanya menghabiskan masa di sekitar rumah saja. Meski begitu, seronok sangat cerita mereka.

Pergi kebun Datok Dalang dan menghabiskan berbuah kelapa muda. Atribut lainnya, seperti batok dan serabutnya dikemas kreatif bersama Mail, si saudagar muda. Banyaklah untung mereka liburan itu.

Menonton Upin-Ipin memori kita seakan tercerabut dari masa lampau. Tumbuh, hadir dan mekar di masa kini. Mungkin teman seangkatan ataupun yang lebih tua akan merasakan hal yang sama. Terlebih masa kanak kita habiskan di desa. Kampung yang seronok sekali dibuat bermain.

Setidaknya begitulah masa kecilku. Lebih asyik main di sungai daripada ke taman kota. Berjam-jam berendam di sana sambil belajar berenang dan mencari ikan.

Hijau dan jernih sungainya. Dengan pohon bambu dan putri malu di tepi-tepinya. Seronoklah. Gesekan bambu menjadi dawai yang indah. Menjadi lagu latar pelbagai permainan kami.

Biasanya sebelum meloncat berenang, kami tidurkan putri-putri itu. Pulangnya ketika badan kecil usai berbasah diri, dan para putri telah bangun, kita tidurkan lagi. Bisa bayangkan berapa lamanya kita bermain. Bisa sepagian, sesorean.

Sampai di rumah siap-siap deh. Tapi amarah para tetua akan reda melihat hasil tangkapan kami. Sekeranjang ikan dan kerang-kerang sungai. Di desa kami namanya; kejing (kerang longjong) dan demmis (kerang kuning).

Kalau sudah begitu dengan nada lebih menurun kita disuruh mandi dan berganti baju*deuh ngala' ateh :D Selepasnya, tangkapan kami tadi sudah menjelma hidangan dan siap disantap. Yummy!

Masa kanak adalah masa bermain. Kalau tidak bermain banteng, engklek, ular naga, atau sejenis permainan tradisonal lainnya di halaman rumah yang luas. Bersama, bergerombol  kekawan kita akan menuju hutan bambu yang tak jauh dari rumah. Hanya selemparan saja. Berbeda dengan sungai yang berjarak tiga rumah.

Di dalam hutan bambu, terkadang kita menemukan kembali santapan mewah. Jamur-jamur yang ditumis menjadi sangat lezat. Atau bayi-bayi bambu yang siap jadi rebung dalam wajan. Kenyang selalulah kita orang.

Di sana biasanya bertumbuhan bunga melati. Yang oleh teman sebaya perempuan bisa disematkan di rambut nan hitam. Harumm. Iya, hitam. Pulang-pulangnya sudah berubah ia menjadi semerah rambut jagung, haha.

Atau pada musim tanam ikutlah kita pergi ke sawah. Berbecek ria menanam bibit baru padi-padi. Pun ketika tembakau tumbuh remaja, bergelian kita membuang ulat-ulat hijau. Ulat imut, jangan ganggu tanaman kami yaa. Selepas berlelah, tahu-tempe, koa maronggi, ikan asin dan pelengkap nasi jagung; sambal bujâ cabbi sudah menanti di gubuk tengah sawah. Amboi sedapnya sambil menikmati angin sepoi-sepoi.

Di musim kemarau, sawah kosong bisa menjadi lapangan yang seru kita bermain. Kita mah nggak kenal bias gender. Cowok-cewek main deh semuanya tendang bola.

Atau kita mengumpulkan kayu-kayu sisa tembakau untuk dijadikan sahabat di tungku. Teman tanak nasi dan lauk-pauk kami. Atau main ke bukit-bukit dengan bebatuan besar-besar sambil menatap kehijauan di kejauhan.

Menemukan daun kelapa beserta ranting cabangnya?*eh morfologi kelapa itu gimana sih? Pokoknya itu lho rek daun yang masing melekat di batangnya tapi jatuh. Bukan batang kayanya ya. Entahlah. Yang penting bahasa Madura-nya kleres. Nah, benda itu bisa jadi mainan kita juga. Duduk di atasnya lalu kita tarik bergantian, yuhuu.

Pohon-pohon di sekitar rumah akan jadi korban selanjutnya. Naik ke atasnya. Siapa yang memanjat duluan boleh dijadikan rumah. Tergantung pohon apa yang kita panjat. Bisa mangga, jambu atau kersen! Makin betah deh di situ sambil makan buahnya.

Gimana, seronok tak? Sepupu-sepupu yang kebetulan tinggal jauh akan datang bertandang. Ikutan seseruan main di hutan, sungai hingga bebukitan. Dulu, kita mana kenal itu gawai.

Game pun masih awam. Paling banter gembod yang layarnya hitam putih itu kita mainkan bergantian. Senapan kita bikinlah dari bambu. Pistol kita buat dari pohon pisang. Gaptek deh kita urusan begituan. Sukanya main lompat tali sampai diangkat tinggi-tinggi di atas kepala.

Tuuh kan. Tak usah jauh-jauh ke kota. Kampung kita pun sudah seronok. Tak ada permainan? Mudah! Semuanya bisa kita ciptakan. Tinggal pilih mau tanah lempung atau dedaunan?

Sabtu, 29 April 2017

Merah Hijau My Stupid Bos

Hal pertama yang menarik perhatianku ketika menonton My Stupid Boss adalah warna hijau dan merah buah naga. Yang menurutku ngejreng banget. Kontrass. Warna yang mendominasi dekorasi rumah Diana sang pemeran utama dan Dika, suaminya.

Warna hijau yang dipadupadankan dengan merah entah dia muda, naga atau keunguan sekalipun, nggak matching. I guess. Kedua sejoli warna ini selalu mengingatkanku pada kue cina sahabat bakpao. Lupa apa nama kuenya. Dia yang bentuknya lonjong, berisi kacang hijau dan biasanya beralaskan daun pisang.

Aku nggak pernah setuju ngeliat dua warna itu bersatu sejak pertama kali. Sejak esde di sebuah hajatan. Aku yang anak desa ketika melihatnya, waktu itu merasa berontak. Pemikiranku rasanya tak sepadan. Eciye, masih kecil udah ngomong pemikiran.

Tapi gitu sih memang. Gatau kena brainwashing di mana.

Daan itu yang membuatku bertanya-tanya. Kenapa harus hijau dan merah?

Scene yang nggak cuma muncul sekali. Di mana-mana, dua warna ini mesti bergandengan. Selalu ada. Misal Diana memakai baju warna merah berpadu dengan roknya yang hijau. Suaminya juga. Kulihat, style dia suka memakai baju kotak-kotak warna merah.

Teman sekantornya juga. Kalo mereka berbaris pasti ada yang memakai dua warna itu. Shikin dengan baju merahnya dan si pria bertasbih dengan baju hijaunya.

Selalu! Di mana-mana!

Hatta mobil sang big boss yang merah dan hutan yang hijau. Renternir hijau dan dua bodyguardnya di belakang.

Kukira hanya kebetulan. Awalnya. Tapi ternyata tidak. Hingga akhir My Stupid Boss ditayangkan, semua adegan penuh dengan warna merah dan hijau.

Yaa, terlepas dari Reza Rahardian  dengan perawakannya yang tambun, kepala botak dan logat jawanya yang medok di latar negeri jiran Malaysia!

Oia, yang memerankan Diana adalah Bunga Citra Lestari. Imut dan keren deh akting primadona yang satu ini.

Mungkin selain tentang merah-hijau-nya film My Stupid Boss aku akan sedikit menceritakan kisahnya. Diana adalah orang Indonesia yang memulai peruntungannya bekerja di sebuah perusahaan milik tokoh nyebelin bernama Big Boss.

Kenapa nyebelin? Karena nggak pernah membuat para bawahannya aman damai tenteram dan sentosa. AC rusak, disuruhnya, benerin! Yah, meski semua orang sudah tau alat pendingan ruang memang usianya sudah kakek-kakek. 

Ketika rapat semua masukan akan ditampungnya. Tapi tetap saja opini pribadi sang Big Boss yang akan dijalankan. Jadi pendapat peserta meeting akan puf! Hilang begitu saja tanpa dipedulikannya.

Greget sih melihat tingkah mbossii  sang kepala itu. Yang suka gangguin karyawannya di jam dua pagi. Tapi lega ketika sang penulis skenario memberi the bridge through the blank spaces. Bahwa setiap orang berhak memiliki hati malaikat.

Teteupp. Di akhir cerita, tokoh cerita My Stupid Boss berdiri gagah dengan pakaian serba merah-hijau. Ada apa sih dengan kedua sejoli itu?

Sabtu, 18 Maret 2017

S2, Bekerja, atau Menikah?

Tanpa bantuan kaum feminis, wanita di mata Islam telah diagungkan sebelumnya. Ia sama derajatnya dengan kaum pria. Bahwa baik pria maupun wanita berkah mendapat pahala, berhak mendapat surga, berhak akan perjumpaan dengan Tuhan Allah azza wa jalla.

Barang siapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikit pun.
[An Nisa’: 124]

Maka sebenarnya terkait menuntut ilmu pun sama. Karena dalam sebuah hadits disebutkan pencarian ilmu diserukan kepada semua lapisan. Baik pria maupun wanita. Bahkan pencarian ilmu dimulakan sejak bayi di dalam kandungan hingga ruh dicabut dari badan. Uthlubil ‘ilma minal mahdi ilal lahdi, begitu bunyi sebuah hadits shahih.

Kesempatan menuntut ilmu, melanjutkannya ke jenjang yang lebih tinggi adalah juga sebuah peluang. Strata dua misalnya. Hatta meski ia seorang wanita. Namun bagi wanita yang sudah menempuh strata satu, hal ini masih menjadi kegelisahan tersendiri.

Ditambah andaikata datang seorang lelaki melamar. Ini terkadang juga merumitkan. Karena animo yang beredar di masyarakat, tidaklah mudah menjalani kuliah sembari menikah.

Jadi, lanjut S2 atau menikah? Atau, karena sudah memiliki gelar, banyak pekerjaan halal menggiurkan datang memberi peluang kerja. Sehingga pelanjutan ilmu di bangku formal, rasa-rasanya tak lagi diperlukan. Sedang gairah akan mencari ilmu sedang menggebu.

Kuliah, menikah atau bekerja saja?

Ini bukan tentang iklan pemutih wajah itu. Hanya realita yang menjadi kegalauan para wanita selepas kuliah. Pertanyaan semacam seringkali melintasi benak. Membutuhkan jawaban dan kepastian.

Ambil saja apa-apa yang ringan. Yang sama kadarnya dengan kemampuan. Jika mendapat beasiswa S2 ke luar negeri contohnya. Amat disayangkan jika harus dilepaskan. Terlebih, perjuangan untuk mendapatkannya juga lumayan. Jadi, lanjutkan!

Perkara pangeran yang datang kemudian, bisa saja diajak bersama. Berjuang di negeri orang. Lagi pula ada banyak beasiswa yang juga menawarkan biaya untuk pasangan. So, don’t worry losing your dream, girls!

Nah, jadi bisa ambil keduanya kan? Kerja juga bisa sambil dijalankan. Disarankan berkarir yang sesuai dengan passion. Jadi menjalaninya bisa dengan happy setiap hari. Sehingga jika hobinya menulis, bisa menjadi penulis. Menulis buku atau yang lebih ringan dituangkan di blog. Banyak lho wanita-wanita berpenghasilan lumayan dari blog.

Suka craft, mengutak-atik komputer, desain atau berdagang? Cus, jalankan yang sesuai minat. Wanita yang sukses dari berjualan online juga tidak sedikit jumlahnya. Kenali passion kemudian take action.

Wah, bisa jalan ketiga-tiganya ya. Bismillah.

Tapi yang pasti kembalikan lagi semuanya pada jalan Allah. Pastikan S2 diniatkan untuk Allah, kerjanya yang halal. Yang penting semua yang dikerjakan adalah hal-hal yang mendekatkan pada Allah. Tentang pasangan, pastikan pilih yang sholeh ya!

*published on Minhaj 73 ed

Selasa, 27 Desember 2016

Itsar dan Ibadah


Itsar, mementingkan, mendahulukan saudara muslim kita dibandingkan diri kita sendiri.

Allah juga memakai istilah ini dalam kalamNya yang menerangkan kokohnya kekerabatan, persahabatan Muhajirin dan Anshar. Padahal tak ada yang menyatukan mereka kecuali kedatangan Islam.

..wa yu'tsiruuna 'ala anfusihim wa lau kaana khashaashah
-Al Hasyr: 9

Namun demikian, itsar tak boleh diterapkan dalam hal ibadah.
Tak boleh kita mengatakan, "silahkan antum duluan," misalnya ketika akan mengambil wudhu. Silahkan antum duluan, misalnya dikatakan karena sempitnya tempat sholat sehingga kita mendahulukan saudara kita untuk memakainya terlebih dahulu.

Tidak.

Dalam hal ibadah, tak ada dulu-duluan, mendahulukan saudara kita. Yang ada fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan.

Belomba siapa di antara kita akan yang wudhu duluan.

Berlomba siapa di antara kita-kita yang baris terlebih dahulu di belakang imam.
Begitulah seharusnya.

Tak boleh misalnya seorang lelaki menyilahkan saudaranya untuk mengkhitbah terlebih dahulu wanita yang padahal selama ini diincarnya.
Ketahuilah, ikhwah fillah bahwa menikah adalah ibadah. Bahwa menikah adalah sebagian dari sunnah yang diajarkan Rasulullah. Yang menandakan bahwa cinta itu fitrah.

Tidak.

Tidak ada itsar dalam hal ini. Jika ia memang cenderung padanya, seseorang engkau ketahui baik agamanya maka datanglah sang pangeran menjemputnya di istana untuk mempersuntingnya. Membawa sang Rapunzel dari kastilnya yang tinggi.
Itsar mestilah diletakkan pada tempat yang seharusnya.

Begitulah Habiburrahman El Shirazhy mengisahkan dalam novelnya, "Ketika Cinta Bertasbih."

Minggu, 04 Desember 2016

Thesis Proposal Seminar Preparation




Angkat tangan dong yang lagi atau mau seminar, raise your hand up.. Yang belum, semoga dimudahkan. Bismillah ya semoga semuanya dilancarkan. Hanya ingin berbagi saja, tentang perlengkapan, what you have to do in preparing thesis proposal seminar. Especially for you, English Department Student of  UTM. In case, beberapa bulan terakhir banyak banget yang mau seminar. Lumayan lha bisa buat investasi. Kalau ada yang nanya nanti, tinggal sodorin tulisan ini. 

Yuk ah langsung cekidot. Tentang apa saja yang perlu kamu persiapkan sebelum seminar diselenggarakan. Ikimashou..

Bimbingan!
Yap, ini yang paling penting. Rajin bimbingan, agar dosen pembimbing tahu isi skripsimu. Lanjut terus bimbingan. You should force your slef to do it. Meski, kadang pas bimbingan dapet bingkisan bunga krisan (baca: komentar nyelekit), ya lanjut aja. Itulah gunanya taman, terdapat berbagai macam jenis bunga *eh ><

Jujur, aku pun pernah berlinang air mata selepas skripsian sama dosen. Alasannya? Kalo ingin tahu lebih lanjut minta link videonya sama malaikat, haha. Tapi ya gitu, kita tak boleh patah semangat gegara itu. Kasus ini, banyak banget lho. Banyak, buanyaak! Ngilang berbulan-bulan dan nggak balik-balik. Yang kaya gini nih nggak boleh ditiru ya.

Rajin bikin jadwal sama dosen. Kalo minggu ini full, sibuk tak bisa ditemui, incar saja terus sampai beliaunya punya spare time for you

            Maaf Selasa ada rapat jurusan
            Maaf Rabu rapat dinas
            Maaf minggu depan full di luar kota

Aku suka gitu, incar meski sampai minggu depan, depannya lagi. Pokona mah, kan kita yang perlu, jadi urang dewe (code swicting euy bahasanya -_-‘) yang kudu usaha. Yuk, jangan patah semangat!

Tapi ada juga beberapa dosen yang punya jadwal tetap bimbingan. Nah, kalau sudah ditentuin begitu, jangan ngilang. Harus datang! Penuhi hak bimbingan kita, nanti dibilang korupsi waktu lho.

Selain rajin bimbingan pastinya memperbanyak wawasan dengan membaca. Baca thesis, journal that related to our topic. Koleksi dari berbagai uni, yang banyak kalau perlu. FYI aja, punyaku sampai 3 giga referensinya. Itu isisnya pdf semua. Temenku lebih keren sampai 4 giga. Itu dulu pas awal dia skripsian, sekarang mungkin sudah lebih.

Banyak baca nggak memihak apakah kita jurusanya literature atau linguistics. Yang namanya anak skripsian mah perlu itu. Kita menulis skrips, sama halnya dengan mengisi gelas kosong. Jadi perlu banyak baca untuk memenuhi teko pikiran. Tak ada yang bisa kita tuang kalau ilmunya kosong. Nanti malah jatohnya copas, atau gugel translet, aduh itu mah mahasiswa ala-ala. Jangan deh.. kamu kan mahasiswa sastra.

Perlengkapan
Kalau rajin bimbingan,  nanti akan mudah ACC proposalnya. Jangan sampai nanti dibilangin begini sama dosbingnya, baru bimbingan dua kali sudah mau ACC..*kasus seorang teman. 

Tapi kembali ke dosen dan kapabilitas kita ngerjainnya. Ada yang cuma bimbingan 3 kali terus sidang, itu sih orang keren macam Abi yang emang dari sono cakep pemikirannya. Kalo kaya kita mah, yang IQnya pas-pas emang kudu usaha lebiih, lebih berusaha.   
   
So, apa saja yang perlu dipersiapkan? 

Nah setelah proposal dinyatakan ACC, segeralah cari dosen pembahas. Di prodi kita, Sastra Inggris memang beda dengan Teknik Informasi yang dosen pembahasnya dicariin dan ditentuin prodi. Kudu usaha lebiih, lebih berusaha.

List dulu dosen-dosennya. Mana yang sastra, mana yang linguistik. Nah, cari yang memang incredible di bidangnya. Misalnya skripsinya pakai teori ekranisasi atau adaptasi, maka usahakan dosen pembahasnya Ms. Iin atau Ms.Zakiyah yang memang mengajar mata kuliah itu. Atau ambil tema fonetik bisa ke Sir Salim yang memang expert di bidang fonetik-fonologi.
 
Cari waktu kosongnya kapan. Cek di  jadwal mata kuliah jurusan. Jadwal sastra inggris semester ganjil 2016-2017 bisa di donlot di sini.

Temui dosennya, tanyakan bisa atau tidaknya beliau menjadi dosen pembahas kita. Datangi beliau, jangan dihubungi lewat BBM, WA ataupun sms. Asa teu sopan. Download undangan seminarnya di sini.

Jika sudah fix dosen dan waktunya juga. Saatnya pergi ke TU FISIB, ambil formulir untuk pinjam gedung buat sempronya. Di sana petugasnya ramah yang bisa membantu keperluan kita

Isi nama tempat, tanggal peminjaman dll dan minta tanda tangannya Pak Iqbal dan Ms.Erika. Selesai minta  tanda tangan, kembali lagi ke sana, menyerahkan form. Jangan lupa bawa KTM, biasanya diminta sama petugasnya untuk ditinggalkan di sana sebagai jaminan. Baru boleh diambil nanti setelah sempro selesai.

Waktu ke ruang TU, sekalian mampir ke Bu Yanti untuk mengurus transkip nilai. Biasanya memakan waktu 2-3 hari atau kadang seminggu. Jadi harus jauh-jauh hari. Kalau aku sejak awal semester ngurusnya :D Tapi tergantung lagi hectic atau enggak. Untuk mengurus ini kamu harus mengumpulkan KHS dari semester satu-akhir. Kalau KHSnya hilang bisa langsung print out dari portal akademik.

Udah kelar, difotokopi. Nanti transkipnya kumpulkan ke Ms. Rininta di prodi. Satukan di dalam  map kuning dengan berkas-berkas lainnya:

Satu bundel proposal yang telah disetujui. Ini approval sheetnya.

Formuir A dan B yang nantinya dibubuhi tanda tangan kita, dan dosbing. Download form.

Terakhir, fotokopi kartu bimbingan. Pastikan setiap kali bimbingan mengisi form. Download di sini.

Sekalian cek plagiarism proposalmu ke Ms.Rininta. Di jurusan kita nggak boleh lebih dari 25%. Keren ih kemaren ada anak linguistik yang dapetnya 0%. Shugoi! Biasanya dosbing yang minta untuk bukti keoriginalitasan tulisan kita.

Cetak skripsi sudah, pinjam gedung sudah, maka saatnya untuk bikin PPT. bikin yang simpel dan eye-catching biar para peserta mendengarkan penjelasan kita di depan. Siapa tahu bisa jadi inspiring PPT :D
 
Jangan lupa PPTnya di-print dan difotokopi untuk dibagi-bagiin ke para peserta seminar.

Oia, cari moderator yang bisa mengatur berjalannya acara. Terus ada lagi,  print berita acara, lembar penilaian, sama lembar revisi untuk masing-masing dosen pembahas dan ditaro di map kuning. Nah,sip mantap. Lengkap deh. Download di sini.

Umm, itu saja sepertinya yang wajib dilakukan. Selebihnya sunnah.
 
Rincinan Dana
Setelah mendengar pengakuan Kepala Prodi tentang ketidakwajiban membawa makanan untuk para dosen dan peserta sempro, maka aku tak ambil pusing akan hal ini. Soalnya ada kejadian, beberapa temen yang sempronya dua kali. Hmm, kalo buat sidang memang ada taklimat tentang pelarangan ini membawa konsumsi. Sempro mah nggak ada.

Faktanya, membawa makanan untuk semua yang hadir di sempro jadi semacam tradisi. Temenku ada yang maksain temen bawa makanan meski bulan puasa. Yang macam makanan ringan yang berbungkus itu. Katanya, dimakan nanti pas berbuka..

Ya, jadi bisa dibilang bawa konsumsi itu sunnah. Yang penting isi seminarnya.

Yup, because the content is the king. Yang setuju angkat tangan :D

Untuk dana, aku tak terlalu banyak mengeluarkan. Paling banter bengkak di ngeprint. Tapi biar hemat, kita beli kertas sendiri. Aku kemaren itu ngeprint-nya kena 150-200 per halamannya. Kalo biasa 300-500. Itu kalo ngeprint di Madani, Perum. Telang Indang Barat No, 42 H Kamal Bangkalan.

Konsumsinya aku kemaren beli snack keju dan coklat, umm kena berapa ya. Pokonya sama air kardusannya dan buat konsumsi para dosen itu, totalan semuanya sama cetak berkas-berkas nggak nyampe seratus ribu.

Soalnya kita patungan. Aku sempronya bareng sama Teh Insan. Lumayan nggak terlalu menguras dana. Bulan ini malah yang sempro sukanya bareng empat-empat orang. Ya, itulah barakah bil jama’ah.

Minta padaNya
Minta terus dalam untaian do’a-do’a di sepertiga malam. Bangun, di kala yang lain tertidur lelap. Kita hidup membutuhkan DUIT; doa, usaha, ikhtiar dan tawakkal. 

Setelah semua perlengkapannya lengkap, jangan lupa do’a. Kan usahanya sudah tuh, yang belum kita tinggal tawakkal. Pasrah sama Allah. Minta, semoga diberikan yang terbaik. Minta dimudahkan dan dilancarkan.

Kisah Sempro
Jikalau kita mendekat ke Allah dengan berjalan, ia akan mendekati kita dengan berlari. Begitu sebuah hadits qudsi mengatakan. Kemarin itu alhamdulillah, aku merasakan begitu banyak pertolongan Allah yang datang ketika persiapan sempro.

Aku ACC sempronya Jum’at, Selasanya Sempro. Karena Sabtu-Minggu kampus libur, jadilah ngurus persiapannya baru bisa Senin. Asal kita mau, Allah pasti bantu. 

Pas Seninnya itu aku belum bisa memberi kepastian sempronya kapan, cuma ya itu minta didoakan aja kalo ada yang nanya-nanya. Anyway, ada yang suka sebel tak, kalau ditanya, kapan sempro, kapan sidang, sudah bab berapa? Tak usah manyun :D Yang sabar. Anggap aja bagian dari skripsi, haha.

Okay, kita balik lagi. Jadi aku Senin baru ngurus gedung, ngasi undangan ke dosen ngecek plagiarism dan sebagainya, dan sebagainya. Alhamdulillah dimudahkan banget hari itu. 

Butuh tanda tangan Pak Iqbal, kebetulan beliaunya baru aja masuk ruang TU FISIB. Mau ketemu Pak Eko, eh, langsung papasan di tangga dan ditanggapi dengan ramah. Janjian sama Ms. Desi siang, tapi karena ketemu adik kandungnya di depan kantor prodi, jadi langsung cus ketemu Mbaknya.

Tapi kalau bisa ngurus jauh-jauh hari ya itu lebih baik, but in that case aku kan sami’na wa atha’na  sama dosen. Disuruh sempro Selasa sama Teh Insan ya ikut aja. Kan katanya kalau kebaikan nggak boleh ditunda-tunda. Pamali! Nanti moodnya keburu menghilang. Iya deh iya :D

Alhamdulillah karena dibantu Allah dan doa mentemen kelar sehari itu juga. Yapp, sehari jadi! Yokatta.

Allah mah suka kalo seorang hamba minta padaNya. Allah Maha Besar, minta deh yang besar-besar. Kan katanya kalo mau minta surga, mintalah yang surga Firdaus yang berada di tingkatan tertinggi. Nggak cuma mintak IPK 3,0 mintalah yang cumlaude. Aamiin doakan yang semoga. Bismillah, yuk banyakin usaha, siapa tahu thesisnya dapet A, siapa tahu bisa dapet inspiring thesis nanti.

Yuk,yuk! Kalau bisa wisuda Maret ini ngapain nunggu Sepetember nanti.

Semangat nyekrip! Yuk, lanjut bab empat agar wisuda makin semangat ^0^ 

NB: sebenarnya kalau kamu rajin mengunjungi UTM English Dept Post sama web Sasing semuanya sudah lengkap termaktub di sana.