Rabu, 08 Juni 2016

Mbak Afifah, si Kutu Buku dan Bukan si Otaku


Sekarang waktunya mengulas pemilik blog Flying without Limit sama Lady Book’s Note. Yosh, meski Ramadhan harus, kudu, nggak boleh lupa update postingan. Kan, kan, kan*gaya Upin-Ipin. Meski puasa, meski tugas bejibun, meski UAS jadwalnya belum keluar juga. Katanya sih tanggal 20 Juni. Tapi sampai kapan? Jiah, malah curcol*gomenne :D
 
Si empunya Blog, Mbak Afifah
Etapi, ngomongin soal buku, saya juga ada another blog focus on talking about books namely, Walking around the Books. Itu plesetan dari idiom walking around the bush. eh, kok malah promosi blog sendiri ya, hihi.

Okay, nama lengkapnya Afifah Mazaya. Ketemu pertama kali [maksudnya pertama kali mainke blognya] pas temen-temen arisan nyerahin akun sosmednya. Maka sampailah saya di sana. Di sebuah instagram Mbak Afifah Mazaya. Nah di sana tertera alamat blog Mbak Afifah. Tepatnya sebuah blog buku. Judul blognya Lady Book’s Note. 
Rumah buku Mbak Fifah
Postingan yang aku baca waktu itu bukan review buku sebenarnya; manga. Itu buku juga, tapi temen-temen pecinta anime, otaku dan sebangsanya*bangsa apaan coba? Bilang kalau buku komik itu namanya manga, kalau dijadikan film kartun namanya anime, trus kalau manga-nya diadatasi jadi film namanya Live Action. Kalau dorama Jepang itu memang pure drama, bukan berasal dari manga ataupun anime. Nah, hati-hati memakai istilah di atas jika kalian bergaul dengan otaku, hihi.

Beberapa koleksi buku Mbak Afifah
Otaku itu, orang yang addict banget sama anime. Koleksinya sampai tera*lebih dari sekedar giga, tapi temenku yang koleksi anime-nya satu hardisk nggak mau dibilang otaku. Suka cosplay alias suka pakai baju-baju ala anime kesukaan. Tapi Mbak Afifah juga bukan otaku. Just a girl who loves reading even a manga, agirl with glasses yang aseli Bogor dan alumnus IPB juga.

Mbak Afifah nggak perlu diargukan lagi sebagai bookblogger. Postingan bukunya kece, rajin ikut event. Bahkan baru-baru ngehost beberapa event. Seperti blogger pro, Mbak Afifah juga bergabung di beberapa kelompok; Blog Blogger Indonesia, Kumpulan Emak Blogger, Asinan Blogger dan Blogger Perempuan.Kelompok yang terakhir, yang akhirnya mempertemukan saya dengan Mbak Afifah. 
Flying without Limit
Di Flying without Limit, meski gado-gado kece juga lho. Bahkan Mbak Afifah punya jadwal tersendiri. Misalnya Rabu Jajan sama Sabtu Kenalan. Terus ada review anime sama drama juga di sana. Wah, two thumbs up deh buat Mbak Afifah. Semoga aku juga bisa banyak berbagi dan memberi manfaat pada para pembaca T.T

Oia, Mbak, ada dorama seru. Judulnya Siren, tentang detektif. Ceritanya bikin greget sampai akhir. Endingnya tak tertebak. Kuberi lima bintang deh.That’s all, Mbak Afifah. Siapa tahu nanti kita bisa barteran buku atau film terbaru ;)

Untuk mengenal lebih lanjut tentang Mbk Afifah bisa langsung mengunjungi blognya atau berkenalan saja secara langsung. cari di sosial media dengan nama yang sama. bye, bye..

Rabu, 27 April 2016

Saatnya Mandi Kembang! [A Blografi]

Yeay, our mid-term test finally done! Nikmat mana lagi yang akan kamu dustakan? Kelar UTS, rasanya luaarrrr biasa. Bisa selonjoran dan mandi kembang! Atau setidaknya jalan-jalan. Haha.

Forget about college first. Kamis-Jumát, Sabtu, Ahad! Ada empat hari untuk ngalor-ngidul ke sana ke mari. Bisa menamatkan, buku-buku setebal bantal, koleksi film seleksi dari temen-temen dulu tapi :D atau merampungkan skripsi. Aww, rasanya ada yang kesenggol kalo ngomong beginian. Haha, semangat man-teman.

End the books!
Oke, oke. Tentang kembang, bunga atau apapun itu namanya. tau kan aku sangat menyukainya.  Nggak, gue baru tahu :p Very loooove it! sampai-sampai, kalo ketemu temen, dibilangnya si gadis kembang. Nggak peduli bunga apa, aku suka. .Apalagi warnaynya soft dan beraroma wangi. Laiknya mawar, melati semuanya indah*singing. Hadiahku untuk temen-temen juga bunga. Yaa, walaupun bunga di tepi jalan*wink

 Ngomong-ngomong kmebang, ada blog yang suka kembang banget ini. Namanya Mandi Kembang. Wah, berbunga-bunga setiap hari dong. Hmm, benar! Di bawah ini buktinya. Mbak Meriska, si empumya blog di senuah taman bunga.

Si empunya Mandi Kembang
Lengkapnya Meriska PW. Awalnya penasaran juga kepanjangan dari PW. Soalnya di semua akun Mbak Meriska selalu di cantumin. Mulai dari Line, Telegram sampai Instagram-nya Mbak Meriska ada. Nah, setelahnya mengunjugi blognya aku pun menemukan. Tepatnya di sini.

Jadi, PW adalah singkatan Putri Wuakeh. Eh, bukan ding Wahyuningtyas. Lengkapnya Mbak Meriska Putri Wahyunigtyas. Seorang Mamah yang memiliki anak bernama Alif yang berusia dua tahun. Kemaren waktu si Alif ulang tahun seru. Ide untuk mendekornya keren. Salut deh sama Mbak Meriska yang lahir di Blitar dan kuliahnya di FT UB. Cerita serunya Mbak Meriska sebgai seorang Mamah bisa dibaca di sini. 

Blog Mandi Kembang
Blog Mbak Meriska so girly and pinky. Mulai dari header dan font-nya yang bunga-bunga. Lantas tab berjejer pink juga judul postingan dengan font Lobster. Salah satu font yang aku suka selain Dancing Script dan Learning Curve. Eh, ada lagi! Font yang suka nongol di Blogger Perempuan; Bonjour. Font yang belum dapet nyari-nyari ke mana-mana. Soalnya berbayar.

Topik di blog Mbak Meriska banyak. Ada jalan-jalannya juga. Jadi ngiri pas Mbak Meriska sudah nyampe Gili Labak duluan. Nggak ngajak-ngajak >_< Emang gue siapa :p Setuju sama Mbak Meriska yang bilang, Gili Labak itu Maldives-nya Jawa Timur, Indonesia. Biruuu.. bingit. Layernya ke warna tosca itu juga keren! Tambah mupeng gue.

Sooo, tosca!
Selain aktif di blog, Mbak Meriska juga ada di Youtube. Salah satunya, live report Mbak Meriska dari Lombok. Ada juga video yang menayangkan betapa lihainya Mbak Meriska memakai make-up. Pakainya cepet. Tak sampai tiga menit. Dakara, shugoi!

Nah, itu dia ulasan tentang si empunya Mandi Kembang;  Si Mamah blogger, Mbak Meriska Putri wahyuningtyas Yeay! Hafal.. Istilah blografi juga saia temukan dari blog beliau. Sekian guys. Ja ne! Ketemu lagi di postingan selanjutnya. Sayounara..

Senin, 18 April 2016

Chilling in Cathing Fire [Hunger Games II]



Tuh kan akting. Kattnis said that in minute four. Just I said before, Kattnis hanya berpura-pura mencintai Peeta. Ada Gale yang melindungi keluarganya di distrik 12. He protects Katniss’ mom and her sister. Tentu saja Kattnis lebih memilih Gale. Sedangkan Peeta, hanya orang asing yang ditemuinya di toko roti dan menjadi pasangannya di Hunger Game. Ya, meskipun sebnarnya Peeta mencintai Kattniss, I guess.

Kesayangan Kattnis
I will before the snow melted.  I noted it. It was sentence I got from Kattnis before left Gale. Sebelum akhirnya Gale dicambuk di alun-alun oleh ketua baru yang katanya will make a peace in that district. Semuanya menjadi rumit. Bawahan Snow –presiden Hunger Games- memporak-porandakan distrik 12.

Sang ketua baru
Katniss tak dimaafkan. Ia menyelamatkan Gale dari cambukan. Ketua baru kemudian menodongkan pistolnya. Berniat menghapus Kattnis dari kehidupan –kalimat ini aku dapat dari film India :D you know the meaning, right?- namun Haymitch mencegah sang ketua. Peeta datang menyelamatkan tiga orang itu dari ketua. Jadilah mereka aman.

Pemenang Hunger Games I
As I told you here, Peeta dan Katniss sekarang adalah pemenangnya. Tepatnya, the victors from Hunger Game I. Ya, they did it. Karena mereka akan memakan buah beri mematikan di akhir pertandingan. Capitol, I mean Snow, tak mungkin-lah membiarkan hal itu. The Capitol left them alive and won the game in the end of story.

Ceritanya kemudian amat sangat mengharukan. Ya, aku merasakannya hingga akhir. Mengharukan dan menyebalkan kalau aku boleh bilang. Pihak Capitol memiliki dendam or apalah istilahnya. Mereka membuat para pemenang dari puluhan game berkumpul. Katanya sih peringatan dari Hunger Game. It called as Quarter Quell ke-3.

Peserta Quarter Quel ke-3
Jadilah Kattnis terpilih kembali karena ia satunya-satunya wanita di distrik itu yang pernah menang. It should be Haymitch actually, tapi Peeta mengajukan diri untuk mengganti. Mereka kemudian menjadi satu tim. Kattnis dan Peeta sebagai peserta, Haymitch mentor mereka, Effie, sang manajer dan Cinna si perancang busana.

Cinna, si perancang busana
Let me tell you about them. Haymitch pernah menang Hunger Game sebelumnya that 's why dia jadi mentor atau lebih tepatnya penasehat. Cinna, dia perancang busana yang hebat. Ia yang membuat Kattnis terlihat mengesankan saat malam perkenalan. Membuat Kattnis dan Peeta dalam busana penuh api. Api sungguhan menurut cerita. Hanya busana mereka yang tahan api. Effie, hanya mengatur segala sesuatu tentang mereka. Seperti mengatur jadwal mungkin.

Effie, si rambut emas
Effie yang membuat mereka bersatu. Ya, dengan lambang. Kattnis memiliki pin burung mockingjay berwarna. Pin yang diberikan secara cuma-cuma di pasar.  Effie memiliki rambut berwarna emas. Haymitch diberi sebuah gelang dan untuk Peeta sebuah liotin. Simbol emas untuk sebuah tim.

Hadiah yang diberikan Effie pada mereka atas seorang bayi. Peeta membuat lelucon lagi. Dia mengumumkan bahwa Kattnis dan Peeta telah menikah secara rahasia. Then they have a baby. Tentunya dalam kandungan. Itu diumumkan Peeta dalam wawancara pada perkenalan Quarter Quell ke-3, pertandingan antar pemenang dari setiap distrik. Sebuah peringatan Hunger Game setiap 25 tahun sekali.

Pemberontak di jalanan
Pemberontakan di distrik 8
Entahlah, situasi makin tak terkendali. Banyak rakyat yang memberontak di jalan. Sejak Kattnis menang di Hunger Games yang pertama, harapan mulai muncul di dada setiap orang. Apalagi? Penguasa zalim seperti itu tentu akan membuat orang-orang akhirnya melawan. Penguasa yang keji. Can we say that? Penguasa yang dzalim, lalim. Oh, God! Save us form that.

Sangat hegemoni. Aku akhirnya menyadari hal itu. Seorang temanku yang semprol dan wisuda pertama kali dari konsentrasi sastra, ia memakai hal itu. Teori yang tepat menurutku. Di seri yang kedua ini memang lebih ke hegemoni daripada pemakaian teknologi. Teknologi yang merupakan anak dari Posmodernisme.

Bagaimana tidak, Snow sang presiden begitu tega melakukan itu pada semua itu. Dou desu ka? Menurutmu bagaimana? I think karena dia sangat kaya dan berkuasa. Snow mungkin takkan melakukannya jika dia tidak memiliki kekuatan seperti itu. Perhatikan saat Kattnis berhasil memanah kubah tempat para peserta bertempur, Snow sedikit tak berkutik karena kehilangan kontak dengan seluruh panitia. Rasakan!

Panitia
Selain hegemoni, cerita ini bisa dianalisa menggunakan feminisme. Entah itu yang radikal, liberal maupun tradisional. Effie, selalu mengatakan lady’s first saat mempersilahkan Kattnis dan Peeta. That’s natural or let’s say it in traditional feminisme. Setidaknya begitu yang aku pelajari di kelas.

Ya, meskipun Kattnis selalu lebih unggul dari Peeta. Lebih mahir menyelamatkan diri dan memanah. Juga yang lebih sering mendapatkan ide terlebih dahulu. Oh, itu mungkin bisa dikatagorikan sebagai liberal. Yeah, woman can fight too. That was stated in the story, you know.

Kattniss, jago manah

Pertandingan lebih ketat dari sebelumnya. Ada kabut yang beracun. Ketika tersentuh, peserta akan merasakan seperti tersengat listrik dan bentol-bentol layaknya kusta akan menyebar di atas kulit. Kemudian it will made you into a death. Kera-kera ganas yang bisa membunuh merah. Hujan darah yang dapat mengakibatkan buta. Tsunami pun mengancam bibir pantai meski mereka keluar dari hutan. Semua peserta dalam pengawasan. Setiap kali ada yang gugur, meriam akan meletus. Berbunyi nyaring.

Kabut beracun
Dalam pertandingan kali ini mereka bersekutu dengan Finnict, Joahnna dan pasangan mereka. Beeta, ahli teknologi yang akhirnya gugur setelah istrinya. Begitu juga dengan pasangan Finnict dan Joahnna. I’m an open book, itu yang dikatakan Kattnis pada peserta lainnya. Kattnis juga sangat mengesankan saat perkenalan. Gaun pengantin yang berubah menjadi mockingjay. Rancangan Cinna tentu saja. So impressive! Kukira, akhirnya akan menyenangkan. Namun dalam cerita Cinna dihapus dari pertandingan. Tepat sebelum Kattnis memulai Hunger Games yang kedua.

Gaun Kattnis di Hunger Games II
Gaun Kattnis berapi
Putih, berapi menjadi hitam dan Mockingjay!

FYI, di akhir cerita Kattnis kembali bersama Gale. Sedangkan Peeta berada di Capitol bersama Joahnna. The story was too crowded. You have to watch this! Trust me it works eh jadi kayak iklan yaa :D

Indekos, 16, April 2016, 16:15

Found the Champion! [Review Hunger Games I]



Happy weekend, guys! Weekend kali ini aku habiskan beberapa koleksi movie. Tepatnya Hunger Games I & II. Kurasa itu sangat membuang-buang segalanya. I mean, I talks about the movie. Membuang uang, waktu dan para pemuda. Mereka, para panitia –kalau boleh kubilang- menyediakan fasilitas mewah. Mulai transportasi, makanan, pakaian dan lainnya. Ya, mungkin mereka kebanyakan uang so they don’t have to do with all money they had. Maka mereka mengadakan itu, Hunger Games.

Kereta yang membawa Kattnis
Menciptakan kedamaian? Ah, mereka nyatanya fight each other. Saling membunuh dan, mencari yang terkuat. Mencari satu orang pemenang dari semua perwakilan distrik. Is it call a peace? Time I said. Masa muda seperti itu bukankah mereka harus membiarkan segala potensi terjadi. I mean, waktu-waktu muda seperti itu ’kan time for them untuk bebas berkreasi. Ngapain coba? Apalagi umurnya rentang 12-18 tahun. Masih sangat muda bukan?

Dan pada akhirnya banyak pemuda yang gugur. Ya, seperti Rue. Anak manis berambut keriting. Rue yang menyuruh Kattnis, sang tokoh utama menyerang anggota distrik lain dengan lebah penyegat mematikan. Gadis kecil yang merawat Kattnis in couple days. Pada akahirnya saat Rue terkena panah lawan, Kattnis memberikan penghormatan terakhir yang sesuai. A bouquet of flowers she put on Rue’s corpse.

Si manis, Rue
Dalam cerita itu, ada perwakilan dari setiap distrik. One boy and girl. Kattnis dan Peeta mewakili distrik 12. Kattnis sesungguhnya adalah relawan karena yang terpilih adalah adiknya. Kakak yang baik tak mungkin bukan menyerahkan adiknya begitu saja dalam pertarungan mematikan seperti itu. huumb, Kattnis did that for her lovely sister.

Kattnis and her sister
Film yang mendebarkan. Let’s say it’s kind of thriller. Adaptasi dari novel. Talking about this, ada beberapa teman yang memakainya as source of their thesis. Dua orang malah. Satunya pakai teori hegemoni satunya... nggak tahu deh :D

Menurutku teori yang bisa dipakai adalah ekranisasi. Jelas, karena film ini adaptasi dari novel. Terus pos-modernisme. Lihat saja teknologinya. Shugoi dakara. Bagaimana semua kamera ada di hutan mengintai para pemain. Itu saat Kattnis tertidur di pohon ada kamera dengan bentuk dan tekstur seperti pohon.

Kamera yang mengintai Kattnis
Pengumuman yang ditampilkan di langit. Cuaca atau pengaturan cahaya di hutan juga dapat diatur. Dan lagi, saat para panitia mengirimkan hewan dari komputer mereka untuk menyerang para peserta. That was awesome! Oia, fasilitas Kattniss saat di kamar juga lumayan. Remot kamarnya bisa mengubah background dinding kamar.

The announcement over the sky
Pengiriman hewan
Room for Kattnis team

Ummb, selanjutnya teori apa ya. Aha, dari psikologisnya juga bisa. Bisa dilihat dari hubungan antara Kattnis dan Rue. Mereka seharusnya saling mengalahkan, bukan? But, it was not happened there. Dan cowok dari distrik Rue juga menyelamatkan Kattnis saat dia mengambil obat untuk Peeta. Hubungan antara Kattnis dan Peeta juga bisa diteliti. Is that a  real love? Menurutku sih nggak, soalnya ada lelaki yang menunggu Kattnis di rumah. Ya, Kattnis hanya melakukannya untuk kepentingan reality show yang ditayangkan ke seluruh penjuru distrik.

Nah, that was my opinion about this movie. Actually for Hunger Games I. For the next movie (Hunger Games II) I’ll post next. Yosh, mari lanjutin nonton. Let’s end this weekend happily. Ngabisin koleksi movie. Nanti Senin, back again ngerjain skripsi. Yuhuu..

Haha, lumayan ‘kan jadi ada yang bisa ditulis. Bisa diposting di blog, ngasah skill dalam bermain kata-kata daan.. Let’s watching movies more :D

Indekos, 16 April 10:43

Senin, 11 April 2016

Oliver Twist: Kisah Perbudakan

Oliver Twist, film yang diadaptasi dari novel berjudul sama. Film ini pernah dianalisis oleh seorang teman dalam kelas Film Apreciation. Cerita yang seringkali dibahas di kelas sastra-nya Ms.Iin. Tema utama yang diangkat adalah tentang perbudakan.

Adalah Oliver, seorang yatim yang kemudian dimasukkan ke dalam asrama. Tempat anak-anak berkumpul di sana. Entah bagaimana sistemnya, namun anak-anak di sana seringkali terlihat bekerja memintal tali tambang.

Sebagaimana budak, istirahatnya pun hanya memakan bubur encer. Hanya dua sendok takar saja. Nah, ada sebuah kejadian ketika nama Oliver muncul dalam undian yang diadakan anak-anak asrama. Sebagai pemenang undian, Oliver harus meminta tambah jatah makannya. Tentu saja ini membuat pihak asrama marah.

Atas kelakuannya tersebut, Oliver pun dijual seharga £5. Proses ini melibatkan hakim. Di sana Oliver mengiba karena pembeli budak wajahnya amat kotor dan menakutkan. Hakim meloloskan permintaannya namun pada akhirnya Oliver terjual juga kepada orang yang berbeda.

Di rumah majikan barunya, Oliver mendapatkan makanan yang lebih layak daripada di asrama. Namun itu adalah makanan yang biasa diberikan sang majikan kepada anjing. Oliver tak bertahan lama di sana karena berkelahi dengan anak majikan. Ia kabur dan nekat berjalan 70 mil jauhnya menuju London.

Oliver menuju London
Lelaki berusia 10 tahun itu terus berjalan. Tidur di dalam tumpukan jerami pak petani. Minum di kubangan air sisa hujan. Hingga akhirnya ia pingsan di pertengahan jalan. Seorang nenek baik hati menolongnya. Memberinya makan dan tumpangan tidur semalam. Setelah istirahat sebentar di sana, Oliver melanjutkan perjalanan kembali.

Perjalanan yang membuat sepatunya koyak
Ia kembali pingsan sesampainya di London. Anak lelaki lainnya yang bernama Dodger menolongnya. He walked for seven days. Di London Oliver jadi pencopet. Ah, malang nian nasibnya. Pindah dari asrama, dari majikan satu ke yang lainnya dan akhirnya begitu. Oia, di sana sapu tangan mahal harganya. Jika berhasil mencuri barang tersebut akan mendapat penghargaan yang luar biasa dari Fagin. Lelaki tua yang memperkerjakan mereka.

Hari pertama Oliver
Proyek pertama Oliver bukan sapu tangan. Itu hanya latihan sederhananya dengan Fagin agar diijinkan keluar rumah. Oliver tak pernah benar-benar berhasil mencuri. Hari pertamanya keluar dari kurungan membuat ia digebuki warga kota.

Toko buku dan Oliver jadi tersangka. Ya, sebenarnya yang mencuri saputangan Mr. Brownlow bukan dia tapi Dodger dan kawannya. Meski begitu, itu takdir yang harus diajalani karena akhirnya Oliver terbuktitak bersalah dan diangkat menjadi anak oleh si bapak. Akhirnya ia tidur nyaman dengan bangsawan-cendekiawan mungkin karena dia suka baca buku. Huhu, tapi si Oliver ditangkap lagi karena takut membocorkan rahasia para pencopet, Fagin dkk.

Nancy, penyelamat Oliver
Berkat Nancy-gadis dari komplotan para pencopet- akhirnya Mr. Brownlow mengetahui keadaan Oliver. Rupanya ia sangat sayang pada anak berumur 10 tahun itu. Bill, membawa kabur Oliver ketika massa merangsek padanya. Sebelumnya Bill membunuh Nancy karena telah membocorkan rahasia keberadaan Oliver. Namun Bill akhirnya mati tergantung pada tali tambang setelah menyebrangkan Oliver. Finally, Oliver adopted by Mr.Brownlow. Yeay!

Oliver di rumah baru

Kabur dan menuju London yang berjarak 70 miles pun diajalani Oliver. Kakinya lecet dan sepatunya rusak. Semua dijalaninya dengan bahagia. Tapi tak apa baginya asal tak jadi budak dan bebas. Bukankah yang harus kita lakukan adalah bersyukur atas kehidupan. Terus beribadah atas segala keadaan. Usaha akan terbayar, pun anak sekecil itu. Ia merdeka dan sepertinya saat dewasa Oliver akan menjadi penulis buku. Ya, you know, ia tinggal dengan banyak buku-buku di rumah Mr.Brownlow.
New hope for Oliver

Parenting Gratis dari Momaliza

Karena alasan belum menikah, biasanya aku suka ditolak masuk grup ibu-ibu. Seperti misalnya para ummahat threat that to me. "O, maaf Dik kalau masih mahasiswa belum bisa bergabung," penolakan halus waktu itu. Tapi tidak dengan Blogger Perempuan. Meski kebanyakan para anggota adalah mamah-mamah, mereka menyilahkan siapa saja masuk di sana.

Jadilah di dalamnya ada kelompok kecil yang membuatku satu tempat dengan Momaliza. Ahli parenting, yang bisa kita serap ilmunya di blog pribadi beliau. Memiliki anak lebih satu merupakan pengalaman yang lumayan memadai.Selain aktif ngeblog, beliau juga gencar mengirimkan tulisannya ke media. Ini salah satunya. Momaliza juga memiliki tujuh buku. Teranyar, Nyebur ke Dunia Anak.

Nyebur ke Dunia Anak
Nah, di blog beliau aku belajar banyak hal. Seperti misalnya mengapa anak berbohong? Kita tahu biasanya anak kecil adalah makhluk paling jujur sedunia. But in a real, mereka melalukannya. It happens for a reason, right? Ya, apalagi jika bukan karena ingin terlindungi. Agar aman.

It made me remember the story about seorang anak kecil yang disangoni uang banyak oleh ibunya. Satu pesan ibunda sebelum anak itu pergi melakukan perjalanan, be honest. Pesan yang dipegang si anak hingga segerombol perampok mencoba mengambil uang sebanyak itu.

Saat ditanya tentang jumlah uang, si anak menyebutkan nominal yang besar. Memang itulah yang disangoni ibunya. Perampok, tentu saja tak percaya. Anak sekecil itu mana bisa memegang uang sebanyak itu, tapi kenyataannya demikian. Ketika digeledah, begitulah nominal yang ditemukan. Kejujuran anak tersebut membuat para perampok dan komplotannya bertaubat.

Have you heard that story? I hope so because that was famous tale. About honest, can we teach that value to the children? We can, doing that by learning, isn't it?

Anak Momaliza
Ya, menerapkan suatu aturan di rumah memanglah tidaklah mudah. Mengelola emosi atau membentuk karakter anak agar mandiri seperti Momaliza katakan. Perlu dukungan orang-orang sekitar. Ayah dan Ibu yang membesarkan pun harus kompak. Apalagi jika tinggal dengan kakek-neneknya, peraturan harus dikomunikasikan agar tidak rancu. Kebayang jika misalnya orang tua telah menetapkan sistem menabung untuk mendapatkan mainan tapi kakek atau neneknya malah dengan mudah membelikannya. Whoa, they will break the rule. That's why communication is important.

Momaliza
Nyarios naon? Mojang kene geura :D Jangan salah, zaman esema dulu sudah pernah diajari bab nikah lho. Diajari juga cara mendidik anak di pelajaran tarbiyah nasawi. Ya, apalagi parenting. Belajar sebelum nikah juga penting! Nah, you are allowed to ngubek-ngubek blog Momaliza dan belajar parenting gratis di sana. Yuk, let's go!